NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Rencana Clara


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Noah menjalani perannya sebagai sekretaris Sherly dengan baik. Hampir setiap hari Sherly selalu mengajaknya untuk makan siang dengan menu baru. Terkadang Noah menyukainya. Namun, terkadang juga Noah kabur begitu saja saat Sherly mengajaknya memakan sesuatu yang terlihat aneh menurut Noah.


Seperti siang itu, Sherly mengajak Noah makan siang dengan nasi kucing. Dalam pemikiran Noah, nasi kucing itu adalah nasi dengan lauk daging kucing. Hingga dirinya memilih kabur saat Sherly lengah sedikit saja.


"Wanita itu benar-benar mengujiku." Ucap Noah.


Sementara Clara, dirinya juga setiap harinya membawakan makan siang untuk Noah. Tapi, Noah selalu saja menolaknya. Dan semakin Noah menolak, semakin membuat Clara ingin mendekatinya. Intensitas pertemuan mereka setiap harinya membuat Clara tanpa sadar semakin menaruh hati pada Noah. Hingga ia melupakan tugas utama yang diperintahkan Mamanya.


Pagi ini, seperti biasa Clara tengah menyelesaikan pekerjaannya di depan komputer. Ponselnya berdering menampilkan nama Mama. Dengan cepat ia menjawabnya.


"Halo Ma." Ucap Clara.


"Bagaimana rencanamu, sudah berhasil?" Tanya Clarissa pada Clara saat melakukan video call.


Clara terdiam, ia terlihat malas menjawab pertanyaan sang Mama.


'Mama bukannya menanyakan kabarku, tapi malah menanyakan hal lain.' pikir Clara.


"Jangan bilang sampai sekarang kamu belum berhasil untuk mendekati lelaki itu."


"Aku bosan Ma." Balas Clara akhirnya.


"Apa maksud kamu bilang begitu? Apa kamu lupa tujuan utama kamu disitu." Bentak Clarissa.


"Aku tahu." Balas Clara santai.


"Lalu kenapa..."


"Kenapa apanya?" Potong Clara. "Kenapa sih di otak Mama itu selalu saja ada balas dendam. Aku bosan Ma, aku capek." Lanjut Clara.


"Dengerin Mama baik-baik. Opa sama Oma kamu meninggal di dalam penjara disebabkan oleh orang tua pria itu. Kau jangan lupakan itu. Jadi lakukan perintah Mama. Permalukan laki-laki itu. Bila perlu buat dia sampai dimasukkan penjara." Titah Clarissa.


Clara lagi-lagi terdiam.


"Mama tunggu kabar baik darimu. Jangan sampai Mama yang bertindak." Lnjut Clarissa kemudian mematikan ponselnya.


Clara memijit keningnya yang berkedut. Dia wanita yang baru berusia dua puluh tahun, harus menanggung beban yang diberikan sang Mama di usia mudanya. Clarissa menugaskan puterinya itu tugas yang lumayan berat bagi seorang wanita yang belum pernah mengenal dunia luar. Wanita uang belum pernah jatuh cinta pada pria manapun.


Hingga ia bertemu Noah dan tanpa sadar jatuh cinta padanya. Namun, Clara diharuskan untuk membalas dendam pada laki-laki yang kini dicintainya.


Clara duduk bersandar di kursinya. Menatap langit-langit kantor seraya bergumam, "apa yang harus aku lakukan sekarang?"


Dari arah belakang, Jimmy mengagetkan dirinya.


"Hei...."


"Ya Tuhan Jimmy, kau mengagetkanku saja." Ucap Clara sambil mengelus dadanya. "Ada apa?" Tanya Clara.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin melihatmu dan menanyakan, apa menu makan siang uang kau bawa hari ini?" Ucap Jimmy balik bertanya.


Clara tersenyum, senyuman yang membuat Jimmy semakin jatuh hati padanya.


"Maaf ya Jim. Hari ini aku sudah memutuskan untuk tidak membawa makan siang lagi untuk Noah. Toh selama ini Noah tidak ingin memakannya." Balas Clara santai.


"Dia tidak, tapi aku iya." Balas Jimmy.


"Terima kasih ya." Ucap Clara. "Oh ya Jimmy. Aku mau menanyakan sesuatu padamu tentang Noah."


"Apa itu?" Tanya Jimmy.


"Apa kau bisa memberi tahuku, apa yang disukai dan tidak disukai Noah?" Tanya Clara.


Jimmy menghela nafas panjang. Ia menyadari bahwa gadis yang disukainya memang mencintai sang Bos.


'Siapa yang tidak jatuh cinta pada sosok Noah?' pikir Jimmy.

__ADS_1


Selama ini sudah banyak wanita yang mencoba mendekati Noah. Tapi tak ada satupun yang bisa membuat Noah tertarik. Wanita yang berusaha dijodohkan oleh Mama dan Papanya pun sudah banyak. Namun, lagi-lagi tak bisa membuat Noah tertarik.


Dan kini, untuk pertama kalinya Jimmy merasa telah menemukan tambatan hatinya, wanita itu malah menyukai Noah juga. Dengan berat hati Jimmy akhirnya menjelaskan pada Clara apa yang disukai dan tidak disukai oleh Noah.


"Terima kasih ya Jimmy. Oh ya, besok malam aku akan mengadakan pesta ulang tahunku yang ke 21. Apa kau bisa mengajak Noah untuk hadir? Aku mengundang teman-teman kantor juga." Ucap Clara.


"Tentu saja. Aku pasti akan hadir. Kau mau kado apa?" Tanya Jimmy.


"Dengan membawa Noah saja sudah menjadi kado terindah untukku." Balas Clara. "Nanti aku kirimkan lokasinya ke nomormu ya." Lanjut Clara.


"Baik." Balas Jimmy.


Jimmy bergegas berjalan ke ruangan Noah.


"Hei, sampai kapan kau akan bertahan duduk di kursi sekretaris ini? Padahal kau punya ruangan yang nyaman di lantai atas." Ucap Jimmy melihat Noah yang tengah mengerjakan sesuatu.


"Diam lah, nanti dia bisa dengar." Balas Noah.


"Siapa? Sherly? Biarkan saja, aku lelah mengerjakan banyak tugas yang kau berikan. Kau yang pura-pura jadi sekretaris aku yang harus lelah bekerja." Ucap Jimmy dengan suara yang sengaja dikeraskan.


Noah dengan cepat menutup mulut Jimmy. Noah melirik ke pintu ruangan Sherly, ia takut jika Sherly sampai mendengar ucapan Jimmy.


"Cepat katakan apa mau mu?" Tanya Noah.


Noah sangat tahu bagaimana sifat Jimmy. Ia tahu bahwa Jimmy pasti tengah menginginkan sesuatu hingga bersikap jahil padanya.


"Ikut aku besok malam pergi ke pesta ulang tahun Clara. Kalau tidak, aku akan mengatakan semuanya sekarang juga pada Sherly." Ancam Jimmy.


"Terserah kau saja." Balas Noah.


*********


Pesta ulang tahun Clara pun datang...


Pesta ulang tahun Clara diberi tema black and white, dan di selenggarakan di tepi pantai yang berada dalam satu kawasan dengan sebuah hotel. Jadi, setiap tamu yang datang harus mengenakan pakaian hitam putih.


Keduanya menjadi pusat perhatian tamu undangan yang hadir. Keduanya mendekati Clara yang berdiri anggun di depan kue ulang tahunnya mengenakan dress berwarna putih ala seorang princess.


"Ini untukmu." Ucap Jimmy memberikan satu buah buket bunga mawar putih pada Clara.


"Terima kasih." Ucap Clara tersenyum, ia lalu memandang Noah.


"Maaf, aku tidak punya kado." Ucap Noah santai.


"Tidak apa-apa. Asalkan kau hadir, aku sudah sangat senang." Balas Clara.


Pesta di mulai, semua orang mulai melakukan dansa saat musik dimainkan. Clara mengajak Noah berdansa. Tapi ia menolak dan menyuruhnya berdansa bersama Jimmy.


"Aku merasa pusing." Ucap Noah setelah meminum jus yang diberikan seorang pelayan.


"Kalau begitu istirahat saja di kamar hotel. Aku akan meminta pelayan untuk mengantarmu." Balas Clara.


"Baik." Ucap Noah.


'Aku akan mengikuti rencanamu, Nona Clara.' ucap Noah dalam hati.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Jimmy panik.


"Aku tidak apa-apa. Hanya pusing saja. Kau lanjut saja berdansa dengan Clara."


"Baiklah." Ucap Jimmy.


Dalam perjalanan menuju kamar hotel, Noah bertemu dengan Sherly. Wanita itu mengenakan dress berwarna hitam, yang membuat kulit putihnya terlihat bersinar dibawah sinar lampu yang begitu terang.


"Kau mau kemana? Ayo berdansa denganku." Ajak Sherly seraya memegang tangan Noah.

__ADS_1


Noah ingin sekali menerima ajakan Sherly. Tapi ada hal yang harus ia kerjakan lebih dulu.


"Maaf, kepalaku pusing. Aku mau istirahat dulu." Ucap Noah berjalan kembali menuju kamar yang sudah di sediakan Clara untuknya.


Berselang sepuluh menit kemudian, Clara pamitan dengan Jimmy mengatakan untuk pergi ke toilet.


Tak lama, Clara berdiri di depan pintu kamar Noah.


"Maafkan aku Noah, semua ini ku lakukan untuk Mama. Dan juga, agar kau bisa menjadi milikku seutuhnya." Ucap Clara kemudian masuk ke dalam kamar.


Saat ia berjalan masuk ke dalam kamar, ia tak menemui Noah. Ia hanya menemukan segelas air putih yang ada diatas meja. Dari dalam kamar mandi, Clara mendengar suara gemercik air terdengar.


"Noah pasti tengah menyegarkan tubuhnya karena pengaruh obat itu." Ucap Clara kemudian meminum air putih yang ada diatas meja.


'Noah, kau akan jadi milikku.' ucap Clara dalam hati kemudian membuka pakaiannya.


Perlahan ia membuka pintu kamar mandi tapi tak mendapati siapapun di dalamnya. Clara justru merasakan tubuhnya menjadi panas dan tak bisa di kendalikan.


"Ada apa denganku? Kenapa malah aku yang merasakan gejala seperti ini. Dimana Noah? Ah, apa yang harus aku lakukan." Ucap Clara sambil berusaha menahan gejolak yang ada di dalam tubuhnya.


Di ruangan pesta, Noah duduk dan meminum air mineral yang diberikan seorang pengawalnya. Sementara Jimmy tengah berjalan menuju kamar dimana tadinya Noah dibawa.


"Tuan Muda, apa saya perlu...."


"Hei... Bukankah kau tadi bilang tengah sakit kepala?" Tanya Sherly tiba-tiba ada di depan Noah.


"Eh, aku sudah baikan kok." Balas Noah dengan ekspresi wajahnya yang berubah ramah.


"Siapa dia?" Tanya Sherly lagi seraya menunjuk pria yang berdiri disamping Noah mengenakan pakaian serba hitam.


"Saya, penga...."


"Dia penagih hutang." Ucap Noah menyela ucapan pengawalnya.


"Pak, tolong beri saya waktu. Saya akan melunasi hutang saya secepatnya." Ucap Noah berdiri sambil memegang tangan pengawalnya itu.


"Ha!" Sang pengawal tampak bingung dengan tingkah Noah.


"Cepat pergi dari sini." Bisik Noah dengan mata yang melotot.


"Ba-baik." Ucap sang pengawal lalu pergi.


Sherly terdiam, lalu menatap Noah dengan tatapan bingung.


"Ayo duduk." Ucap Noah menarik tangan Sherly.


"Oh ya, dimana bodyguard mu itu. Biasanya dimana ada kamu, disitu pasti ada dia." Ucap Sherly.


'Pasti dia membicarakan tentang Jimmy. Apa dia menyukai Jimmy?' pikir Noah.


"Aku tidak tahu. Mungkin saja dia tengah berada di kamar mandi." Ucap Noah dengan raut wajah kesal.


Di tempat lain...


"Hatchiii...." Jimmy menggosok hidungnya karena bersin.


"Seseorang pasti tengah membicarakan aku." Ucap Jimmy yang kini berdiri di depan pintu kamar yang di dalamnya ada Clara.


Jimmy melangkah masuk karena memang pintu tak terkunci. Ia merasa sangat khawatir dengan kondisi Noah hingga harus sampai dibawa untuk istirahat di dalam kamar.


"Noah...." Teriak Jimmy saat tak mendapati Noah ada di dalam kamar.


Dari arah belakang seseorang memeluknya dan berbisik,


"Tolong bantu aku."

__ADS_1


Jimmy membalikkan badannya dan sontak kaget mendapati Clara yang sudah tak berbusana.


Bersambung....


__ADS_2