NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Liburan Berlanjut


__ADS_3

Liburan keluarga Erlan kembali berlanjut. Kali ini mereka mengunjungi Los Angeles. Mereka lalu memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Hollywood walk of fame dengan menggunakan taxi.


Perjalanan dari hotel hanya memakan waktu lima belas menit. Cuaca yang sejuk membuat mereka senang untuk jalan-jalan. Tak ada agenda lain selain berfoto-foto.


Sepanjang jalan ada banyak toko oleh-oleh, dan banyak juga musisi jalanan yang sibuk menyapa dan mengajak mereka mengobrol.


"May I try?" (Boleh saya coba?) Tanya Noah pada seorang pria yang tengah memainkan gitar.


"Do you know how to play this?" (Apa kamu tau cara memainkan ini?) Pria pemilik gitar balik bertanya.


Noah mengangguk dan mulai memainkan gitar tersebut. Bella berdiri bertepuk tangan melihat Noah bermain gitar. Sementara Erlan merekam video Noah dengan kameranya.


Orang-orang yang kebetulan melintas mulai mendekat ke arah Noah. Dan satu persatu dari mereka malah menaruh uang di depan Noah. Bella menahan tawa, sedangkan Erlan menahan amarahnya.


"Enak saja mereka menganggap puteraku sebagai pengamen." Ucap Erlan kesal.


Tapi melihat ekspresi Noah yang begitu bahagia bermain gitar di hadapan semua orang membuat Erlan ikut tersenyum. Banyak orang mulai ikut merekam Noah, karena permainan gitar Noah begitu bagus.


Hingga akhirnya permainan gitar Noah berhenti, dan ia mendapat tepuk tangan dari orang-orang yang menonton aksinya.


"Thank you." Ucap Noah.


Orang-orang mulai berlalu, dan si pria pemilik gitar hendak menyerahkan uang hasil pemberian orang-orang pada Noah. Noah tersenyum, dan menyerahkan uang tersebut kepada pria pemilik gitar.


"Noah hebat." Puji Bella.


"Laper Mah." Ucap Noah.


"Kalau begitu ayo kita ke Korean Town untuk makan siang." Usul Erlan.


"Oke!" Seru Bella dan Noah.


Setelah kenyang, mereka melanjutkan perjalanan ke Hollywood Sign. Hanya butuh waktu lima belas menit untuk mereka tiba disana dan mulai berpose di Hollywood,


"Mama tahu gak, kalau Hollywood sign ini konon katanya adalah nama komplek perumahan di LA, yang entah gimana ceritanya jadi icon LA dan perfilman." Ujar Noah.

__ADS_1


Selama ini, Noah memang selalu menjelaskan setiap tempat yang mereka kunjungi kepada Bella.


"Sungguh kebetulan yang luar biasa!" Seru Bella menanggapi ucapan Noah.


Keesokan harinya mereka check in di Malibu Beach. Perjalanan dari LA ke Malibu Beach sekitar satu jam. Selama perjalananan view yang mereka liat di kanan dan kiri itu semacam gurun bebatuan atau bukit bebatuan.


"Mah, Malibu ini termasuk area perumahan elite termahal di negeri paman Sam. Kebanyakan rumah di daerah Malibu berada di tebing- tebing. Persis dengan rumah Om Tony Stark. Mama tahu Tony Stark kan? Itu loh Iron Man!" Ujar Noah.


"Iya-iya, Mama tahu." Balas Bella.


"Kalau kalian mau tinggal disini, Papa bisa buatkan kalian rumah disini." Celetuk Erlan.


Bella dan Noah hanya tertawa saja mendengar ucapan Erlan.


Hari berikutnya, sesuai permintaan Noah. Tujuan destinasi mereka tertuju pada Disneyland dan California Adventure. Perjalanan dari LA ke Disneyland dan California Adventure memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam. Mereka bermain dari pagi sampai malam. Karena pada malam hari, adalah puncak acara Disneyland.


"I love Fireworks!!" Seru Noah.


"Indah sekali." Ucap Bella.


"Kalau kalian mau, Papa bisa menyalakan kembang api untuk kalian setiap malam." Ucap Erlan.


Hingga destinasi terakhir mereka adalah Las Vegas sesuai dengan keinginan Erlan.


Hari pertama di Las Vegas, membuat Bella yang pertama kali berkunjung kesana menjadi lumayan tercengang, karena melihat bentuk hotel- hotel yang sangat unik-unik. Ada yang memiliki bentuk pyramid, castle, dan masih banyak lagi.


Hotel tempat ketiganya menginap, di luar nya seperti castle bak negeri dongeng. Dari luar sepi sekali, dan pada saat masuk kedalam lobby hotel betapa kagetnya Bella dan Noah, karena dalam hotel itu satu lantai khusus untuk gambling dan kasino.


"Serasa lagi di timezone...." Ucap Bella.


"Noah boleh coba main gak Ma, Pa?" Tanya Noah.


"Boleh..."


"Nggak..."

__ADS_1


Jawaban Erlan dan Bella bertolak belakang. Bella yang mendengar jawaban Erlan memperbolehkan Noah bermain kasino menarik teling Erlan menuju lift.


"Noah itu baru delapan tahun. Kenapa malah mau diarahin ke permainan yang hitungannya itu berjudi." Seru Bella di dalam lift.


"Ampuunn sayang. Aku cuma bercanda." Balas Erlan.


"Emang Mama gak lihat yang main itu dari semua kalangan, baik tua maupun muda. Ada semua!" Seru Noah.


"Iya muda. Tapi tidak ada anak delapan tahun sayang. Mudanya itu sekitar dua puluhan tahun. Lagian Mama heran sama Papa kamu, kenapa malah ngajak kita ke tempat seperti ini sih." Omel Bella.


"Ya udah deh, jangan ngomel begitu. Aku cuma mau ajak kamu dan Noah untuk lihat-lihat saja sayang. Gak ada niat lain." Ucap Erlan.


"Mama sama Papa kayak anak kecil. Berantem terus." Protes Noah kemudian masuk ke dalam kamar hotel yang sudah mereka pesan.


Bella akhirnya mengetahui hotel tempat mereka menginap ini juga menawarkan berbagai tour keliling. Entah itu Canyon tour, sirkus tiket, bahkan tour untuk keliling resort baru dengan tujuan mungkin saja salah satu dari tamu hotel ada yang mau membeli satu unit.


"Kamu mau aku belikan satu gak?" Tanya Erlan pada Bella yang terpaku melihat resort yang menjadi tujuan tour mereka hari ini.


"Tidak berminat tinggal di tempat ini." Jawab Bella. "Kalau kamu mau ya silahkan. Mungkin saja kamu suka disini supaya bebas lihat wanita-wanita cantik." Lanjut Bella.


"Oh sayangku. Bagiku, hanya kau lah wanita paling cantik di dunia ini." Ucap Erlan sambil memegang tangan Bella.


"Ayolah Pa, jangan buat Noah malu dengan tindakan Papa ini." Ucapan Noah membuat kedua orang tuanya tertawa lepas.


*******


Di belahan bumi yang lain, tepatnya di Rusia. Seorang wanita yang baru saja melahirkan sekitar empat bulan yang lalu, tengah memegang ponselnya dengan raut wajah yang sangat geram.


Dia tak lain adalah Clarissa, ia tengah melihat berbagai foto yang di posting Bella maupun Erlan di akun media sosial mereka masing-masing.


"Tunggu saja, aku akan kembali. Aku akan menghancurkan kalian semua yang sudah membuat hidupku jadi seperti ini." Ucap Clarissa.


Clarissa selama ini tinggal di Rusia bersama keluarga dari Tuan Tama yang memang sudah menetap di Rusia. Clarissa telah melahirkan seorang bayi perempuan.


Selama ini ia masih menyimpan dendam pada Bella dan keluarganya. Ia menganggap Bella bertanggung jawab atas apa yang menimpa dirinya, hingga ia sampai terpisah dengan kedua orang tuanya dan bahkan harus melahirkan tanpa ditemani orang tuanya.

__ADS_1


"Aku bersumpah, aku akan membuat keluarga kamu hancur, sehancur-hancurnya." Ucap Clarissa.


Bersambung ...


__ADS_2