
Di dalam kamar, Noah tengah berbaring dengan masih mengenakan kemeja dan celana panjangnya. Sepatunya pun belum sempat ia lepas.
Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan menampilkan Jimmy yang tengah berdiri di pintu.
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Jimmy. "Bukankah kau yang ingin berpura-pura di hadapan Sherly? kenapa kau justru membawanya pulang ke villa malam ini.? Lagi-lagi Jimmy memberikan rentetan pertanyaan pada Noah.
Noah tak menjawab iya hanya bergumam.
"Apa kau memang sudah berencana untuk memberi tahunya?" Noah tetap tak bergeming.
"Baiklah aku juga setuju jika kau memberitahunya karena aku sudah lelah melihatmu berpura-pura menjadi seorang sekretaris hingga memberi aku pekerjaan lebih banyak lagi. Jika kau memberi tahunnya maka setidaknya pekerjaanku bisa berkurang sedikit." Ucap Jimmy lagi.
"Berisik." teriak Noah. "Lebih baik kau buka sepatuku. Aku merasa gerah." Lanjut Noah.
Tanpa banyak bicara Jimmy menuruti perintah Noah. Setelah melepaskan sepatu Noah Jimmy lalu mengambilkan sepasang pakaian tidur dari dalam lemari untuk dikenakan Noah.
"Sekarang, ganti dulu pakaian mu." ucap Jimmy.
Noah lalu duduk dan mulai mengganti pakaiannya, sementara Jimmy beralih menuju sebuah lemari pendingin kecil yang ada di dalam kamar Noah lalu mengambil air putih untuk Noah.
"Kemana saja kau hari ini?" tanya Noah. "Andai ponsel mu bisa dihubungi. Maka aku tidak harus terkena masalah ini."
"Maafkan aku Bos." ucap Jimmy. "Tadi aku pergi menemui Clara. Dia mengirimiku pesan tuk meminta bertemu di taman kota."
"Lalu?" Tanya Noah.
Jimmy memberikan air dalam botol kepada Noah lalu melanjutkan bicaranya.
"Dia mengakui semua perbuatannya. Seperti yang kau katakan sebelumnya. Ternyata dia itu memang adalah putri dari wanita yang bernama Clarissa. Clara bilang Mama nya memintanya untuk menggoda dirimu dan menjebak mu hingga kalian berdua bisa menikah. Dan akhirnya Clara bisa menguasai keluargamu dan menghancurkannya. Dan satu hal lagi, Clara menyampaikan permintaan minta maaf kepadamu melalui diriku. Clara bilang dia akan meninggalkan kota ini karena malu jika harus bertemu denganmu." Ujar Jimmy panjang lebar.
"Lalu apa yang kau katakan?" tanya Noah.
Sebelumnya Noah memang sudah menyelidiki tentang siapa Clara dan mendapati bahwa Clara adalah anak dari seorang yang dahulunya dia panggil Mama Clarissa. Meskipun tahu, Noah tak ingin sepenuhnya menyalahkan Clara atas semua tindakan yang dia lakukan.
"Bagaimanapun, Clara itu masih gadis polos. Tante Clarissa saja yang salah mendidiknya dan bahkan menanamkan kebencian pada anak gadisnya itu." Ucap Noah kala itu kepada Jimmy saat ia mengetahui semua informasi tentang Clara.
"Aku mengatakan perasaanku yang sejujurnya kepada dirinya dan memintanya untuk tidak pergi dari kota ini." Ucap Jimmy.
"Dan responnya?"
"Awalnya dia menolak karena dia bilang sejujurnya dia menyukai dirimu tapi dia pun sadar diri bahwa kau tidak mungkin membalas perasaannya. Aku lalu meminta dia untuk memberikan aku kesempatan untuk menunjukkan perasaanku kepadanya. Dan aku mengatakan bahwa aku akan membuat dirinya jatuh cinta kepadaku." Jawab Jimmy jujur.
"Bagus juga. Lakukan apapun yang bisa membuat dirimu bahagia. Tapi, yang perlu kau lakukan sekarang adalah selalu menjaga dia agar tidak berhasil dihasut dan dikendalikan lagi oleh Mama nya itu." Ucap Noah memberi saran pada Jimmy.
"Tentu saja." balas Jimmy. "Kau sendiri bagaimana? Apa kau akan mengatakan kepada Sherly yang sebenarnya?"
"Tidak ada pilihan lain lagi." jawab Noah.
"Baguslah kalau begitu, sekarang kau istirahat saja. Dan siapkan dirimu untuk mengatakan semuanya kepada Sherly besok pagi di kantor. Karena aku rasa Sherly tidak akan memaafkan mu semudah itu. Jadi, bersiaplah untuk patah hati." ejek Jimmy.
__ADS_1
"Diam kau. Lebih baik kau cepat keluar dari sini, sebelum aku melemparkan sepatu ini ke wajahmu." Teriak Noah.
Jimmy terbahak dan berjalan keluar dari kamar Noah.
********
Pagi menjelang....
Hari ini Noah memutuskan untuk datang terlambat ke kantor, karena bagaimanapun juga dia sudah bertekad untuk memberitahu Sherly kenyataan yang sebenarnya. Jadi dia tidak harus datang ke kantor lebih pagi lagi.
Namun setibanya di kantor, Noah sudah dibuat penasaran oleh banyaknya pegawai yang tengah berdiri di depan ruangan Sherly.
"Ada apa ini?" tanya Noah kepada salah seorang pegawai.
Pegawai lelaki itu menatap Noah bingung karena penampilannya yang berbeda.
"Itu, sepertinya Bu Sherly akan segera keluar dari kantor ini. Dia tidak akan bekerja disini lagi."
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Noah lagi.
Noah semakin penasaran dengan apa yang tengah terjadi di dalam ruangan Sherly.
"Sejak pagi tadi, seorang petugas dari pihak imigrasi datang dan mencari Bu Sherly. Seperti rumor yang kami dengar, bahwa Bu Sherly akan di deportasi karena sudah menyalahi aturan tentang lama tinggal di negara ini." Jawab pegawai laki-laki itu sambil terus menatap Noah dengan tatapan penuh tanda tanya.
Seorang pria lalu keluar dari dalam ruangan Sherly dengan membawa sebuah map berwarna coklat. Setelah pria itu pergi, tanpa pikir panjang Noah lalu menerobos masuk ke dalam ruangan Sherly.
"Ada apa?" tanya Noah pada sherly yang terlihat uring-uringan.
"Apa tidak ada yang bisa kau lakukan untuk membebaskan mu dari di deportasi dari negara ini?" Tanya Noah.
"Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa aku lakukan, di antaranya menikah dengan salah seorang warga negara ini. Tapi, siapa yang mau menikahi aku secara mendadak?" Ucap Sherly putus asa.
"Aku bisa saja membantumu." balas Noah. "Tapi...."
Dalam hati, Noah menyeringai dan berjingkrak senang. Karena ia akhirnya memiliki kesempatan untuk menikahi Sherly tanpa harus menyatakan perasaannya terlebih dulu.
"Tapi apa?" tanya Sherly. "Katakan semuanya, aku pasti akan menuruti semua keinginanmu ataupun perintah mu." Lanjut Sherly.
"Kau yakin mengatakan hal itu? Jangan sampai suatu saat nanti kau akan menyesali nya. Sebelum mengatakannya lebih baik kau pikir dulu." Balas Noah.
"Tidak ada yang perlu aku pikirkan lagi. Aku tidak akan menyesal. Aku hanya perlu kau berpura-pura menikahi aku. Setelah itu saat aku bisa mendapatkan status warga negara di sini, kita bisa bercerai." Ucap Sherly.
'Apa? Bercerai? Wanita ini!' Noah tampak geram.
'Jadi dia ingin menikah kontrak denganku? Baiklah, kita lihat saja nanti.' ucap Noah dalam hati.
"Lalu, apa yang akan aku dapatkan dari semua itu?" tanya Noah.
'Apa dia meminta bayaran? Bukankah dia punya rumah dan mobil mewah? Atau jangan-jangan, semua itu hanya milik orang saja. Huh, memang dasar mata duitan.' pikir Sherly.
__ADS_1
"Kenapa kau diam? Cepat katakan. Apa yang bisa kau berikan sebagai imbalannya padaku?" Tanya Noah lagi.
"Aku bisa memberikanmu semua gaji ku selama dua bulan." Balas Sherly.
"Bagaimana ya? Sepertinya terlalu sedikit." ucap Noah sambil berjalan keluar dari ruangan Sherly.
"Hey... Kau mau kemana? Baiklah. Bagaimana kalau lima bulan." Ucap Sherly seraya mengejar Noah.
"Tidak." Balas Noah.
"Ayolah. Tujuh bulan?" Tanya Sherly lagi saat keduanya masuk ke dalam lift.
"Ti.....dak." balas Noah lagi.
"Baik... Baik. Bagaimana kalau satu tahun." Teriak Sherly.
Noah tetap mengatakan tidak.
"Ayolah tolong aku." bujuk Sherly yang terus mengikuti Noah hingga keluar lift sampai ke lobi. Saat semua orang menatap mereka, Noah berhenti di tengah-tengah lobi dan berkata kepada Sherly,
"Aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi kau harus berlutut dan melamar ku di hadapan semua orang di lobi ini." Ucap Noah.
"Apa? Kau sudah gila ya..." ucap Sherly.
"Ya sudah. Kalau kau tidak mau juga tidak masalah." Ucap Noah seraya kembali berjalan.
Namun, dengan cepat Sherly menarik tangannya dan langsung berlutut dengan kedua kakinya karena ia tidak bisa berlutut dengan satu kaki disebabkan oleh roknya sempit.
Noah tersenyum penuh kemenangan. Sementara dari pojok ruang lobi tampak Jimmy tertawa puas melihat Noah mengerjai Sherly dihadapan orang banyak.
Sejak tadi Jimmy memang mengikuti Noah dan Sherly dari belakang. Jadi dia tahu persis apa yang terjadi.
"Hebat sekali kau Bos. Kau bisa membalik keadaan." Ucap Jimmy.
"Ayo katakan." ucap Noah.
Sherly menarik nafas dalam-dalam lalu mendongak.
'Ayolah Sherly kau bisa. Lakukan semuanya agar tak dideportasi dari negara penghasil gaji yang lumayan besar ini.' ucap Sherly dalam hati.
"Noah, maukah kau menikah denganku?" ucap Sherly dengan raut wajah yang malu.
"Oke." jawab Noah singkat. "Sekarang bangun dan rapikan dirimu karena kita harus pergi ke ke kantor imigrasi untuk memberitahu rencana pernikahan kita." lanjut Noah.
"Sekarang?"
"Memang kamu mau nikah tahun depan? Kalau begitu ya sudah. Maka kita bisa menikah tahun depan. Tapi kau pasti sudah lebih dulu di deportasi." ucap Noah.
"Baik-baik. Ayo kita pergi." ucap Sherly seraya bangun.
__ADS_1
Bersambung .....