NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Digigit


__ADS_3

Erlan mendekatkan wajahnya ke wajah Bella. Kali ini Bella mulai menutup kedua matanya ketika bibir Erlan hampir menyentuh bibirnya, Erlan dapat merasakan hangat nafas Bella tepat di wajahnya.


'Aku tidak atau sihir apa yang dia punya hingga bisa membuatku tergila-gila seperti ini. Istriku, tidak kah kau tau kau itu terlalu mempengaruhi hidupku. Kau selalu saja terlibat dalam setiap hari-hariku, bahkan ketika kau tidak ada di sampingku selama tujuh tahun. Bayanganmu terus saja berkeliaran di dalam pikiranku. Ikatan mu terlalu kuat hingga aku tidak bisa terlepas sama sekali.'


“Erlan...” Bella kembali membuka matanya beberapa saat kemudian.


Bella tampak heran karena Erlan belum juga menyentuh bibirnya. Erlan memang sedang ingin memandangi wajah cantik Bella.


Erlan mengelus pipi Bella dan masih melingkarkan tangannya di pinggang Bella. Bella tersenyum kemudian kembali memejamkan matanya. Erlan menggerakkan kepalanya mendekat ke arah Bella. Fokus mata Erlan kali ini adalah bibir Bella.


“Aku mencintaimu.” ucap Erlan.


Bella membuka mata saat menyadari Erlan melepaskan bibirnya. Dan saat bibirnya terbuka untuk membalas ucapan Erlan, Erlan kembali menciumnya lebih dalam dari sebelumnya.


Bella sedikit kaget karena Erlan melakukannya secara tiba-tiba, bahkan ketika Bella sedang membuka mulut untuk membalas perkataannya, karena itulah Erlan memperdalam ciumannya. Erlan melakukannya dengan lembut dan sangat hati-hati, ia tidak ingin Bella merasa tidak nyaman. Erlan hanya ingin mereka berdua menikmati semuanya, dan merasakan sensasi luar biasa saat melakukannya.


Cukup lama keduanya berciuman, bahkan Bella sudah mulai berinisiatif membalas ciuman Erlan.


Bella tiba-tiba berhenti dan melepaskan ciumannya.


“Ada apa?” tanya Erlan karena Bella membulatkan matanya, Erlan dapat melihat sedikit rasa kesal di sana.


“ERLAAN KENAPA KAU MENGIGIT BIBIRKU.” Bella berteriak tepat didepan wajah Erlan, membuat Erlan memundurkan kepalanya menjauh.


Bella segera mendorong tubuh Erlan yang masih memeluknya hingga Erlan duduk sedikit menjauh dari Bella.


“Ah…. itu, anu… sayang… aku tidak sengaja” Ujar Erlan dengan sedikit terbata-bata, dia mengangkat tangan kanannya untuk menyeka bibirnya yang basah. Bahkan Erlan tidak berani melihat mata Bella yang sedang menatap tajam ke arahnya.


'Aduuh, bagaimana bisa aku menggigit bibirnya seperti itu.'


“Kau ini kanibal huh? Kau mau memangsa ku hidup-hidup?” Bella terus saja mengomel di depan wajah Erlan.


'Sebenarnya tidak begitu sakit sih, hanya saja aku kaget ketika dia melakukannya.'


“Maaf, aku hanya terlalu bersemangat. Aku benar-benar menggila ketika kau memberikan sebuah respon terhadapku." Erlan menggaruk belakang kepalanya dengan sedikit malu.


“Sudahlah. Aku ingin tidur.” Bella kemudian berbaring lurus dan menarik selimut tinggi-tinggi sampai ke lehernya.


Bella melihat Erlan menggeser posisinya lebih dekat ke arahnya, kemudian menahan kepalanya dengan tangan kanan. Bella mencoba melirik Erlan dengan ekor matanya. Saat ini posisi Erlan benar-benar dekat, dan itu membuat jantung Bella berdebar hebat. Bella melihat matanya yang sayu. Terlihat sangat tampan.

__ADS_1


“Ayo kita ulangi lagi. Huh, sayang?” Erlan menyentuh ujung hidung Bella dengan telunjuknya, membuat Bella hampir tersenyum karena perlakuannya.


'Tuhan.... apa yang pria ini lakukan padaku hingga membuatku benar-benar tidak bisa marah padanya.'


“Aku sedang menikmati semuanya tapi kenapa kau tiba-tiba mengigit bibirku?” Bella kembali menggembungkan pipinya dengan pandangan kesal, sedangkan Erlan hanya menampakan wajah tanpa dosanya.


“Sayang, aku hanya terlalu bersemangat. Ayo kita coba lagi." Erlan tersenyum lebar sembari menyentuh bahu Bella dengan telunjuknya.


“Erlan, aku sudah tidak ingin. Lagi pula aku kelelahan karena seharian ini berkeliling." Jawab Bella dengan tegas.


'Sebenarnya bukan tidak ingin, hanya saja aku malu jika harus mengulanginya dari awal. Aku bahkan sudah memakinya berkali-kali sejak tadi.'


“Baiklah, aku tau ini semua salahku. Oke. Aku janji akan lebih lembut melakukannya” Erlan membulatkan matanya dengan tatapan penuh harap. Bella mengabaikannya dan membalikan tubuhnya memunggungi Erlan.


“Ya sudah, tidurlah. Sekarang sudah malam. Besok kita masih mempunyai banyak kegiatan menarik. Selamat tidur sayang.” ucap Erlan seraya mencium kepala Bella.


Bella dapat merasakan Erlan menepuk pundaknya pelan. Bella sedikit merasa bersalah karena menolak Erlan begitu saja. Bella membalikan badannya ke arah Erlan yang ternyata sudah memejamkan mata.


Bella memandangi wajah tampan Erlan yang terlihat sangat polos.


'Bibirnya, aku baru merasakannya lagi beberapa saat yang lalu. Dan kau benar-benar membuatku gila Tuan Erlan. Ikatan mu terlalu kuat hingga aku bahkan tidak mampu melepaskan mu.'


'Ah rencana Tuhan memang yang paling indah*.'


“Apa aku ini sangat tampan, huh?” Tiba-tiba Erlan membuka matanya dan berhasil memergoki Bella yang sedang memandangi wajahnya.


'Aishh, memalukan.'


“Ish, kau ini terlalu percaya diri suamiku sayang.” Balas Bella kemudian menjepit hidung mancungnya dengan jarinya. Membuat Erlan tertawa geli kemudian menarik Bella ke dalam pelukannya.


"Kau memanggilku apa tadi?" Erlan berbisik di telinga Bella, membuat wanita cantik itu merinding.


"Ayo jawab..." ucap Erlan lagi.


"Su... suamiku..." balas Bella.


Erlan membenamkan wajahnya di dada Bella.


"Apa yang kau lakukan? Emmm...." Nafas Bella tersengal, detak jantungnya begitu kencang.

__ADS_1


Erlan kemudian mencium Bella lembut, tangannya sibuk bermain di balik dress tidur yang dikenakan Bella.


Bella semakin menggeliat dan mulai merespon apa yang dilakukan Dimas.


Hingga keduanya berhenti dengan nafas yang tersengal.


"Apa kita bisa melakukannya besok? Entah kenapa aku sangat lelah." ucap Bella.


Erlan tersenyum dan mengangguk.


'Aku tidak boleh egois, meski rasanya setiap saat aku tidak tahan kala melihatnya. Tapi aku harus memikirkan perasaannya.'


“Tidurlah, istriku sayang. Honeymoon kita belum selesai.”


Erlan menyingkirkan poni di dahi Bella kemudian mengecupnya singkat. Bella tersenyum ringan kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Erlan dan memeluknya dengan erat.


'Semoga besok menjadi hari yang menyenangkan.'


"Apa besok kita bisa bermain di pantai saja?” Tanya Bella dengan semangat kemudian melirik Erlan yang ternyata sudah memejamkan mata.


'Aish, kenapa cepat sekali sudah tertidur.'


“Em, tentu saja. Pantai berada tepat di depan kamar kita. Kalau kau mau bangun pagi-pagi kita bisa menikmati sunrise besok” Gumam Erlan dengan mata terpejam, Erlan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kemudian terlelap.


Mereka berdua memang sangat tergila-gila dengan pantai.


'Pastinya akan sangat menyenangkan jika kita bisa menikmati sunrise di pinggir pantai bersama-sama. Aku sudah sangat tidak sabar menunggu pagi datang. Baiklah aku rasa hari ini sudah sangat melelahkan dan harus segera tidur sekarang juga.'


Bella menarik selimut hingga ke dadanya. Sesaat Bella melirik Erlan yang sepertinya sudah terlelap.


'Suamiku sayang, wajahmu imut sekali jika sedang tertidur seperti ini.'


Bella membalikkan badannya memunggungi Erlan dan


memejamkan matanya yang sudah terasa sangat perih karena menahan kantuk.


Tapi baru saja Bella menutup mata tiba-tiba ia merasakan tangan besar Erlan melingkar di pinggangnya. Bella tersenyum sesaat kemudian mengelus punggung tangan Erlan yang tepat berada di perutnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2