NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Honeymoon


__ADS_3

Malam ini juga setelah acara pesta usai, Erlan langsung mengajak Bella bertolak ke suatu tempat yang akan menjadi tujuan mereka berbulan madu.


"Apa harus sekarang juga?" Tanya Bella yang tengah duduk dengan Noah.


"Iya, ayo jalan." Balas Erlan.


"Tapi, bagaimana dengan semua pakaian dan...."


"Semuanya sudah diurus Pak Bimo. Kita tinggal berangkat saja."


"Tapi Noah...."


Bella memandang Noah yang sibuk dengan ponselnya.


"Pergilah Ma. Mana mungkin Noah ikut, Noah harus sekolah. Ada latihan yang harus Noah lakukan karena dua minggu lagi Noah harus terbang ke Jerman untuk show." Noah berbicara tanpa menoleh ke arah Bella.


Bella dan Erlan memandang Noah dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Kenapa?" Tanya Noah melihat kedua orang tuanya yang bingung. "Sudah cukup lihatnya. Sekarang Mama sama Papa harus jalan atau bisa terlambat." Sambung Noah kembali melihat layar ponselnya.


Bella memegang pundak Noah, membuat anak genius itu menatapnya.


"Sejak kapan? Kenapa Noah gak bilang-bilang sama Mama kalau Noah ada rencana mau show ke Jerman?"


Erlan ikut duduk berlutut dihadapan Noah, mengusap lembut kepala puteranya itu.


"Tidak penting Ma, Pa. Sekarang cepat berangkat, berjanjilah kalian akan kembali saat Noah berangkat ke Jerman. Mama dan Papa harus temenin Noah."


"Kalau gitu Mama dan Papa gak jadi pergi." Ucap Bella yang membuat wajah Erlan berubah masam.


"Jangan begitu Ma. Papa juga butuh waktu berdua dengan Mama. Ayo, Noah antar sampai depan. Semua orang sudah menunggu dibawah." Noah menarik tangan Bella menuju lantai bawah diikuti Erlan yang mengekor dibelakang mereka.


Riuh suara orang bersorak dan bertepuk tangan saat melihat Bella dan Erlan bergandengan tangan keluar ditemani Noah yang ikut bersorak.


"Semuanya sudah siap Tuan." Ucap Pak Bimo.


Erlan mengangguk dan membukakan pintu mobil untuk Bella.


"Sebentar..." Ucap Bella kemudian berjalan mendekati Pak Indra dan memeluknya.


"Terima kasih Pa."


Pak Indra mencium kening puterinya lembut, "Bersenang-senanglah." Pesannya.


Bella kemudian berjalan ke arah Bu Maya, Bu Maya langsung memeluk Bella, begitu seterusnya dengan Clarissa hingga Tuan Adam.


Terakhir, Bella memeluk Noah.


"Mama tinggal sebentar ya. Noah jangan nakal, dengarkan ucapan Opa dan Om Vino. Jangan menyusahkan Pak Bimo dan para pelayan lainnya ya."


"Siap Boss." Ucap Noah seraya mengangkat tangannya hormat pada Bella. "Jadi Papa benar-benar tidak akan memberitahu Mama, kemana Papa akan membawa Mama?" Tanya Noah.


"Tidak, Papa bilang ini kejutan."

__ADS_1


"Pasti tidak akan jauh dari pantai. Kalau gitu Mama jangan lupa pakai topi, tabir surya. Dan ingat jaga diri Mama baik-baik."


Bella kembali memeluk puteranya yang terlihat sangat dewasa itu.


"Mama akan selalu menjaga diri Mama baik-baik. Noah juga ingat jaga diri baik-baik ya." Bella mencium kening Noah.


"I love you Ma."


"I love you too sayang."


Noah berlari memeluk Erlan dan berpesan, "tolong jaga Mama dengan baik Pa. Segera berikan Noah dan keluarga kita kabar baik."


Erlan mengernyitkan dahi, saling tatap dengan Bella.


"Segera berikan Noah adik." Lanjut Noah yang membuat Bella dan Erlan menahan senyum.


Keduanya masuk ke dalam mobil dan diantar Pak Bimo menuju bandara.


Setelah satu jam diatas pesawat, keduanya mendarat di sebuah kota yang begitu ramai dengan turis-turis yang lalu lalang. Mereka singgah beberapa saat menikmati konser musik yang kebetulan sedang digelar disebuah lapangan.


Erlan dan Bella kemudian melanjutkan perjalan menuju sebuah pelabuhan, di mana mereka menaiki kapal pesiar mewah. Kapal pesiar membawa mereka ke sebuah pulau tak berpenghuni bernama MK Island


"Ku pikir kita akan tinggal di kota?"


"Semuanya sudah disiapkan Pak Bimo. Pak Bimo bilang kita perlu tempat yang sunyi, dan jauh dari orang-orang. Jadi MK Island ini tempat yang cocok." Ucap Erlan menjelaskan.


"MK Island?" Bella terlihat penasaran.


"Pulau ini diberikan Mama sebagai hadiah ulang tahunku. Aku menamai pulau ini dengan inisial nama Mama. MK, Marry Kathrine."


Erlan tampak berusaha membuat Bella terkesan dengan membawa semua tas mereka ke dalam villa bernuansa romantis lalu menggendongnya ke kamar.


"Kau tidak perlu melakukan ini," ujar Bella terkejut ketika Erlan tiba-tiba menggendongnya.


"Semua ini adalah tradisi yang harus pasangan pengantin baru." Ucap Erlan meyakinkan Bella.


Pasangan baru itu tampak saling malu-malu memandang satu sama lain.vBella berjuang untuk menyembunyikan kegugupannya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.


Erlan membuka sepatu dan kemeja yang dikenakannya.


"Cuacanya sangat panas."


Bentuk tubuh Erlan yang proporsional tampak jelas dilihat Bella. Degup jantung Bella semakin kencang kala Erlan mendekatinya dan mulai meraba tengkuk dan mulai mencium bibirnya.


"Tunggu sebentar, aku perlu waktu." Ucap Bella gugup saat Erlan hendak mengangkat tubuh Bella ke atas tempat tidur.


"Baiklah, jangan buat aku menunggu terlalu lama, Nyonya Alexander."


Erlan menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur. Sementara Bella dengan cepat menyambar tas pakaiannya lalu menuju ruang ganti.


Bella menatap dirinya di cermin, mulai membasuh wajah, menyikat gigi dan hendak mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Namun saat membuka tas pakaian, betapa kagetnya Bella melihat isi tas itu. Semuanya berisi lingerie yang begitu seksi.


"Pak Bimooo...." Teriak Bella yang membuat Erlan kaget mendengar teriakannya.

__ADS_1


"Ada apa?" Erlan mengetuk pintu kamar mandi karena khawatir pada Bella.


"Tidak apa-apa. Tadi ada kecoa." Ucap Bella.


"Apa kau ingin aku masuk untuk mengusir kecoa itu?"


"Tidak perlu."


"Kalau begitu cepatlah, atau aku akan melakukannya di kamar mandi." Goda Erlan.


Bella semakin terlihat gugup.


'Ya Tuhan, meski sebelumnya aku pernah melakukannya dengan orang yang sama. Tapi aku tidak menyadari hal itu, dan yang sekarang semua begitu berbeda. Ini seperti pengalaman pertamaku.'


Bella berusaha mengatur nafasnya agar lebih rileks. Setelah beberapa saat menunda-nunda, Bella keluar dari ruang ganti menggunakan lingerie berwarna hitam.


Erlan yang tengah duduk memandang lautan yang memang langsung terlihat dari dalam kamar, langsung berdiri dan terpaku menatap Bella yang berdiri malu-malu. Perlahan Bella berjalan ke arah Erlan dan mereka berpelukan.


Meski gugup, perlahan Bella akhirnya merasa rileks karena perlakuan lembut Erlan terhadapnya, hingga keduanya merengkuh indahnya malam pengantin baru.


Sinar mentari menerangi pagi hari yang cerah. Bella bangun dengan perasaan bahagia dan lega.


Bella kemudian masuk ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya. Kenangan tentang kejadian semalam sangat membekas di ingatan Bella. Perlakuan lembut Erlan benar-benar membuatnya terlena.


Bella keluar dari kamar mengenakan dress mini yang sudah disediakan Pak Bimo dalam koper. Meski awalnya Bella malu memakainya, tapi tidak ada pakaian lain lagi yang bisa ia pakai.


'Toh kami hanya berdua disini.' pikir Bella.


"Selamat pagi sayang. Ayo sarapan. Aku sudah membuat sesuatu untukmu." Sapa Erlan.


Bella tampak melongo karena di meja makan sudah tersedia berbagai makanan yang terlihat menggugah selera.


"Apa kau yang memasak semua ini?"


"Tentu saja. Apa kau pikir aku tidak bisa memasak?"


"Siapa yang akan menyangka kalau lelaki dingin sepertimu bisa memasak. Tapi, apa rasanya enak." Ucap Bella seraya duduk di kursi.


Erlan tertawa kemudian menaruh beberapa potong makanan ke piring Bella.


"Sayang, kau harus banyak makan ikan salmon. Karena sangat Bagus untuk kesehatan ibu hamil."


Bella melotot.


"Kenapa? Wajar kan aku menginginkan anak, kau sudah resmi menjadi Nyonya Alexander. Lagi pula Noah berpesan agar kita segera memberinya adik. Jadi selesai sarapan kita program lagi."


"Kau ini..." Ucapan Bella terhenti kala Erlan mencium bibirnya.


"Aku ingin memiliki sepuluh anak denganmu. Kita baru punya satu, jadi sisa sembilan. Bersiaplah, makanlah yang banyak agar kau bertenaga."


"Aaaahhh apa kau pikir aku ini mesin pembuat anak?" Ucap Bella sebal.


Erlan tertawa dan mulai menyuapi Bella. Mereka berdua saling membalas senyuman sambil terus mengunyah makanan masing-masing.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2