
Erlan dan Bella akhirnya resmi menjadi pasangan suami isteri setelah mengucap janji sehidup semati di depan Pak Indra dan para tamu undangan lainnya.
Raut wajah keduanya terlihat begitu bahagia. Tak jauh berbeda dengan Noah, bibir bocah yang kini sudah berusia tujuh tahun itu tak henti-hentinya mengukir senyum bahagia.
"Sungguh pasangan yang serasi." ujar para tamu undangan.
Diantara semua orang yang menampilkan senyum tulus yang ikut berbahagia dengan pasangan pengantin, ada dua orang yang tengah menahan kebencian mereka. Siapa lagi kalau bukan Bu Maya dan Clarissa. Namun, tak ada yang bisa mereka lakukan selain berpura-pura ikut bahagia dengan pernikahan yang sebenarnya ingin sekali mereka hancurkan.
"Sabar-sabar.... Suatu saat kau akan berada di posisiku Bella. Dan Erlan akan menjadi milikku selamanya."
Bu Maya mengelus punggung puteri yang amat sangat disayanginya itu.
"Mama akan selalu mendukung kamu. Dan Mama akan membuat semua keinginan kamu tercapai. Bagaimanapun caranya."
Saat tengah asyik mengobrol berdua, Vino datang mendekati Clarissa dan Bu Maya.
"Hai Tante Maya, Clarissa." Ucap Vino.
Bu Maya tersenyum ke arah Vino sementara Clarissa tampak acuh tak acuh.
"Eh, Tuan Muda Vino." Balas Bu Maya.
"Kenapa kalian berdua disini? Sekarang sudah waktunya sesi foto keluarga. Tante Maya seharusnya segera kesana untuk mendampingi Kak Erlan dan Kakak Ipar Bella."
"Baiklah, Tante kesana dulu. Kamu tolong temani Clarissa ya."
Bu Maya berjalan ke arah dimana Erlan dan Bella beserta para orang tua berdiri.
Vino mendekati Clarissa yang raut wajahnya tak bisa menyembunyikan kekesalannya melihat rona bahagia di wajah Bella.
"Aku tahu kau cemburu dan sakit hati karena Kak Erlan menikahi Bella. Tapi, setidaknya sekarang kau sudah harus mengikhlaskan dan ikut bahagia. Karena bagaimanapun mereka sudah menjadi suami isteri yang telah berjanji untuk sehidup semati. Jadi kau tidak akan memiliki kesempatan untuk merusak hubungan mereka." Ucap Vino.
"Kau bicara apa sih?" Clarissa terlihat kesal.
"Apa kau pikir aku bodoh, sejak tadi kau terlihat tidak bahagia akan pernikahan ini. Menyerahl ah, aku mengenal Kak Erlan dengan sangat baik. Mau kau lebih cantik dari Kak Bella seratus kali lipat pun tak akan membuat ia berpaling dari Kak Bella."
Clarissa terdiam, telinganya terasa panas mendengar ucapan Vino dan semakin membuatnya sakit hati.
"Lebih baik kau menjadi kekasihku saja. Aku tak kalah tampan dengan Kak Erlan." Vino terlihat menyombongkan diri.
Alvino Alexander, putera kedua dari Keluarga Alexander memang memiliki paras yang tak kalah tampan dari sang kakak, Erlan Alexander.
__ADS_1
Namun, hal yang membedakan keduanya adalah sifat mereka. Jika Erlan memiliki sifat yang tegas, dan tidak banyak bicara. Lain halnya dengan Vino. Pria yang kini berusia dua puluh tiga tahun itu memiliki sifat kekanak-kanakan, jahil, dan banyak bicara. Hal itu yang selalu membuatnya menjadi bulan-bulanan Erlan.
"Aku tidak doyan dengan bocah." Ucap Clarissa.
"Wah wah wah, menurut data yang aku terima. Kau itu hanya dua tahun lebih tua dariku. Jika aku sekarang berusia dua puluh tiga tahun, berarti usiamu sekarang baru dua puluh lima. Tidak akan menjadi masalah kalau kita pacaran. Malah banyak laki-laki muda sepertiku yang menikah dengan wanita yang bahkan lebih tua sepuluh tahun darinya."
"Sudah ku katakan, aku tidak doyan dengan bocah apalagi yang banyak bicara sepertimu."
Vino tertawa, "Mari bertaruh, suatu hari nanti kau akan berlutut meminta pertolongan kepadaku. Dan sebagai syaratnya, pada saat itu juga aku akan melakukan sesuatu yang memang aku inginkan kepadamu."
Setelah mengucapkan hal itu, Vino berlalu meninggalkan Clarissa.
"Dasar nggak jelas." Gerutu Clarissa.
Acara pernikahan berlanjut hingga malam hari dengan mengadakan pesta.
Tak kalah indah dengan tema dekorasi pada pagi hari tadi. Kini pada malam pesta pernikahan, dekorasi masih dengan banyak bunga yang bertaburan. Dihiasi dengan lampu-lampu kecil berwarna warm, membuat suasana malam menjadi begitu romantis.
Jika pagi tadi Erlan dan Bella mengenakan jas dan gaun yang sangat indah. Malam ini keduanya tampil lebih santai. Erlan mengenakan kemeja polos warna putih bersanding dengan Bella yang mengenakan dress dengan bahu yang terbuka.
Anggota keluarga dan tamu yang lainnya mengenakan pakaian berwarna putih juga. Tak ketinggalan Noah juga tampil modis dengan kemeja putih dipadukan dengan celana pendek dan mengenakan snickers.
Di tengah-tengah ruangan, berdiri megah kue pernikahan. Erlan dan Bella memilih kue putih bertingkat dengan hiasan dedaunan serta bunga-bungaan putih yang sesuai dengan tema dan dekorasi pernikahan mereka.
Ada sebuah panggung kecil yang berdiri sebagai tempat para pemain musik untuk melantunkan berbagai lagu romantis.
Sebelum dansa dimulai, beberapa anggota keluarga termasuk Erlan naik ke atas panggung mengucapkan beberapa kata untuk pasangan pengantin yang fenomenal itu.
Dimulai dengan Erlan, sang mempelai pria. Ia naik ke atas panggung dan mulai berbicara.
"Suatu hal yang luar biasa untuk bisa bertemu dengan seseorang yang dapat menjadi pasangan hidup kita dan menerima kita apa adanya. Aku telah menunggu, untuk waktu yang sangat lama, untuk menemukan pasangan yang seperti itu. Dan dengan bertemu Bella aku merasa seperti akhirnya aku bisa memulai perjalanan hidupku. Bella, kau pengantin yang paling cantik, dan aku sangat beruntung bisa menjadi lelaki yang akan mendampingi mu selamanya. Aku mencintaimu..."
Bella yang duduk bersandingan dengan Noah tersenyum bahagia.
"Aku juga mencintaimu."
Setelah Erlan turun, kini tiba giliran Pak Indra yang naik ke atas panggung.
"Terima kasih sebelumnya kepada Keluarga Alexander karena sudah menerima kami menjadi bagian dari keluarga besar kalian. Untuk puteriku Bella, berbahagialah sayang. Papa yakin, Erlan laki-laki yang baik dan bisa menjadi pria yang menjagamu selamanya. Kalau suatu saat dia melakukan kesalahan, jangan sungkan segera katakan kepada Papa. Karena Papa akan menghukumnya untukmu."
Semua orang tertawa dan bertepuk tangan.
__ADS_1
"Cih, dasar." Umpat Clarissa pelan.
"Aku ingin berterima kasih kepada Pak Indra dan mendiang Mama Bella dan tidak lupa juga kepada Bu Maya yang telah membawa seorang gadis yang sangat baik ke dunia ini dan dalam keluarga kami khususnya. Kami akan menyayangi dan melindungi Bella selamanya." Ucap Tuan Adam yang ditemani Vino.
"Selamat datang di keluarga kami Kakak ipar Bella. Berdoalah Kak Erlan tidak akan memakan mu nanti karena gemas."
Semua orang kembali tertawa mendengar ucapan Vino. Sementara Bella dan Erlan menggeleng-geleng.
Yang terakhir naik ke atas panggung ialah Noah.
"Terima kasih untuk semua orang yang mendoakan kebahagiaan Mama dan Papa. Noah sudah pasti tidak bisa menyebutkan satu persatu, karena sudah pasti seluruh orang di dunia ini mendoakan kebahagiaan Mama dan Papa. Ya, walaupun tidak bisa dipungkiri pasti ada beberapa orang yang iri atau cemburu melihat kebahagiaan Mama dan Papa."
Deg!
'Apa anak itu menyinggungku.' pikir Clarissa.
"Mama, Papa berbahagialah. Malam ini Noah ingin mempersembahkan sebuah nada indah untuk mengiringi Mama dan Papa berdansa. Untuk itu Noah minta Mama dan Papa maju ke lantai dansa, dan memulai dansa lebih dulu."
Tanpa pikir panjang, Erlan menggenggam tangan Bella mengajaknya berdansa.
Alunan nada piano yang dimainkan Noah begitu merdu dan sangat romantis. Hingga membuat pasangan lainnya ikut berdansa.
Bersambung....
*Hai semuanya....
Pada penasaran gak gimana dan kemana Erlan dan Bella akan berbulan madu*? π€π€
Bantu author ngehalu yuk... ππ
Kalau ada yang punya ide tinggalkan di kolom komentar ya... ππ
Oh ya, author mau berterima kasih sebelumnya buat kalian yang sudah tekan tombol favorite, buat kalian yang baca sambil tekan tombol like dan memberikan komentar positif , buat kalian juga yang sudah tekan tombol vote dan ngasih hadiah. Terima kasih banyak ya... ππ
Dengan kalian menekan tombol favorite, like, komen, vote atau ngasih hadiah, hal itu sudah sangat membantu kami para author untuk lebih bersemangat dalam berkarya.... ππ
Sekali lagi terima kasih yang sebanyak-banyaknya semua... β€οΈβ€οΈ
Oh ya satu lagi, buat kalian yang main IG, yuk follow akun IG La-Rayya, biar bisa lebih dekat gituh... βΊοΈβΊοΈ (@la_rayya]
Udah segitu aja dulu, untuk part bulan madu Erlan dan Bella tunggu besok ya... π π
__ADS_1
*Salam hangat dari author receh,
La-Rayya* β€οΈ