
Pagi harinya, berita tentang skandal perselingkuhan Erlan dan Clarissa semakin tersiar seantero negeri. Pihak hotel Y telah mengkonfirmasi bahwa nama Erlan Alexander pernah menginap di hotel mereka.
Clarissa semakin gencar menggiring opini publik agar percaya kepadanya. Clarissa membeberkan beberapa foto saat dirinya tengah berciuman dengan Erlan di kamar hotel X yang terjadi kemarin.
Clarissa memposting foto tersebut di akun sosial medianya dengan caption, 'Jujur, aku tidak ingin semuanya jadi seperti ini. Aku dan Erlan saling mencintai, dan aku hanya ingin anaknya yang kini tengah ku kandung bisa mendapatkan status dari Erlan, dengan cara menikahi ku. Meski aku harus berstatus sebagai istri kedua.' tulis Clarissa
*****
Di villa....
Erlan dan Bella bangun tidur dengan perasaan bahagia. Keduanya bak pengantin baru yang baru saja melewati malam pengantin mereka.
Erlan duduk meminum kopi di dalam kamar saat Bella keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melintir diatas kepalanya.
"Kau cantik sekali." Ucap Erlan menarik tangan Bella dan terduduk di pangkuannya.
"Jangan mulai lagi. Ini masih pagi dan aku baru saja mandi. Aku tidak mau mandi untuk yang kedua kalinya." Balas Bella.
Erlan tertawa seraya memeluk gemas perut istrinya.
"Ku harap dalam perut ini akan segera hadir bayi kita." Ucap Erlan.
"Dengan kau yang selalu berstamina, sepertinya tidak akan lama lagi aku akan hamil." Ucap Bella tertawa.
Bella kemudian duduk di samping Erlan masih dengan pakaian mandinya. Keduanya lalu menyalakan televisi sambil menyantap waffle yang dibuatkan seorang pelayan yang baru saja datang pagi tadi.
"Apa kau tidak ke kantor?" Tanya Bella sambil mengunyah waffle.
"Aku sedang malas." Balas Erlan santai.
__ADS_1
"Kau itu...."
Ucapan Bella terhenti saat layar televisi menampilkan acara infotainment tentang skandal yang terjadi antara Erlan dan Clarissa. Layar televisi menampilkan sebuah video klarifikasi dari Clarissa melalui akun sosial medianya.
"Disini aku hanya ingin meminta maaf terutama pada kakakku Bella beserta keluarga besar kami. Aku sama sekali tidak menginginkan semua ini terjadi. Tapi aku dan Erlan benar-benar saling mencintai. Erlan awalnya memang dijodohkan dengan Bella. Namun karena suatu hal Bella menghilang dan Erlan mulai menjalin hubungan denganku. Tapi beberapa tahun kemudian Bella datang dengan membawa anak hasil hubungannya dengan Erlan di masa lalu. Mereka berdua pun menikah, hingga hubunganku dan Erlan berakhir. Tapi karena kami sudah terlanjur saling mencintai dan raga kami sudah menyatu, kami memutuskan untuk menjalin hubungan secara diam-diam. Dan seperti yang kalian tahu, sepandai-pandainya kita mengubur bangkai pasti baunya akan tercium juga. Bella mendapati kami tengah bergumul di sebuah kamar hotel. Dan sekarang mau tidak mau aku harus mengakui hubungan itu, karena sekarang aku tengah mengandung anak dari Erlan Alexander." Ucap Clarissa pada tayangan live di akun sosial medianya.
Bella terdiam, ia tak dapat berkata apa-apa. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Clarissa akan bertindak senekat ini.
'Apa yang ada didalam pikiran wanita itu? Kenapa dia begitu yakin rencananya akan berhasil? Sudah jelas Erlan tak mungkin melakukan hal itu. Lalu kalau dia benar hamil, siapa ayah dari anak yang dikandungnya?' tanya Bella dalam hati.
Bella terlihat berpikir keras, ia lalu memandang Erlan yang ternyata terlihat santai-santai saja.
"Kenapa kau terlihat begitu santai dengan berita yang begitu besar ini?" Tanya Bella.
"Apa yang harus aku khawatirkan sayangku. Sebentar lagi semua itu tidak akan terbukti. Bagaimana bisa wanita itu membuat lelucon seperti itu. Apa dia lupa bahwa dengan siapa dia berurusan saat ini? Dia salah jika ingin menjebak Erlan Alexander. Kau tenang saja sayang."
Erlan kembali mengunyah waffle nya.
Erlan meneguk air putih setelah waffle yang ada diatas piringnya habis, lalu mengusap sudut bibirnya dengan tissue.
"Sudah ku katakan padamu sayang, tenanglah. Aku juga sudah mengetahui tanggal berapa seseorang melakukan check in di kamar hotel itu dengan namaku. Dan nyatanya saat itu kita tengah berbulan madu sayang. Bagaimana mungkin aku bisa ada di dua tempat dalam waktu yang bersamaan. Dan untuk foto syur di kamar hotel itu, aku sudah bisa menanganinya. Manager hotel yang akan menjadi saksi bahwa semua itu adalah sebuah jebakan yang dibuat wanita rubah itu sendiri. Manager hotel X sudah mengamankan CCTV, namun berbeda dengan hotel Y. Entah kenapa pihak hotel mengatakan kamera CCTV mereka tengah rusak pada saat hari dimana namaku digunakan untuk check in. Tapi aku yakin alasannya karena pemilik utama hotel itu memang ingin menjatuhkan reputasi ku." Ujar Erlan panjang lebar.
"Tapi kenapa?"
"Dalam dunia bisnis semuanya adil sayang. Pemilik utama hotel itu merupakan saingan bisnis Xander Group. CEO nya yang berumur sama dengan Papa adalah orang yang licik. Sejak dulu dia selalu ingin menjadi yang terbaik di banding Xander Group yang masih dipimpin Papa saat itu."
Bella mengangguk tanda mengerti. Ia mengunggah potongan waffle nya yang terakhir. Erlan menatapnya dengan mata yang nakal.
"Ada apa?" Tanya Bella.
__ADS_1
Erlan mengarahkan matanya ke sudut bibir Bella. Bella yang mengerti mengarahkan lidahnya ke sudut atas bibirnya. Namun bukannya membersihkan sisa saus coklat yang menempel disudut bibirnya, Bella justru membuat Erlan gemas.
Erlan mendekat dan memegangi kepala Bella agar ia dapat memandang wajah Bella dengan leluasa.
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Bella saat Erlan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Bella.
"Aku mau membersihkan sisa saus coklat di sudut bibirmu." Balas Erlan kemudian mencium bibir Bella.
"Tapi bukan begini caranya?" Ucap Bella saat Erlan melepaskan ciumannya.
"Siapa suruh kau menggodaku." Balas Erlan santai.
"Kapan aku menggoda mu!" Seru Bella dengan memanyunkan bibirnya.
"Nah, tepat seperti yang kau lakukan sekarang. Kau benar-benar menggodaku." Ucap Erlan kembali menarik Bella dan menciumnya.
*******
New York City pukul delapan malam....
Setelah makan malam, Noah melihat ponselnya dan mulai membaca berita yang tengah heboh di tanah kelahirannya.
'Baru saja aku pergi, kenapa Mama sudah dapat masalah seperti ini? Tapi aku yakin, Mama dan Papa bisa mengatasi semuanya.' ucap Noah dalam hati.
Noah kemudian bergegas menuju meja belajarnya dan membuka laptopnya. Semenit kemudian Noah mulai berkutat dengan laptopnya. Ia mulai menghapus satu persatu semua berita tentang skandal Papa nya.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan dari sini, semoga Papa bisa menyelesaikan semuanya. Aku gak mau Mama sedih." Ucap Noah.
Setengah jam kemudian, tak ada satu pun lagi yang tersisa tentang berita skandal antara Erlan dan Clarissa.
__ADS_1
Bersambung.....