
Bella dan keluarganya membawa jenazah Clarissa menuju kediaman Alexander. Noah sebelumnya sudah menelepon Jimmy untuk memberitahukan nya tentang hal itu agar clara bisa langsung menuju rumah mereka ketika tiba di kota.
Berselang 1 jam kemudian clara tiba di kediaman Alexander dan langsung berlarian ke dalam rumah. Clara langsung histeris saat melihatmu sang mama sudah ter bujur kaku dan ditutup sebuah kain putih. Clara menangis jadi jadinya. Dia tak menyangka jika harus bertemu dengan mama dalam kondisi yang sudah tak bernyawa lagi.
"Ma bangun Ma... Ayo bangun jangan tinggalkan aku sendirian. Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Mama. Bangun Ma tolong..." Isak Clara.
Jimmy memegang pundak Clara yang memeluk tubuh Sang Mama. Jimmy ikut merasakan kesedihan yang dialami Clara, mengingat dirinya juga sudah kehilangan sosok seorang ibu sejak ia masih kecil dulu.
Jimmy tak tahu harus mengatakan apa. Ia takut salah bicara dan memilih diam sambil terus mengelus punggung Clara. Sementara Sherly yang sejak tadi terdiam tiba-tiba ikut terisak. Bahkan isakan nya lebih keras dari suara isakan Clara. Hal itu membuat orang-orang menatapnya heran.
Erlan melihat ke arah Noah dengan menaikkan alisnya. Noah membalas dengan menaikkan pundaknya. Erlan kembali membuat gerakan pada matanya seolah meminta Noah untuk membawa Sherly keluar dari ruang keluarga dimana jenazah Sherly dibaringkan.
Noah memutar bola mata dengan malas kemudian menggandeng Sherly keluar ke halaman belakang rumah.
"Ada apa denganmu? Sejak tadi di rumah sakit, kau baik-baik saja. Kenapa sekarang tiba-tiba menangisi Tante Clarissa?" Tanya Noah setelah mengajak Sherly duduk di bangku panjang yang tersedia di halaman belakang.
"Aku jadi teringat kedua orang tuaku." Balas Sherly. "Hari ini tepat sepuluh tahun mereka meninggal. "Dan aku sudah lima tahun tak lagi mengunjungi makam mereka. Itulah mengapa aku menangis. Aku jadi teringat hari dimana orang tuaku meninggal." Lanjut Sherly sambil mengusap matanya yang terus berair.
Noah tiba-tiba mendekap tubuh Sherly ke dalam pelukannya. Sherly sontak saja kaget dengan perlakuan yang diberikan Noah terhadapnya.
"Menangis lah jika itu bisa mengurangi rasa sakit mu. Aku ada disini bersamamu." Ucap Noah.
Mendengar ucapan Noah, membuat Sherly semakin menangis. Ia kembali terisak. Teringat akan pelukan Papa nya yang selalu menenangkannya.
Sherly sebenarnya terlahir dari keluarga yang berkecukupan di Negara tetangga. Sherly terbiasa hidup serba ada, hingga suatu hari usaha yang dijalani Sang Papa bangkrut karena tertipu rekan bisnis yang membawa kabur sejumlah dana besar yang digunakan Papa nya untuk investasi.
Sejak saat itu kehidupan Sherly berubah. Semua aset dan rumahnya disita oleh Bank. Kehidupan Sherly semakin terpuruk saat kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan yang menimpa ketiganya saat menaiki bis yang membawa mereka keluar dari kota asal mereka.
Orang tua Sherly terluka parah, hingga membuat mereka meninggal di lokasi kejadian. Sementara Sherly sempat tak sadarkan diri selama dua hari, dan saat terbangun ia sudah mendapati bahwa kedua orang tuanya telah meninggalkan dirinya seorang diri.
Hal itu membuat dunia Sherly runtuh, ia awalnya begitu putus asa. Namun, pada tahun berikutnya ia memilih keluar dari negaranya. Meninggalkan segala duka dan kenangan pahit yang ada. Dengan sisa tabungan yang ia kumpulkan, ia akhirnya bisa berangkat ke Negara tetangga dan memulai hidupnya.
Semua kenangan itu tiba-tiba kembali diingat Sherly hingga membuatnya terus menangis. Dengan lembut Noah mengelus pundak wanita malang itu. Sesekali Noah juga mengelus kepala Sherly hingga tangisnya mulai mereda.
Sementara itu di ruang keluarga, tak jauh beda dari taman belakang kediaman Alexander. Clara terus saja menangis, bahkan kini ia seperti meraung-raung. Ia tak bisa menerima kepergian Sang Mama yang meninggalkannya begitu cepat.
Bella mendekat ke arah Clara yang sontak membuat Jimmy perlahan mundur.
"Sayang, tenangkan dirimu..." Ucap Bella mengelus pucuk kepala Clara.
Mendengar suara Bella yang begitu lembut, membuat Clara berbalik dan menatap Bella. Pandangan mata Bella yang meneduhkan membuat Clara sontak memeluk Bella dengan erat.
"Mama meninggal. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." Isak Clara. "Aku sendirian." Lanjutnya.
__ADS_1
"Siapa bilang kamu sendirian. Kamu punya Tante dan seluruh keluarga ini. Mama kamu pasti sudah memberitahumu siapa Tante kan?" Ucap Bella dengan matanya yang terlihat sembab.
Clara melepaskan pelukannya dan menatap Bella lalu mengangguk.
"Kalau begitu, jangan lagi bilang kalau kamu sendirian. Kamu punya Tante dan seluruh keluarga ini. Sekarang tenang ya. Tidak baik terus menangisi orang yang sudah meninggal. Sedih boleh, tapi jangan berlarut. Karena kita semua juga akan mengalami hal yang namanya kematian. Hanya saja, kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita. Kuatkan hatimu ya sayang." Ucap Bella.
Clara menjadi begitu tenang setelah mendengar ucapan Bella.
Sore itu juga jenazah Clarissa dimakamkan. Tak banyak orang yang datang, karena memang Bella meminta tak perlu memberi tahu orang lain. Hanya anggota keluarga terdekat saja yang hadir. Karena bagaimanapun, Clarissa sudah tidak memiliki keluarga lain selain Bella yang nyatanya hanya sebagai kakak sambungnya dulu.
Saat pemakaman dilaksanakan, tak ada lagi tangis dari Clara. Ia sudah lebih kuat dan tegar. Ia hanya bisa berdoa, semoga Tuhan bisa memaafkan segala kesalahan yang dilakukan Mama nya semasa ia hidup dulu.
*********
Satu minggu berlalu, rencana pernikahan Noah dan Sherly tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana, yaitu dalam waktu satu minggu lagi. Clara dan Jimmy tak kembali ke kota tempat mereka bekerja, karena ikut sibuk mempersiapkan pernikahan Noah dan Sherly.
Hari ini semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga membahas masalah pernikahan yang akan dilaksanakan dalam waktu satu minggu lagi.
Sherly yang melihat semua orang bahagia merasa semakin bersalah. Pernikahannya dengan Noah padahal ia rencanakan hanya untuk sebuah kepura-puraan agar tak dideportasi. Semua orang tertawa saat Erlan menceritakan tentang momen lucu yang terjadi saat pernikahannya bersama Bella. Namun, Sherly selalu saja menampilkan wajah yang murung. Noah yang menyadari hal itu ingin mengajak Sherly bicara berdua. Tapi, terhalang karena Jimmy berdiri dam hendak mengumumkan sesuatu dihadapan semua orang.
"Ada apa Jimmy? Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu yang penting." Ucap Erlan.
"Begini Om. Dihadapan semua orang yang ada di ruangan ini, aku ingin mengatakan bahwa aku dan Clara sudah bertunangan." Ucap Jimmy yang sontak membuat semua orang terkejut, terutama Noah. "Clara sudah menerima lamaran ku. Sebagai orang yang kini bertanggung jawab atas diri Clara, aku ingin minta izin pada Tante Bella untuk menikahi Clara." Lanjut Jimmy.
"Bukankah Clara masih terlalu muda untuk menikah? Usianya bahkan baru 20 tahun sekarang. Tante pikir Clara mau melanjutkan pendidikannya dulu." Ucap Bella yang membuat Jimmy kecewa. "Tapi, meski begitu. Tante serahkan semuanya sama Clara. Jika dia memang sudah siap menikah, ya Tante bisa apa. Toh juga pria yang mau menikahinya adalah kamu. Tante sudah mengenal siapa kamu. Dan Tante rasa kamu tidak akan berani menyakiti Clara." Ucap Bella.
Jimmy kembali tampak bersemangat. Ia berjalan mendekati Bella dan berlutut dihadapannya.
"Aku janji Tante. Aku gak akan pernah menyakiti Clara." Ucap Jimmy.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kalian juga menikah minggu depan bersama dengan Noah dan Sherly." Kali ini Tuan Besar Adam yang memberi ide.
Semua orang setuju, termasuk juga Bella. Clara tak berkomentar apa-apa. Ia ikut saja apa yang di rencanakan Jimmy dan keluarga Alexander.
"Sekarang, kalian dengerin apa yang akan Tante katakan. Terkhususnya untuk Noah dan Sherly. Kalian dengerin baik-baik apa yang Mama sampaikan ini." Ucap Bella serius.
Noah dan Sherly memandang Bella yang tersenyum.
"Menikah memang awalnya indah dan akhirnya juga dapat tetap indah. Namun dalam proses menjaga keharmonisan rumah tangga, banyak hal-hal yang dapat terjadi.
Bersama setiap waktu merupakan hal yang diinginkan oleh setiap pasangan. Namun, kita semua perlu tahu bahwa menyatukan perbedaan dari dua individu yang baru hidup bersama setelah menikah harus disertai dengan komitmen tulus. Hal tersebut karena akan ada banyak perbedaan yang harus dikompromikan oleh pasangan suami istri termasuk akan timbulnya masalah terutama saat saat awal menikah.
Berbagai masalah tersebut misalnya masalah keuangan, perbedaan karakter, hubungan suami istri, perhatian, dan lain sebagainya." Ucap Bella yang membuat seisi ruangan terdiam.
__ADS_1
'Wah, isteriku mau mulai menceramahi anak-anak.' ucap Erlan dalam hati.
"Tujuan pernikahan bukanlah ingin hidup bahagia, melainkan ingin membuat hidup lebih baik. Tidak dipungkiri bahwa semua orang di dunia ini ingin hidup bahagia. Namun, dalam pernikahan tak akan selamanya ditemukan kebahagiaan karena pasti ada berbagai ujian.
Dengan adanya berbagai ujian, melalui pernikahan, kalian akan dilatih menjadi orang yang lebih baik lagi, terutama saat kalian berhasil melewati hal-hal yang terasa sulit dengan pasangan kalian.
Dengan menikah, berarti kalian memilih untuk berkomitmen. Jangan menikah hanya karena rasa cinta, sebab rasa itu bisa hilang seiring berjalannya waktu. Namun, dengan komitmen yang selalu dijunjung tinggi maka hubungan pernikahan akan langgeng sampai akhir hayat." Lanjut Bella.
"Satu hal lagi." Sambung Erlan. "Pernikahan itu, bukan hanya menyatukan dua individu. Melainkan dua buah keluarga. Jadi, untuk kamu Jimmy. Segera beritahu keluarga mu, akan rencana pernikahan ini."
"Tentu saja Om. Aku sudah membicarakannya dengan Papa. Dan Papa sudah setuju, hanya saja Papa belum sempat bertemu calon menantunya." Balas Jimmy.
"Ngomong-ngomong masalah keluarga. Bagaimana dengan keluarga Sherly? Apa tak ada seorang pun yang bisa datang?" Tanya Tuan Besar Adam.
Sherly terdiam, ia tak tahu bagaimana harus menjelaskan semuanya pada keluarga Noah. Sebelumnya dia dan Noah sudah mengatakan bahwa dia berasal dari kota tempat Noah bekerja dan sudah tak memiliki orang tua. Noah dan Sherly tak pernah menceritakan bahwa Sherly berasal dari Negara lain.
"Mmmm itu...." Sherly menjadi gugup.
"Sherly tak punya keluarga. Kalaupun ada, mereka tak pantas disebut keluarga karena tak pernah menghiraukan Sherly sejak kedua orang tuanya meninggal." Ucap Noah yang membuat seisi ruangan menatap Sherly dengan iba.
Bella yang duduk disamping Sherly menarik wanita berambut panjang itu kedalam pelukannya.
"Jangan sedih. Sekarang kamu sudah menjadi anggota keluarga Alexander." Ucap Bella yang membuat Sherly semakin terus merasa bersalah.
Bersambung.....
Hai semuanya....
Apa kabar???
Maaf ya baru bisa update hari ini, dikarenakan sibuk mengerjakan misi kepenulisan yang mengharuskan Author fokus kesana. Tapi, sekarang sudah aman. InsyaAllah kedepannya kisah Noah akan update setiap hari...
Mohon dukungan kalian semua yaa.... 🙏🙏
Dan terima kasih buat kalian yang terap setia membaca karya ini... 😘😘
Oh ya, jangan lupa baca karya Author yang lainnya juga ya. Ada banyak kisah menarik lainnya loh, dijamin terhibur... 😉😉
Salam sayang,
Dari Author...
La-Rayya ❤️
__ADS_1