
Hari ini, Bella dan Erlan tengah menemani Noah menuju bandara. Noah akan segera berangkat menuju Amerika.
"Apa Noah yakin untuk berangkat sendirian?" tanya Bella.
"Yakin Mah." balas Noah.
Noah akan berangkat menuju Amerika menggunakan pesawat jet pribadi dan ditemani oleh seorang pengawal yang diutus Erlan.
Di Amerika, Noah sudah ditunggu oleh Vino yang sudah berada di sana terlebih dahulu. Vino sudah berangkat beberapa hari yang lalu untuk melanjutkan pendidikannya di sana. Dia sudah memutuskan untuk berubah dan tidak lagi melakukan hal yang akan mempermalukan nama baik keluarganya. Termasuk bertemu dengan Clarissa.
Vino benar-benar memutuskan akses untuk berhubungan dengan Clarissa lagi. Dia telah menyadari kesalahan yang diperbuat nya dan berjanji kepada Tuan Besar Adam untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
"Bagaimana kalau Papa saja yang menemani Noah kesana." Ucap Erlan.
"Sudah Noah bilang, tidak usah Pa. Noah bisa sendiri. Papa sama Mama tenang saja, toh disana Om Vino yang akan langsung menjemput Noah di bandara. Dan di pesawat pun Noah tidak akan sendiri, ada Pak Danu yang nemenin."
Bella memeluk Noah erat dan berusaha menciumnya.
"Mama jangan gini dong. Noah sudah besar, malu kalau selalu dicium sama Mama." Protes Noah.
Bella tersenyum dan malah semakin memaksa untuk mencium Noah.
Tiba di bandara, Bella tak henti-hentinya menangis. Ingin sekali dirinya ikut bersama Noah. Tapi Noah melarangnya.
Setelah berpamitan, Noah berjalan ke arah pesawat jet. Bella dan Erlan yang memiliki akses untuk mengantar Noah sampai ke naik pesawat terlihat saling menguatkan. Terutama Erlan, semampunya dia berusaha untuk membuat Bella tegar.
Saat sudah mendekati pesawat, tiba-tiba Noah berbalik dan berlari memeluk Bella.
"Noah sayang sama Mama. Mama harus janji gak akan nangis karena jauh dari Noah. Noah akan sedih jika Mama terus menangis. Noah pergi untuk melanjutkan pendidikan Noah. Noah bahagia Ma, jadi seharusnya Mama juga harus bahagia." Ucap Noah dengan memeluk Bella erat.
Dengan air mata yang berlinang Bella berusaha tegar dan berucap, "Tentu saja Mama bahagia sayang. Bahagia sekali. Hanya saja, Mama belum terbiasa berjauhan dari Noah." Isak Bella.
"Sekarang kan Mama punya Papa. Papa akan selalu menemani Mama menggantikan Noah. Bukan begitu Pa?" Tanya Noah melihat ke arah Erlan yang berdiri di belakang Bella.
"Tentu saja sayang. Papa janji akan selalu menemani Mama Noah." Balas Erlan.
"Berjanjilah untuk selalu membuat Mama bahagia ya Pa."
"Pasti anakku."
Untuk pertama kalinya, Noah menciumi Mamanya. Mulai dari kening hingga ke pipi Bella. Sejak kecil Noah memang tak suka diciumi.
******
Hari berikutnya, pukul 9 pagi, Bella berangkat menuju kediaman Papa nya. Pak Indra pagi-pagi sudah mengundang Bella untuk datang ke rumahnya sesuai permintaan Bu Maya.
__ADS_1
"Bella sedang dalam perjalanan. Sebenarnya kenapa Mama minta dia datang kemari?" Tanya Pak Indra pada Bu Maya.
"Mama hanya mau mengundang Bella untuk makan siang Pa. Siapa tau bisa mengobati kesedihan yang tengah dirasakannya karena di tinggal Noah pergi ke Amerika." Jawab Bu Maya meyakinkan Pak Indra. "Lagian Mama juga mau belajar bagaimana caranya membuat kue kesukaan Papa itu." Lanjut Bu Maya yang membuat Pak Indra menganggukan kepalanya.
"Mama benar juga. Bella pasti masih sedih karena ditinggal sang Mama " ucap Pak Indra.
Bu Maya tersenyum lalu berjalan ke lantai atas untuk menemui Clarissa.
"Bagaimana Ma?" Tanya Clarissa yang tengah duduk di kamarnya.
"Semuanya beres, sekarang tinggal kamu aja yang beraksi." Balas Bu Maya dibalas senyuman licik Clarissa.
Tiga puluh menit kemudian, Bella tiba. Dia langsung masuk untuk duduk bersama Pak Indra.
"Kenapa Papa minta Bella kemari?" Tanya Bella.
"Apa sekarang karena kamu sudah jadi Nyonya Erlan Alexander, jadi Papa harus mempunyai alasan dulu baru bisa bertemu denganmu?" Ucap Pak Indra.
Bella menggenggam tangan Pak Indra lembut, "Bukan begitu Pa. Hanya saja aku merasa heran, tumben pagi-pagi begini Papa minta aku datang kemari."
"Papa cuma mau ketemu kamu. Ini juga atas ide Mama kamu. Dia bilang, kamu bisa saja tengah sedih karena di tinggal Noah."
Bella kembali teringat Noah, lalu mengambil ponselnya. Hendak menghubungi Vino. Tapi urung ia lakukan karena kedatangan Bu Maya yang langsung duduk disampingnya.
"Eh Bella sudah sampai ya!" Seru Bu Maya dengan tampang yang bahagia. "Lepas ponsel kamu sekarang juga ayo kita ke dapur. Kamu harus ajari Mama bagaimana caranya membuat kue. Karena Papa kamu sangat menyukai kue buatan kamu." Sambung Bu Maya sambil merampas ponsel Bella dan meletakkannya diatas meja ruang tengah.
"Mau kemana kamu sudah rapi begini?" Tanya Pak Indra.
"Aku ada janji sama teman Pa. Sebentar aja kok. Nanti balik lagi." Jawab Clarissa beralasan.
"Tapi kakakmu ada disini."
"Pa, ayolah. Aku hanya sebentar kok. Lebih baik sekarang Papa ke belakang deh. Lihatin sana burung beo Papa. Bukannya belum diberi makan." Ucap Clarissa.
"Perasaan tadi Papa sudah..."
"Papa mulai pikun ya. Sejak pagi tadi Papa itu belum ke belakang. Udah sana." Clarissa mendorong paksa Pak Indra agar pergi mengurus burung beo kesayangannya.
Setelah Pak Indra pergi, dengan cepat Clarissa menyambar ponsel Bella. Dan mulai mengetikkan suatu di menu pesan dengan senyumannya yang licik.
******
Di gedung Xander Group....
Erlan yang tengah duduk memeriksa laporan keuangan tersenyum saat sebuah pesan masuk ke ponselnya.
__ADS_1
[Sayang, temui aku di hotel XX, sekarang juga. Aku punya kejutan untukmu..]
"Kau mulai nakal, apa kau tengah menyiapkan sesuatu untukku." Ucap Erlan.
Pak Bimo yang tengah bersama Erlan mengerutkan dahinya.
"Ada apa Tuan Muda?" Tanya Pak Bimo.
"Kau lanjut semuanya. Aku sedang ada urusan pribadi." Jawab Erlan seraya berjalan keluar dari ruangannya dan membalas pesan dari nomor Bella.
[Aku kesana juga sekarang sayang.]
Clarissa yang tengah memegang ponsel Bella tersenyum licik saat membaca pesan Erlan.
"Kena kau Erlan. Sebentar lagi kau akan jadi milikku." Ucap Clarissa pelan kemudian berjalan keluar rumah setelah menghapus pesan itu.
Clarissa segera melajukan mobilnya menuju hotel XX secepat mungkin.
"Kau memang bodoh Bella, untung saja ponselmu tidak diberi pin atau semacamnya. Jadi aku bisa leluasa menggunakannya. Hahahaha...."
Clarissa tiba lebih dulu di hotel XX, karena memang jaraknya yang tak jauh dari kediamannya. Sementara Erlan membutuhkan waktu yang lebih lama sebab jaraknya yang lumayan jauh.
Clarissa lalu memesan sebuah kamar atas nama Bella Alexander. Dan mengatakan pada manager hotel, bahwa Erlan Alexander akan datang ke hotel ini dan kamar yang dipesannya itu merupakan pesanan dari istri Tuan Erlan sang CEO Group Xander yang paling terkenal di negara mereka.
Mendengar nama Erlan Alexander membuat Manager hotel kegirangan. Awalnya ia curiga dengan gerak-gerik Clarissa, namun karena nama Erlan disebut secepat kilat raut wajahnya berubah sumringah.
"Suatu kehormatan untuk hotel kami bisa melayani Tuan Erlan, Nona." Ucap Manager hotel pada Clarissa yang sengaja mengenakan kacamata hitam dan masker agar tak dikenali.
"Maka layani Tuan Erlan dengan baik. Istrinya akan memberikan kejutan untuknya. Maka dari itu kalian harus merahasiakan semuanya." Lanjut Clarissa dibalas anggukan Manager hotel.
Tak lama kemudian, sosok Erlan masuk ke lobi hotel, membuat sang Manager hotel semakin sumringah.
"Selamat datang di hotel XX Tuan Erlan. Suatu kehormatan untuk hotel kami karena dikunjungi oleh anda. Mari ikut saya. Nona Bella sudah memesan kamar untuk anda." Ucap Manager hotel kemudian berjalan beriringan dengan Erlan yang tak mengatakan sepatah katapun.
Sementara di sudut lobi hotel, Clarissa tersenyum penuh kemenangan.
"Kena kau Erlan sayang."
Bersambung....
Note: pemberitahuan untuk semuanya, mohon maaf sebelumnya. Untuk 2-3 hari kedepan aku mungkin tidak bisa update, dikarenakan ada acara keluarga. Ku harap Kalian semua bisa mengerti dan tetap setia menunggu kelanjutan kisah kegeniusan Noah, beserta cinta kedua orang tuanya, Erlan dan Bella... 🙏🙏
*Terima kasih semuanya untuk dukungan kalian...
Jangan lupa tekan tombol like, vote atau kasih hadiah juga ya. Bila perlu komen juga untuk kasih saran atau kritikan kalian buat kisah ini*.... 😘😘
__ADS_1
Salam hangat dariku, La-Rayya ❤️❤️