NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Terlambat


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Bella dan Noah berjalan ke arah keluar kota. Ada dua mobil yang mengapit mereka. Di depan dan dibelakang mereka ada mobil yang berwarna hitam menggiring mereka.


"Berhentiiiiii...." Teriak Noah tiba-tiba.


Sopir yang kaget segera mengerem mendadak.


"Apa lagi?" Teriak pria sangat yang duduk di samping sopir.


"Itu, disana ada apotik. Belikan Mama ku obat." Ucap Noah.


"Jangan mengada-ada anak kecil. Apa kau pikir aku bodoh."


"Ikuti saja apa perintahku kalau kau mau aku bekerja sama denganmu. Kalau tidak, aku bisa menyakiti diriku sendiri sekarang juga. Dan, kalau sampai itu terjadi, aku yakin keluarga Xander tidak akan memaafkan mu. Apalagi kau sudah menyakiti Mama ku. Keluarga Xander akan mencabik-cabik kalian sampai tak tersisa. Bahkan, kalau kalian mencoba untuk kabur, sampai ke ujung dunia pun Papa pasti akan mengejar kalian." Ancam Noah.


Mendengar itu, nyali si pria sangar sedikit ciut. Ia akhirnya meminta sang sopir untuk turun membelikan Bella obat untuk luka di keningnya.


Tanpa di duga, dari kursi belakang Noah mencekik leher pria sangar itu dan berteriak pada Bella untuk segera mengambil pistol yang ada di pinggangnya.


Bella yang kaget namun dengan cepat menuruti titah Noah.


"Cepat buka pintunya, atau kau ku tembak." Ucap Bella seraya mengumpulkan keberaniannya.


"Baik, baik." Si pria sangar yang merasa terancam membuka kunci agar pintu belakang mobil bisa terbuka.


Dengan cepat Bella dan Noah berlari keluar dari dalam mobil. Si pria sangar segera meminta anak buahnya mengejar Bella dan Noah. Karena banyaknya orang yang tengah berjalan membuat Noah memiliki ide dan berhenti.


"Kenapa berhenti?" Tanya Bella sambil menengok ke arah belakang.


"Noah punya ide Ma." Jawab Noah, ia kemudian berteriak.


"Tolong.... Orang-orang itu hendak menculik kami." Teriak Noah membuat orang-orang mulai memperhatikan mereka.


Orang suruhan si pria sangar berhenti mengejar Bella dan Noah. Beberapa orang yang tengah berjalan mendekat ke arah Noah dan Bella.

__ADS_1


"Kalian pasti tahu Erlan Alexander, CEO dari Xander Group. Aku adalah Noah Alexander, putera dari Erlan Alexander. Orang-orang itu ingin menculik aku dan ibuku. Tolong kami untuk menghalangi mereka. Aku yakin Papa akan memberi imbalan pada kalian yang telah menolong kami." Teriak Noah.


Setelah itu Noah dan Bella berlari meninggalkan kerumunan orang yang tengah mencoba menghalangi si pria sangar dan anak buahnya.


Noah dan Bella akhirnya tersudut, anak buah pria sangar itu ternyata semakin banyak.


"Kalian berdua sudah membuatku marah. Aku tidak akan segan-segan." Ucap pria sangar.


Bella berdiri dihadapan Noah, berusaha untuk melindunginya dari tindakan yang mungkin akan dilakukan si pria sangar.


Bugh!


Si pria sangar menendang tepat di perut Bella, membuat wanita itu jatuh tersungkur. Noah berteriak histeris saat ia digendong salah seorang anak buah si pria sangar.


"Mamaaa...." Teriak Noah.


Bella berusaha bangun, ia mencoba berdiri untuk mendekati Noah.


"Lepaskan Noah. Jangan apa-apakan dia. Kalian boleh melakukan apapun padaku, tapi jangan puteraku." Lirih Bella bersuara.


"Pa-papa...." Ucap Bella.


Saat mobil si pria sangar berhenti di depan apotik tadi, kebetulan sekali Pak Indra tengah membeli vitamin sebelum bertolak ke kediaman keluarga Alexander. Pak Indra melihat kejadian yang menimpa Bella dan Noah. Sebelumnya Pak Indra sudah menelepon Erlan dan polisi. Namun, karena belum juga ada yang datang, Pak Indra akhirnya bertindak.


"Jangan macam-macam dengan puteriku." Ucap Pak Indra.


"Hey Pak Tua, lebih baik kau pergi dari sini. Jangan pernah berani untuk ikut campur urusan kami. Atau tidak, kau yang akan menerima akibatnya." Balas si pria sangar.


"Aku tidak takut padamu." Balas Pak Indra yang langsung menghindar saat pria sangar melayangkan pukulan padanya.


Sesaat kemudian beberapa orang maju dan hendak mengeroyok Pak Indra. Namun, tanpa disangka Pak Indra melawan dan dibantu Bella menggunakan kayu yang ia dapat berusaha untuk memukul para penjahat.


Pak Indra dan si pria sangar berduel, hingga akhirnya pria sangar tersungkur. Tanpa di duga si pria sangar menarik pelatuk senjatanya dan menebak tepat di dada Pak Indra.

__ADS_1


Bella histeris begitu juga dengan Noah. Bella kembali tersungkur saat pinggangnya di tendang. Hal itu membuat Bella kehilangan kesadarannya.


"Papa....." Lirih suara Bella terucap dan akhirnya ia kehilangan kesadarannya.


Mendengar suara mobil yang berdatangan, si pria sangar langsung kabur meninggalkan anak buahnya. Sementara beberapa anak buahnya tak sempat menghindari kemarahan Erlan yang terlambat tiba.


"Papa...." Ucap Erlan kaget.


Beberapa orang anak buah pria sangar tertangkap.


"Segera bawa Papa ke rumah sakit." Teriak Erlan.


"Tapi Tuan...."


"Aku bilang bawaaa...." Teriak Erlan lagi.


Tiga orang pengawal Erlan segera membawa tubuh Pak Indra yang bersimbah darah ke dalam mobil dan melaju ke rumah sakit. Para pengawal itu berpikir bahwa Pak Indra sudah meninggal, karena sudah tak ada tanda-tanda kehidupan lagi di tubuh Pak Indra.


"Papa...." Teriak Noah berlari memeluk Erlan. "Orang itu yang sudah memukul Mama sampai pingsan." Ucap Noah dengan air mata yang berlinang.


"Bawa Noah pergi dari sini." Titah Erlan.


Saat Noah sudah dibawa pergi, pria yang sudah memukul Bella dihajar habis-habisan oleh Erlan. Bahkan laki-laki itu sampai mengalami patah tulang.


'Terima kasih Tuhan. Tuan Muda Noah sudah di bawa pergi. Jika Tuan Muda Noah melihat ini, dia pasti mimpi buruk.' pikir para pengawal Erlan yang berdiri menyaksikan keberingasan Erlan menghajar pria yang telah menyebabkan isterinya pingsan.


'Meski punya sikap yang dingin, Tuan Muda sebenarnya lembut dan baik. Nona Bella benar-benar mendapat tempat yang paling penting di hati Tuan Muda. Orang itu sudah salah berurusan dengan Tuan Muda.' pikir Pak Bimo yang ikut berada di tempat itu.


Erlan terus saja menghajar lelaki yang sudah babak belur itu, membuat beberapa orang anak buah si pria sangar yang lainnya sampai kencing di celana.


"Kau telah berani memukul wanitaku. Jadi, kau harus menerima akibatnya." Ucap Erlan. "Kalian semua, lanjutkan pukuli orang-orang ini sampai seluruh tulang mereka patah." Titah Erlan.


Erlan kemudian menatap tubuh Bella yang tergeletak di tanah. Tak ada satupun pengawalnya yang berani menyentuh Bella tanpa perintah Erlan. Erlan kemudian membopong sendiri tubuh Bella dan segera membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, karena datang terlambat." Ucap Erlan seraya menitikkan air mata.


__ADS_2