NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Bertemu Tuan Adam


__ADS_3

"Sial.... Sial... Sial..." Teriak Clarissa.


"Kenapa wanita itu selalu saja beruntung. Bagaimana bisa dia melahirkan anak Erlan. Bukannya malam itu Roni lah seharusnya yang sudah meniduri dia. Kenapa sekarang yang terjadi malah dia telah melahirkan anak Erlan? Tidak mungkin kan Erlan mau meniduri wanita yang sudah dipakai orang lain lebih dulu. Atau jangan-jangan dia sudah menjebak Erlan." Ucap Clarissa.


Bu Maya yang tengah duduk di kamar Clarissa terlihat sangat kesal sama dengan Clarissa.


"Apa yang bisa kita lakukan sekarang Ma?" Tanya Clarissa.


"Mama juga sedang berpikir. Tapi kita tidak boleh gegabah. Akan sangat sulit untuk kita mendekati Bella, karena dia sudah dekat dengan Erlan." Jawab Bu Maya.


"Lalu apa Ma? Apa aku harus diam saja dan membiarkan si ****** itu merebut Erlan dariku?"


"Kamu tenang saja, Mama sudah punya ide. Sekarang kita hanya butuh waktu yang tepat. Kamu harus sabar menunggu sampai waktunya tiba."


********


Bella menatap ke luar jendela mobil Erlan. Kali ini Erlan tengah mengajak dirinya bersama Noah untuk mengunjungi Tuan Adam.


Bella tak pernah menyangka, pada akhirnya dia akan menikah bersama laki-laki yang sudah membuatnya hamil tujuh tahun yang lalu.


"Sayang, apa ada sesuatu yang menarik perhatianmu diluar sana, sampai kau mengabaikan aku yang berada disamping mu?" Ucap Erlan.


'Orang ini. Kenapa sejak aku menerima lamarannya malah berubah jadi begitu manja dan posesif.'


"Aku hanya senang melihat bunga-bunga diluar sana."


"Berhenti lihat keluar jendela, aku akan membelikan mu semua bunga yang kau suka." Ucap Erlan mencium pipi Bella.


"Ayolah, jangan begini. Di depan ada Noah dan Pak Bimo." Protes Bella.


"Jangan hiraukan saya Nona Bella, Tuan Kecil Noah juga sedang tidur." Ucap Pak Bimo.


"Nah kau dengar sendiri, jangan hiraukan Pak Bimo." Ucap Erlan seraya mencium rambut Bella, hingga tak sengaja hembusan nafas Erlan begitu terasa di leher Bella.


"Hei, tolong jangan seperti ini." Ucap Bella.


"Aku akan berhenti jika kau menyebut bisa namaku." Ucap Erlan.


Selama ini Bella memang tak pernah menyebut nama Erlan. Bella hanya memanggil Erlan dengan sebutan 'hei'.


"Aku tidak bisa." Ucap Bella.


Seketika Erlan mencium bibir Bella. Bella yang tak siap begitu kaget atas tindakan Erlan hingga ia tak bisa bernafas.


"Hei bodoh. Apa kau tidak bisa berciuman?" Ucap Erlan.


"Kau yang bodoh, aku memang tidak pernah berciuman." Ucap Bella.


"Kalau begitu biar aku ajari." Ucap Erlan kembali mencium Bella dengan lembut.


Bella merasa begitu malu, karena di kursi kemudi ada Pak Bimo yang bisa mendengar setiap ucapan dan gerak yang mereka lakukan.


Bella yang kesal menggigit bibir Erlan hingga Erlan melepaskan ciumannya.


"Kau mau membuatku marah?" Ucap Erlan memegangi bibirnya yang berdarah.

__ADS_1


"Hei, kau sendiri yang duluan. Kau membuat aku malu."


"Aku tidak akan melepasmu sebelum kau memanggil namaku." Ucap Erlan hendak mencium Bella lagi.


"Oke, oke. Er-lan." Ucap Bella. "Puas, sekarang lepaskan aku." Ucap Bella.


Sejak tadi Erlan memang merangkul Bella.


Erlan mengerlingkan matanya ke arah Bella.


"Sudah terlambat." Ucap Erlan kemudian kembali mencium Bella.


Setelah hampir satu jam perjalanan, akhirnya mereka semua tiba di kediaman keluarga Alexander.


Saat Noah turun, ia sudah disambut oleh Vino dan Tuan Adam.


"Siapa mereka Pa?" Tanya Noah.


"Itu Opa Noah. Dan yang itu...."


"Aku Om Vino. Om Noah yang paling ganteng di dunia." Ucap Vino mendekat.


Erlan memutar bola mata malas, lalu berjalan mendejat ke arah Tuan Adam bersama Bella dan Noah.


"Pah...." Sapa Erlan.


"Noah.... Cucu Opa." Ucap Tuan Adam.


"Hai Opa." Sapa Noah.


Noah lalu duduk di pangkuan Tuan Adam yang duduk diatas kursi roda.


"Bella." Sapa Tuan Adam.


"Iya Om." Balas Bella.


"Panggil Papa. Sebentar lagi kau akan menjadi menantu keluarga ini." Ucap Tuan Adam yang membuat Bella tersenyum.


Tuan Adam di dorong oleh seorang perawat menuju ruang tamu. Sementara Erlan, Bella dan Vino berjalan belakangan.


"Kak, ada apa dengan bibirmu?" Tanya Vino.


"Kakak Ipar mu terlalu galak, dia tak sabar untuk menikah denganku. Hingga saat berciuman dia gemas sampai menggigitku." Ucap Erlan.


Bella mencubit pinggang Erlan.


"Hei, kau itu ya...."


Belum sempat Bella selesai berbicara, Erlan sudah menciumnya dihadapan Vino.


"Wow... Wow... Wow.... Kak Erlan mikir-mikir dong kalau mau ciuman tau tempat. Jangan di hadapan jomblo sepertiku." Teriak Vino.


Bella sontak mendorong Erlan.


"Kamu tuh ya..."

__ADS_1


"Apa kau lupa, aku punya nama. Bukan 'hei'." Ucap Erlan.


"Sudahlah." Ucap Bella memilih berjalan cepat mengejar Tuan Adam dan Noah.


"Kak, ajari aku bagaimana caranya berciuman." Bisik Vino.


"Kau gila kah? Apa kau ingin aku mempraktikkannya padamu. Hueek. Makanya cari pacar sana." Ucap Erlan kemudian berjalan menjauh dari Vino.


"Hei, Kak Erlan, bukan begitu maksudku." Teriak Vino.


"Kau gila." Teriak Erlan.


Tuan Adam terlihat sangat bahagia karena dapat bertemu dengan cucunya dan calon menantunya.


Noah yang tertarik dengan piano yang terletak di ruang tengah membuatnya berlarian dan segera memainkannya bersama Vino.


Sementara Tuan Adam, Erlan dan Bella duduk mendengarkan lantunan suara piano yang dimainkan Noah.


"Bella, kapan kalian akan menikah?" Tanya Tuan Adam.


"Saya ikut dia saja Pah." Jawab Bella.


Erlan berbisik di telinga Bella.


"Sekali lagi kau tak menyebutkan namaku, aku akan menciummu didepan Papa." Bisik Erlan.


"Ada apa?" Tanya Tuan Adam.


"Nggak ada apa-apa Pah. Erlan cuma bilang pernikahan akan dilaksanakan secepatnya." Jawab Bella yang membuat Erlan tersenyum.


"Bagus kalau begitu. Karena lebih cepat akan lebih baik."


Erlan terlihat merapikan rambut Bella dihadapan Tuan Adam. Hal itu membuat Bella merasa malu.


'Orang ini, kenapa dia tidak memikirkan tempat untuk bersikap seperti ini.' ucap Bella dalam hati.


Tuan Adam tersenyum.


"Bella apa kau tahu, kalian berdua ini memang sudah dijodohkan oleh Mama kalian berdua sejak masih kecil." Ucap Tuan Adam yang membuat keduanya kaget.


"Yang benar Pa? Bagaimana ceritanya?" Tanya Erlan penasaran.


"Mama mu dan Mama nya Bella bersahabat baik, saat Bella lahir, Mama nya Bella berpesan pada mama mu untuk menjaga Bella dan bila perlu kalian berdua dijodohkan dimasa depan. Hingga akhirnya Mama Bella meninggal. Dan mama mu berjanji untuk mewujudkan harapan mama Bella. Dan lihatlah sekarang, ternyata sebentar lagi semuanya akan menjadi kenyataan." Ujar Tuan Adam.


Bella terlihat tak percaya atas apa yang dikatakan Tuan Adam.


'Ya Tuhan, jadi semua ini sudah diatur sejak dulu.' pikir Bella seraya menatap Erlan dan tersenyum.


'Terima kasih Tuhan.' ucap Bella dalam hati.


Bersambung .....


NB: Ingat...!!!


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya.... 😁😁

__ADS_1


__ADS_2