NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Tes DNA


__ADS_3

Pagi sekali, Erlan sudah berada di depan rumah Bella. Ia tak mengetuk pintu atau memanggil Noah. Yang dilakukan Erlan hanya duduk termenung di teras rumah.


Bella yang hendak keluar rumah untuk membersihkan halaman dan menyiram bunga kaget karena keberadaan Erlan.


"Ya Tuhan, ku pikir siapa. Sejak kapan kau duduk disitu? Kenapa tak mengetuk pintu atau memanggil. Untung saja aku tidak berteriak karena mengira kau adalah pencuri." Ucap Bella.


"Aku tidak mau ribut denganmu hari ini Cinderella. Izinkan aku bertemu dengan Noah." Balas Erlan.


'Ada apa dengannya? Kenapa hari ini dia terlihat murung.' pikir Bella.


"Ada apa denganmu?" Tanya Bella seraya duduk disamping Erlan.


"Jika aku bertanya, apa kau mau jujur?" Tanya Erlan.


"Tentu saja."


Erlan menatap Bella dengan lekat.


"Katakan padaku, apakah kau pernah berhubungan dengan lelaki lain setelah menghilang selama tujuh tahun ini dariku?" Tanya Erlan.


Bella terdiam.


"Ayo jawab aku." Bentak Erlan.


"Apa hak mu bertanya seperti itu padaku?" Teriak Bella.


"Karena aku yakin Noah itu anakku." Jawab Erlan.


"Kenapa kau bisa seyakin itu?"


"Karena kau hanya pernah tidur denganku."


"Siapa bilang?"


"Oh jadi kau mau mengakui bahwa kau berselingkuh dariku selama tujuh tahun ini?"


"Selingkuh? Bicara apa sih kamu. Kita juga tidak memiliki hubungan apapun."


"Jadi hubungan kita di malam indah itu tidak berarti apa-apa bagimu?"


Bella kembali teringat akan malam itu. Malam dimana dia kehilangan kesuciannya hingga diusir oleh papanya.

__ADS_1


"Tentu saja aku mengingatnya." Balas Bella dengan raut wajah kesal.


"Aku tidak akan melupakan malam terhina itu dalam hidupku. Malam dimana menjadi awal dari petaka dalam hidupku. Kau sudah merusak semuanya." Isak Bella.


Erlan menjadi merasa bersalah, ia hendak memegang pundak Bella.


"Jangan sentuh aku, kau yang sudah merusak hidupku. Kau yang membuat aku menderita seperti sekarang. Dan sekarang kau malah kembali begitu saja dan mengakui bahwa Noah anakmu. Kemana saja kau selama ini?" Teriak Bella.


"Kau salah paham, aku tidak bermaksud...."


Tiba-tiba Noah keluar rumah dan melihat Bella tengah menangis.


"Mama kenapa Ma?" Tanya Noah.


Dengan cepat Bella mengusap air matanya.


"Mama gak apa-apa sayang. Lebih baik sekarang Noah pergi dengan dia. Dia ingin pergi dengan Noah." Ucap Bella lalu masuk kembali ke dalam rumah.


Erlan terdiam, kemudian memandang Noah.


"Ayo ikut Papa Erlan sekarang." Ucap Erlan dibalas anggukan oleh Noah.


"Ada apa sampai Papa Erlan, membawa Noah kesini." Tanya Noah.


"Noah, kalau Papa Erlan mau mengajak Noah untuk ke rumah sakit, mau tidak?" Tanya Erlan.


"Rumah sakit? Untuk apa?"


"Papa Erlan mau melakukan tes DNA dengan Noah. Apa Noah mau?" Tanya Erlan.


"Tanpa melakukan tes itu, Noah sudah yakin kalau Papa Erlan adalah Papa kandung Noah." Balas Noah serius.


Erlan langsung memeluk Noah dengan erat.


"Maafkan Papa Noah, selama ini Papa tidak ada disaming Noah." Ucap Erlan.


"Tenang saja Pa, Noah mengerti. Lebih baik sekarang kita pergi ke rumah sakit melakukan tes. Agar semua orang yakin kalau Papa memang Papa Noah." Balas Noah.


Satu jam berikutnya, Erlan dan Noah sudah berada di rumah sakit untuk melakukan tes DNA.


"Tuan Erlan, saya akan menghubungi anda jika hasilnya sudah keluar nanti." Ucap Dokter.

__ADS_1


Erlan lalu mengantar Noah kembali pulang ke rumah. Kali ini, Bella mempersilahkan Erlan masuk ke dalam rumah.


Keduanya lalu duduk di ruang tamu, sementara Noah masuk ke dalam kamar.


"Aku tak pernah berpikir hari ini akan terjadi. Selama tujuh tahun aku hidup sebagai orang tua tunggal menjaga Noah. Aku tidak pernah berpikir untuk menikah dan bahkan menemukan siapa sebenarnya Papa dari Erlan." Ucap Bella memulai percakapan.


"Aku pikir, malam itu dua orang laki-laki telah melakukan hal yang memalukan pada tubuhku. Sebelum aku pingsan, yang aku ingat adalag seorang laki-laki bertubuh kekar yang berada bersamaku di dalam kamar itu. Dia memukulku hingga membuatku pingsan, saat terbangun yang aku dapati malah dirimu. Aku tidak tahu harus bagaimana serelah kejadian itu. Papa bahkan mengusirku, karena mengira aku telah mempermalukan keluarga. Coba kau pikirkan, apa yang harus seorang wanita lakukan setelah digauli dua orang laki-laki?" Lanjut Bella.


'Dua orang?' gumam Erlan dalam hati.


"Sepertinya kau salah paham. Malam itu, hanya aku yang melakukan perbuatan itu padamu. Awalnya aku hanya berniat untuk menyelamatkanmu dari laki-laki yang membawamu ke hotel itu. Tapi dasarnya setan sudah menguasai hatiku, karena melihat tubuhmu membuatku tak bisa menahan diri. Maafkan aku..." Ucap Erlan seraya menghela nafas. "Sejak awal aku memang sudah tertarik padamu saat pertama kali aku melihatmu di pesta itu. Andai kau tidak pergi dan menghilang, aku sudah akan menikahi kamu. Aku bahkan tak pernah berhenti meminta para pengawal ku untuk mencari tahu tentang keberadaan dirimu. Aku selalu mencintaimu sejak dulu hingga kini." Ujar Erlan panjang lebar.


"Apakah itu artinya lelaki selain dirimu itu tak menyentuhku?" Tanya Bella.


"Tentu saja, karena aku datang tepat waktu dan langsung menghajarnya." Jawab Erlan.


Bella terdiam, selama ini ia berpikir bahwa dirinya telah digauli oleh dua orang laki-laki.


"Apa kau melakukan tes DNA tadi bersama Noah?" Tanya Bella.


"Iya. Aku membawanya ke rumah sakit. Aku melakukan semuanya bukan karena aku tidak yakin bahwa Erlan anakku. Tapi karena aku ingin semua orang pada akhirnya tahu bahwa Noah adalah anak kandungku dengan hasil tes DNA."


"Jika nantinya sudah terbukti bahwa Noah adalah anakmu, apa kau akan membawa Noah pergi dariku?" Ucap Bella dengan penuh emosi.


"Apa yang kau pikirkan? Untuk apa aku membawa Noah darimu. Noah itu anakmu, tapi dia juga anakku. Jadi aku juga berhak atas dirinya. Tapi, aku tidak akan pernah membawa Noah darimu."


"Aku takut, kau akan membawa Noah dariku setelah nantinya tes DNA menyatakan positif bahwa kalian sedarah. Bagaimana aku menghadapi hidupku tanpa Noah." Isak Bella.


"Bella, dengarkan aku baik-baik. Tidak ada satu orangpun yang akan mengambil Noah darimu, termasuk diriku sendiri. Tapi kau juga harus mengerti, bahwa aku juga berhak atas Noah."


Bella semakin terisak, meski Erlan selalu berusaha menenangkannya.


*******


Erlan tiba dirumah, Tuan Adam sudah menunggunya di ruang keluarga.


"Bagaimana ?" Tanya Tuan Adam.


"Kita hanya tinggal menunggu hasilnya. Aku sudah membawa Noah menuju rumah sakit. Dokter mengatakan akan menghubungiku dalam beberapa hari."


"Baguslah, Papa benar-benar tak sabar untuk bertemu langsung dengan cucu Papa." Ucap Tuan Adam dengan raut wajah begitu sumringah.

__ADS_1


__ADS_2