
Farrel yang baru saja datang bersama Kevin, tanpa aba-aba lansung saja memeluk Sabilla di depan semua orang dengan sangat manja. Ia tidak sedikipun merasa malu pada mereka yang ada di sana.
"I miss you" Ucapnya dalam pelukan Sabilla.
Sabilla menyeringai, menatap satu persatu siapa saja yang ada di sana. Sesungguhnya, gadis itu merasa malu dan juga sungkan pada mertua, ipar, dan temannya.
"Kak Farrel ngapain sih? malu tau diliatin Mama Papa" Elak Sabilla mencoba menjauhkan tubuh Farrel.
"Kamu kenapa dikit-dikit malu, dikit-dikit malu sih sayang? Biarin aja kaliii. Papa Mama juga ngerti kok, toh mereka juga pernah muda. Jadi santai aja, nggak usah malu-malu gitu juga keles. Lagian kamu juga nggak peka banget sih kalo aku lagi kangen. Tiga hari aku cuma bisa liatin kamu dari jauh, nggak bisa cium, nggak bisa peluk" Seru Farrel dengan manja yang mebuat semua yang ada di sana merasa jijik mendengarnya.
Faris melempar bantal sofa yang ada di dekat dirinya pada farrel. "Kenapa sekarang lo jadi makin alay gini sih bambang? Lama-lama risih juga gue liat lo!" Faris menggeleng kepala melihat tingakah adiknya itu.
"Lo nggak bakal paham kak, karena lo belum punya istri. Makanya nikah sono, udah tua!" Ejek Farrel yang justru membuat Faris semakin merasa kesal.
"Yaelah songong amat lo sekarang, dulu aja..."
Belum selesai Faris melanjutkan ucapannya, Farrel sudah lebih dulu bangkit dari duduknya menghampiri Faris yang berada tidak jauh dari dirinya itu.
"Bisa nggak sih lo nggak usah bahas yanv dulu dulu dulu dulu dulu mulu? Capek gue dengernya, apa apa dulu apa apa dulu! Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Lo nggak liat apa gue ma Sabil sekarang udah bahagia ?Masih aja dulu dulu dulu yang lo bahas. lama-lama gue buang juga lo ke kali grogol kak" Kesal Farel pada kakak satu-satunya itu karena Faris selalu saja membahas dan menyangkut pautkan dengan masa lalu yang sudah berushaa dilupakan oleh Farrel.
Yasmin dan yang lainnya, hanya menggeleng - geleng kepala sembari tertawa melihat kedua kakak adik yang tiada henti untuk berdebat tersebuy. Namun, hal itu tentu saja bukanlah hal baru bagi Yasmin. Karena dari kecil pun dirinya sudah terbiasa melihat kelakuan kedua putranya itu.
"Sabar bro sabar" Ucap Tasya mengusap punggung Farrel. Entah menenangkan, entah mengejek.
"Kalo lo mau romantis-romatisan juga sono nikah! Bisanya cuma bacot aja sama gue" Gerutu Farrel menatap tajam Faris.
"Gue sih mau aja nikah sekarang kalo yang itu juga mau" Ucap Farris dengan pandangan mata yang tertuju pada Aura. Hingga semua yang ada di sana sontak menoleh ke arah pandangan Faris, menatap Aura dan Faris secara bergantian dengan penuh keheranan. Namun tidak dengan Kevin. Kevin justru menatap Aura yang saat ini juga menatap dirinya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Mata mereka terlihat saling beradu pandang sebelum kembali memalingkan pandangan masing-masing.
Sabilla menatap Aura yang saat ini juga menatap dirinya. Mata Sabilla seolah melontarkan pertanyaan terkait ucapan Farris. Namun Aura yang memang tidak tahu kenapa Faris bisa tiba-tiba berbicara seperti itu hanya bisa menaikkan bahunya menandakan bahwa ia sendiri tidak tahu apa yang dimaksud oleh Faris.
"Hmm kalau saran aku buat kak Faris ya, mending kak Faris cari yang lain aja deh. Soalnya yang ono yang kakak maksud lagi usaha dapetin pilihan dia sendiri" Sabilla berbicara kepada Faris, namun matanya justru tertuju pada Kevin. Seolah memberikan kode pada senior yang dari dulu memang sangat baik pada dirinya itu.
__ADS_1
Sementara Aura, gadis itu sedari tadi sudah merasa kesal pada Sabilla. Ia berkali kali mengkode sahabatnya itu. Namun Sabilla justru tidak menghiraukannya sama sekali.
"Hmmm gitu" Jawab Faris singkat.
Hening
Hening
"Kak Sabil" Tasya kembali membuka suara. Sabilla menolah.
"Hmmm" jawabnya.
"Tasya mendekat pada Sabilla dan hendak menyelonong memisahkan Farel yang sedari tadi tidak melepaskan pelukannya sedikitpun dari Sabilla.
"Geser dikit kenapa sih?" Gerutu Tasya menatap tajam Farrel yang masih saja bergelantungan manja pada Sabilla seperti anak monyet yang tidak mau jauh- jauh dari induknya.
"Aduuhh mau ngapain sih lo bocah? ganggu gue aja, nggak liat apa gue lagi lepas kangen?nggak ada bedanya lo ya, sama si Faris!" Gerutu Farrel menatap sinis ke arah Tasya.
"Tanpa lo sebutin juga gue tau! Tapi lo ngapain deket-deket sama bini gue? Jauh jauh sana!"
Hellowww Farrel Ananda Putra yang dari dulu ngeselin pake BeGeTe, sebagai putri yang cantik, baik hati dan tidak sombong, gue tuh ya mau minta maaf sama kak Sabil. Ini semua juga gara-gara lo, gue jadi ikut-ikutan. Eh tapi nggak papa deng, sekalian belajae jadi artis" Tasya Terkekeh.
Farrel mendorong kepala Tasya. " Elehh mimpi aja lo sana pake mau jadi arti segala. Muka jelek juga" gerutu Farrel.
"Jelek-jelek gue juga adek lo!"
"Udah-udah serah lo deh, udah dimaafin Sabil kok, sono pergi jauh-jauh"
"Dasar lo ya nggak tau terimakasih! Gue sampe kedinginan malam-malam masuk kolam! Kesal Tasya menatap tajam Farrel.
"Ulu ulu adikku yang cantik, cini peluk" Ejek Farrel pada Tasya.
__ADS_1
"Ihh apaan sih? beruang kutub?"
Tasya tak menghiraukan Farrel lagi, ia hendak memegang tangan Sabilla namun lagi dan lagi pria alay itu mencegahnya.
"Ngapain sih lo pegang-pegang tangan bini gue? gak boleh" Farrel menjauhkan tangan Tasya dari tangan Sabilla.
"Ihhh Mama anaknya kenapa ngeselin banget sih? Kenapa dulu nggak dititipin di panti aja" sorak Tasya kesal pada Farrel dengan ucapan yang tertuju pada Yasmin.
"Mama?" Gumam Sabilla pelan.
"Iya Mama, jadi gini lo kak Sabilku sayang. Kakak iparku yang cantik, imut, manis dan baaaikkkk hati banget-nget nget"
"Alah bacot lo" Seru Farrel.
"Diam beruang kutup!"
"Ma, anak tampan Mama dikatain beruang! " Adu Farrel pada Yasmin, sedangkan wanita itu hanya tersenyum kecil sembari menggeleng-gelengkan kepala sedari tadi melihat tingkah anak-anaknya bersama sang suami.
Sementara Aura dan Kevin sedari tadi hanya diam, mereka sesekali saling mencuri pandang satu sama lain. Begitu juga dengan Faris yang menyadari akan hal itu, ia menatap Aura dan Kevin secara bergantian.
Nah, jadi menurut kalian Tasya siapa nih kira-kira?😂
.
.
.
.
.
__ADS_1
.