
Dua puluh tahun kemudian....
Perjalanan hidup keluarga Bella dan Erlan begitu bahagia. Tak ada lagi masalah yang menghampiri mereka. Bisnis Erlan semakin berkembang. Sayangnya dibalik semua kebahagiaan itu, Bella tak lagi diberikan kesempatan untuk memiliki anak. Segala cara sudah dilakukan Erlan dan Bella untuk dapat memiliki anak lagi. Namun, tak ada yang berhasil.
Dokter mengatakan sejak kejadian perut Bella di tendang saat penculikan yang dialaminya bersama Noah, hal itu membuat rahim Bella menjadi terganggu. Sehingga sulit untuk Bella dapat memiliki anak lagi.
Hal itu membuat semua perhatian Erlan dan Bella tertuju pada Noah seorang.
Noah tumbuh menjadi pria yang sangat tampan. Ia mewarisi gen kedua orang tuanya. Di usianya yang ke sebelas tahun, Noah sudah mendapat gelar Master of music. Noah pun menjadi pemuda yang sangat berpengaruh di dunia permusikan.
Di usianya yang ke dua puluh tahun, Noah baru kembali ke negaranya dan mulai menjalankan perusahaan Xander grup. Meski ia menolak jabatan sebagai CEO, karena ia merasa masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab sebagai CEO.
Noah memilih menjadi karyawan biasa agar bisa merintis dari awal. Dunia bisnis merupakan hal yang baru bagi dirinya hingga ia memilih belajar dari bawah dan tidak langsung mengemban tugas yang besar.
Hanya butuh waktu satu tahun, Noah sudah semakin mengembangkan perusahaan Xander group dengan ikut merambah ke dunia permusikan. Kini grup Xander tidak melulu tentang bisnis perdagangan atau saham yang banyak, tapi juga mulai berkembang ke seluruh pelosok negeri.
Mulai dari membangun rumah sakit, sekolah, studio musik, hotel dan yang lainnya. Setelah Noah masuk ke grup Xander, perusahaan itu semakin berkembang dengan pesat dan menjadi perusahaan yang terkuat di Negara mereka.
Dan kini di usia Noah yang sudah menginjak dua puluh delapan tahun, Bella dan Erlan mulai meminta dirinya untuk segera menikah. Namun, Noah tak pernah sekalipun menjalin hubungan dengan wanita manapun.
Di ruang keluarga kediaman Alexander....
"Sudah waktunya Noah menikah. Mama dan Papa sudah semakin tua. Kami ingin lihat Noah bahagia memiliki isteri dan keturunan." Ucap Bella.
"Benar kata Mama kamu. Usia dua puluh delapan itu sudah sangat cocok untuk berumah tangga. Kelangsungan keturunan keluarga Alexander ada di tanganmu sekarang." Sambung Erlan.
"Hidup bahagia itu tidak harus dengan cepat menikah dan memiliki keturunan Ma. Usia bukan menjadi tolak ukur untuk bisa dianggap matang untuk segera berumah tangga. Ada yang usianya dua puluh tahun sudah sanggup menikah dan menanggung tanggung jawab dengan beban yang dibawa dipundaknya. Dan buat aku, meski sekarang aku sudah dikategorikan cocok untuk memulai hubungan seperti itu. Tapi, aku sendiri belum siap Ma, Pa. Aku benar-benar belum terpikirkan untuk menikah. Menikah itu bukan hanya sekedar siap secara finansial, tapi juga hati. Aku merasa belum layak untuk mengemban tanggung jawab menikahi anak orang. Belum Ma, Pa. Beri aku waktu." Balas Noah yang langsung membungkam kedua orang tuanya.
"Tapi, Opa yang bersikeras untuk kamu menikah. Opa ingin melihat kamu menikah sebelum Opa meninggalkan dunia ini." Ucap Tuan Besar Adam yang secara tiba-tiba datang dari kamarnya di dorong oleh perawatnya.
Selama dua puluh tahun belakangan, Tuan Besar Adam selalu melakukan terapi. Tapi, tak ada perubahan yang berarti. Tuan Besar Adam tetap tak bisa berjalan, hingga sampai hari ini ia masih bertahan dengan duduk di kursi roda.
"Opa...." Ucap Noah.
"Opa sudah tujuh puluh tiga tahun. Apa Noah tidak mau mengabulkan permintaan terakhir Opa?" Ucap Tuan besar Adam.
Noah menunduk, sebenarnya ia juga ingin segera menikah, ia ingin sekali memenuhi keinginan sang Opa serta kedua orang tuanya. Tapi, selama ini tak ada satu pun wanita yang bisa menarik perhatiannya. Memang banyak wanita yang mendekatinya, tapi Noah mengerti bahwa semua wanita yang mendekati dirinya tertarik padanya karena ia calon pewaris tunggal grup Xander.
__ADS_1
"Apa tidak ada satu pun dari anak gadis kolega Papa yang kamu suka?" Kali ini Erlan yang bertanya.
"Semua gadis yang pernah Papa perkenalkan padaku sebenarnya sangat menarik dan cantik. Tapi, sejujurnya aku tidak mau wanita yang seperti itu. Aku tidak mau di jodohkan. Aku ingin bertemu dengan wanita yang tidak melihat aku sebagai Noah Alexander. Aku ingin wanita yang mencintai aku apa adanya tanpa melihat siapa aku dan kekayaanku." Ujar Noah.
Kedua orang tua dan Opa nya saling pandang.
"Lalu Noah maunya bagaimana?" Tanya Bella.
"Aku belum mau menikah. Jadi, biarkan aku pergi ke pulau X. Aku mau mengatur perusahaan yang ada disana. Aku mau fokus bekerja. Untuk menikah, akan aku kabari jika sudah menemukan yang tepat." Ucap Noah seraya berjalan naik ke lantai atas.
"Tapi jangan lama-lama." Ucap Tuan Besar Adam.
"Akan ku coba." Balas Noah.
Tersisa Erlan, Bella dan Tuan Besar Adam di ruang keluarga. Ketiganya terdiam, entah bagaimana lagi cara mereka untuk membujuk Noah agar segera menikah.
Selama ini baik Erlan maupun Bella sudah sering mengenalkan Noah dengan beberapa wanita yang merupakan orang terdekat mereka. Entah itu sahabat ataupun rekan bisnis. Tapi, Noah selalu saja menolak.
Noah selalu bersikap dingin jika diperkenalkan dengan beberapa wanita.
Pernah di hari ulang tahunnya yang ke dua puluh lima. Bella memperkenalkan Noah dengan gadis bernama Luna. Tapi ucapan Noah sungguh membuat Bella menjadi malu.
Sejak saat itu, Bella tak lagi mau memperkenalkan Noah dengan gadis manapun.
"Lihat sikap anakmu itu persis sekali denganmu." Celoteh Tuan Besar Adam pada Erlan.
"Namanya juga buah Pa. Buah itu kalau jatuh tidak akan jauh dari pohonnya." Balas Erlan.
"Bisa jauh kok." Balas Bella.
"Caranya?" Tanya Erlan.
"Coba lihat pohon kelapa yang tumbuh di pinggir laut atau sungai. Kalau buahnya jatuh ke air maka akan jauh dari pohonnya karena dibawa arus air menjauh." Jawab Bella seraya berjalan menuju dapur membuat Erlan terdiam seribu bahasa.
Tuan Besar Adam yang melihat ekspresi Erlan terbahak.
"Hahaha ternyata kau benar-benar suami yang takut istri." Ucap Tuan Besar Adam.
__ADS_1
"Papa juga begitu." Balas Erlan yang membuat tawa Tian Besar Adam seketika berhenti.
********
Di belahan dunia bagian lain....
"Sudah saatnya membalaskan dendam kita."
"Ini siapa Ma?"
"Buat pria ini jatuh ke dalam pelukanmu. Baru setelah itu kita dapat menghancurkan dia dan keluarganya."
"Kenapa seperti itu?"
"Karena orang tuanya yang telah membuat kamu harus hidup di negara ini tanpa kasih sayang seorang Papa. Orang tuanya juga yang sudah membunuh Opa dan Oma kamu."
Gadis bernama Clara itu melihat foto Noah dengan seksama.
'Pria yang tampan. Namun, sayang kita hanya menjadi musuh saja.'
Bersambung....
*Hai semuanya....
Mulai episode ini dan seterusnya, kisah ini akan mulai berfokus pada kisah cinta Noah ya. Walau begitu akan tetap ada kisah percintaan Erlan dan Bella kok. Cuma karena dari judul saja sudah terpampang jelas nama Noah. Jadi mulai hari ini dan seterusnya kisah berlanjut dengan terfokuskan pada Noah saja...
Semoga kalian suka ya. Meski ceritanya sudah seperti sinetron di TV terbang yang tiba-tiba loncat ke beberapa tahun kemudian*.... 🤣🤣🤣
Terima kasih aku ucapkan buat kalian yang selalu setia baca karya aku. Terima kasih sebanyak-banyaknya. Dan jangan lupa baca karya La-Rayya yang lainnya juga ya. Gak kalah seru kok... 😎😎
Dan yang paling penting, jangan lupa selalu tekan tombol like, favorite, vote dan hadiahnya juga. Tinggalkan komen juga dan beri rating bintang 5 ya.... 😍😍
*Udah, itu aja dulu...
Salam sayang, dari author receh*....
La-Rayya ❤️
__ADS_1
(Follow akun IG author : @la_rayya)