NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Menikah


__ADS_3

Hari ini merupakan hari terpenting di dunia bagi Sherly karena dia dan sang calon suami yang di sebutnya Si Tuan Besar akan melangsungkan sebuah pernikahan. Pada hari yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya, Sherly dan Noah saling menyerahkan ego dan sepenuhnya siap berbagi atas nama komitmen dan cinta.


Saat bangun dari tidurnya, Sherly duduk dan memejamkan matanya seraya berucap, "Izinkan aku semakin dekat padaMu, menyempurnakan separuh agama bersama seorang imam di sampingku. Izinkan kami menikah hari ini."


Hari ini matahari bersinar sangat cerah. Padahal, pada hari-hari sebelumnya, hujan kerap turun membasahi. Namun pada hari ini, matahari bersinar dengan hangat, begitu pula semua hal yang ada di sekitar Sherly. Semua tampak hangat dan dia benar-benar menikmatinya.


Pada hari ini, Sherly berjanji akan menjadi seorang gadis penurut yang tidak banyak protes seperti yang sering ia lakukan di hari-hari sebelumnya. Satu hal yang paling dia dambakan adalah dia ingin ketika dirinya membuka mata, dia melihat seorang gadis cantik berdiri di depan kaca dan siap melangsungkan pernikahannya.


Gadis cantik yang berdiri di depan kaca tadi tampak begitu bahagia ketika akhirnya si tuan besarnya tiba. Namun, kebahagiaan tersebut berubah menjadi kekhawatiran ketika sang calon ibu mertua masuk ke dalam kamarnya.


"Waktunya sudah tiba." Ucap Bella.


Sherly semakin gugup. Namun, saat Bella mulai menggandengnya bersama Clara, tiba-tiba Sherly menitikkan air mata.


"Ada apa sayang?" Tanya Bella.


Sherly terdiam, ia hanya berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir semakin deras.


"Apa kamu sedih karena bukan Mama atau Papa kamu yang menggandeng kamu menuju calon suamimu?" Tanya Bella lagi.


Sherly sontak mengangguk, dengan cepat Bella memeluknya.


"Sudah, jangan menangis lagi. Atau air mata kamu akan merusak riasan yang kamu kenakan. Berbahagialah." Ucap Bella yang me.buat Sherly mengangguk.


Ketiganya lalu berjalan ke lantai bawah rumah. Acara pernikahan memang dilaksanakan di kediaman Alexander secara sederhana. Namun, untuk pesta resepsinya akan berlangsung disebuah gedung mewah.


Sherly hanya bisa menunduk dan gugup ketika Bella akhirnya menyerahkan dirinya kepada seorang pemuda yang belum lama ini ia kenal. Sherly menahan nafas ketika akhirnya satu kalimat yang diucapkan oleh Noah akan mengubah hidup mereka berdua.


Akhirnya mereka menikah dan resmi menjadi sepasang suami isteri. Awalnya memang hanya seperti mimpi bagi Sherly. Namun pada akhirnya, dia menyadari bahwa dia telah memutuskan kebahagiaannya sendiri. Sejak saat itu, dunia serasa selalu penuh dengan senyuman. Setelah akad nikah dan beberapa momen pengambilan foto, Sherly dan Noah beristirahat dan bersiap ke gedung yang sudah disiapkan untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Seluruh rangkaian tata rias akan dilakukan di gedung.


Nyatanya bukan perlakuan romantis yang di dapat oleh Sherly dari Noah setelah sah menjadi suami istri. Yang terjadi malah Noah meninggalkan Sherly untuk pergi berjalan-jalan dengan para sahabatnya hanya beberapa jam setelah pernikahan keduanya.


"Dasar." Umpat Sherly.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Bella yang menepuk pundak Sherly.


"Gak apa-apa Ma." Balas Sherly.


Sesampainya di gedung, Sherly harus kembali menahan posisi duduk dan menahan kantuk saat penata rias mulai merias wajahnya sejak pukul 2 siang. Sherly harus menahan sakit saat rambutnya ditarik dan diikat. Dia juga harus menahan mata yang semakin berat karena adanya bulu mata palsu.


Setelah berkutat selama kurang lebih 3 jam. Sherly akhirnya selesai di rias dan Noah pun mendekatinya.


"Ternyata biar bagaimanapun jeleknya wanita, jika sudah diberikan riasan akan terlihat sangat cantik." Ucap Noah.


"Maksudmu aku jelek gitu?" Tanya Sherly dengan nada kesal.


"Hahaha, tentu saja cantik. Kalau kau jelek, mana mungkin aku menjadikan mu pasanganku. Kau tahu sendiri kan aku tampan dan kaya." Balas Noah.


"Terserah kau saja." Ucap Sherly cepat.


Noah terus saja memandang Sherly. Sherly tampak begitu cantik dengan gaun warna putih yang dikenakannya.


Keduanya lalu berjalan beriringan menuju pelaminan. Ide dekorasi pernikahan keduanya bertema gold white yang memadukan dua warna yakni emas dan putih dan dilakukan di luar ruangan atau garden party.


Warna emas sangat identik dengan kemewahan, sedangkan warna putih adalah lambang kesucian dan sakral sehingga menjadi kombinasi warna yang sangat cocok untuk menjadi tema warna pada dekorasi pernikahan mewah mereka.


Bunga-bunga segar juga digunakan sebagai hiasan dekorasinya. Jenis bunga yang digunakan adalah bunga mawar putih, melati, dahlia putih, camelia, hingga baby’s breath. Dengan banyaknya bunga membuat dekorasi pesta resepsi pernikahan keduanya terlihat mewah dan elegan.


Para tamu pun banyak berdatangan dan memberikan doa terbaik. Lagu-lagu indah khas pernikahan juga terlantun dan memberikan suasana romantis tak tertahankan. Raut bahagia begitu terpancar dari wajah Noah dan Sherly.


*********


Malam ini memang malam milik mereka berdua. Kaki Sherly pun mulai pegal karena memakai high heels setinggi 14 cm. Namun, senyum di bibirnya terasa tidak akan bisa terhenti karena semua perjuangan yang rasanya telah terbayarkan. Malam ini keduanya memutuskan untuk menginap di kamar hotel yang bernuansa pedesaan yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat resepsi pernikahan.


Hujan yang turun pada malam ini seolah menandakan banyaknya rejeki yang sudah diberikan Tuhan selepas hari pernikahan keduanya yang sempurna. Namun, ketegangan yang diakibatkan oleh beberapa hari untuk mempersiapkan pernikahan, rasa lelah, dan rasa bahagia yang luar biasa pada hari ini membuat Noah dan Sherly sangat kelelahan.


Pekerjaan rumah pertama Sherly adalah membersihkan kutek, membersihkan dempulan wajah yang berlapis-lapis, dan terakhir, membubuhkan pembersih dan penyegar untuk memastikan bahwa wajahnya sudah benar-benar bersih. Waktu yang ia butuhkan untuk melakukan itu semua kurang lebih sekitar 1 jam.

__ADS_1


Selepas membersihkan diri, Sherly memasuki kamar pengantin. Rasanya sedikit aneh ketika memasuki kamar itu dengan seorang pria yang baru saja menjadi suaminya. Tidak ada musik romantis, tidak ada lingerie, tidak ada ciuman, dan tak ada minuman coklat panas karena yang ada hanyalah baby doll panjang, kondisi tubuh yang begitu lelah dan rambut yang masih setengah kering.


Berulang kali Noah membual tentang malam pertama mereka pada hari-hari sebelum hari pernikahan. Bahkan dia sempat mengecek tempat tidur mereka. Tapi, Sherly sangat yakin bahwa malam ini keduanya sama-sama lelah luar biasa dan yang mereka butuhkan hanya satu, tidur yang sangat nyenyak.


Yang pertama kali terjadi adalah keduanya saling berebut posisi paling nyaman di tempat tidur mengingat Noah membutuhkan luas permukaan yang jauh lebih besar dari Sherly. Akhirnya keduanya mengambil keputusan pertama mereka sebagai suami istri, yaitu tentang bagian tempat tidur masing-masing. Setelah menang dan berhasil menyuruh Noah mematikan lampu, Noah kembali ke tempat tidur dengan bersemangat.


"Isteriku sayang.... Aku datang...." Ucap Noah bersemangat seraya melompat ke tempat tidur.


Mendadak terdengar suara, "BRAAAAAKKKKK!!"


Noah dan Sherly saling pandang dalam diam dan akhirnya sama-sama tertawa cekikikan. Sherly tidak tahu tepatnya bagaimana gaya suaminya ketika dia hendak mengambil posisi ternyaman di tempat tidur, tapi yang jelas adalah Noah telah merusakkan penahan kayu tengah bagian bawah tempat tidur mereka. Kayu tersebut terlepas dari tempatnya. Sherly tidak bisa berhenti tertawa, sementara Noah panik bukan kepalang.


"Diam lah...." Ucap Noah kesal akhirnya saat Sherly tak henti-hentinya tertawa.


Sherly tetap saja tertawa sementara Noah terlihat kesal lalu ia memutuskan untuk menggelar kasur di lantai karena dia takut tempat tidur itu akan rusak semakin parah apabila dipaksa ditiduri. Sedangkan Sherly dengan suksesnya menguasai ranjang pengantin mereka sendirian dan tidur dengan sangat nyenyak malam ini.


Pengalaman malam pertama ini tidak akan pernah bisa dilupakan Noah maupun Sherly, karena pengalaman ini benar-benar jauh dari pandangan keduanya. Sebelumnya Sherly selalu berpikir tentang malam pertama yang romantis dan penuh kata-kata manis. Yang ada, malam pertama keduanya cenderung ironis karena mereka kelewat lelah dan enggan bermesraan seperti halnya pasangan pengantin baru pada umumnya.


'Pengalaman ini tidak akan pernah bisa aku lupakan!' ucap Sherly yang kemudian terlelap.


Sementara di lantai dengan beralaskan kasur tipis, Noah memandang ke langit-langit kamar.


'Sialan. Awas saja manager hotel ini besok akan ku beri pelajaran. Apa-apaan tempat tidur seperti itu, belum digunakan sudah rubuh.'' umpat Noah dalam hati.


Ia melirik ke arah tempat tidur, dan berdiri mendekati Sherly. Tampak Sherly sudah tertidur pulas, nafasnya terdengar teratur. Noah menjadi gemas melihat wanita yang kini sudah menjadi isterinya itu tertidur lelap.


"Tidurlah yang nyenyak. Aku tidak akan melakukannya malam ini. Tapi, kau tidak akan bisa lepas dariku besok malam." Ucap Noah seraya mengusap pipi Sherly dengan lembut, kemudian Noah mencium kening Sherly yang tiba-tiba menggeliat itu.


Dengan cepat Noah kembali ke tempat tidurnya dan berbaring.


'Sabar Noah, sabar. Tahan. Kasihani dia. Dia kelelahan.'


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2