
Satu minggu berlalu, persiapan pertunangan Erlan dan Bella sudah rampung. Mereka melangsungkan pertunangan dengan hanya melibatkan keluarga inti.
Erlan memberikan sebuah cincin berbentuk oval yang penuh dengan gemerlap batu-batuan permata di sekelilingnya. Cincin yang berbeda dengan cincin pertunangan yang biasanya bermata satu ini merupakan cincin peninggalan dari mendiang Mama Erlan dan ternyata sangat pas dikenakan di jari manis Bella. Cincin itu pun menjadi lambang dan komitmen pernikahan diantara Erlan dan Bella.
Dua minggu setelahnya acara pernikahan akan terlaksana. Tajuk berita di media sosial dan elektronik membahas tentang agenda pernikahan Sang Presdir Xander group. Bahkan di media sosial ramai-ramai membuat tagar hari patah hati sedunia.
Erlan dan Bella sepakat untuk melangsungkan acara pernikahan secara kekeluargaan. Mereka berdua tidak mengundang banyak orang, dan hanya akan dihadiri oleh anggota keluarga terdekat saja.
Bu Maya dan Clarissa mulai bersikap baik terhadap Bella dan Noah. Meski begitu raut wajah Clarissa tak bisa menyembunyikan bahwa dirinya merasa tidak suka akan apa yang tengah terjadi di hadapannya.
Sehari setelah acara pertunangan, Erlan mengajak Bella pergi ke sebuah tempat, dan hanya berdua.
"Beneran Noah tidak mau ikut?" Tanya Bella.
"Noah tengah sibuk Ma. Mama pergi saja dengan Papa."
"Memangnya Noah sedang melakukan apa?"
"Mempersiapkan sesuatu untuk acara pernikahan Mama dan Papa."
Seperti itulah alasan Noah yang tak ingin ikut bersama Bella pergi ke suatu tempat bersama Erlan.
Erlan dan Bella tiba di sebuah hutan yang ditumbuhi banyak pohon pinus.
"Untuk apa kita kesini?" Tanya Bella.
Erlan menggandeng tangan Bella, mengajaknya memasuki hutan. Keduanya berjalan di jalan setapak yang diapit tingginya pohon-pohon pinus.
Mata Bella membelalak sempurna saat keduanya tiba di sebuah tanah lapang yang ditumbuhi bunga-bunga berwarna merah terang.
Terdapat sebuah rumah pohon yang dihiasi tanaman merambat dengan daun yang berwarna ungu.
Bella menganga, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia hanya melihat pemandangan seperti ini dari televisi.
__ADS_1
'Andai Noah ada disini, dia pasti senang.'
Tiba-tiba dari arah belakang, Erlan memeluk Bella dengan erat.
"Apa kau suka?"
"Suka sekali."
"Kalau begitu, apa kau mau pernikahan kita diadakan disini saja?"
"Maksudmu?"
Erlan memutar tubuh Bella agar menghadap dirinya.
"Kita akan mengikat janji suci pernikahan kita disini. Atau bisa di tempat lain tapi dengan tema garden party. Mengingat tempat ini bisa dibilang lumayan jauh." Ucap Erlan seraya membelai lembut rambut Bella.
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Bella.
"Jangankan bertanya, kau minta seisi dunia pun akan aku berikan padamu."
"Kenapa kau memilihku? Bagaimana kau bisa mencintaiku?"
"Aku tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun sebelumnya. Saat pertama kali melihatmu di pesta itu, aku langsung jatuh cinta padamu. Jika aku sudah bertemu denganmu lebih awal, aku pasti akan merayu kamu, akan meminta kamu menjadi kekasihku, membawamu pergi berjalan-jalan atau hanya sekedar duduk di taman bunga seperti ini. Aku mungkin sering mencuri satu atau dua ciuman darimu, tapi hanya setelah meminta izin darimu, serta restu dari Papa mu, maka aku pun berlutut. Dan aku memberimu sebuah cincin, yang merupakan cincin dari mendiang Mama ku. Isabella Aurelia Dinata, aku berjanji untuk mencintaimu setiap saat selamanya. Maukah kamu memberiku kehormatan yang luar biasa untuk menikahi mu?"
Bella dengan mantap menjawab, "iya."
Keduanya berpelukan dan berciuman mesra di kelilingi bunga yang mengeluarkan harum yang semerbak.
*******
Hari pernikahan pun tiba.
Sesuai kesepakatan keduanya. Erlan dan Bella memilih tema white wedding pada setting sebuah taman atau garden party. Jalinan bunga-bungaan berwarna putih yang bergantungan, dipadu dengan kursi dengan balutan kain berwarna putih dengan aksen pita warna ungu.
__ADS_1
Tanaman berbunga putih juga menghiasi pada kiri dan kanan jalan membuat dekorasi pernikahan Bella terlihat sangat bersatu dengan alam.
Setiap pernikahan akan terasa lengkap dengan kehadiran orang-orang terkasih. Para pengantin perempuan akan menunjuk saudara atau orang terkasihnya untuk menjadi bridesmaids sementara si pengantin pria menunjuk orang terdekat untuk menjadi groomsmen.
Namun, pada pernikahan Erlan dan Bella, mereka tak menunjuk bridesmaids ataupun groomsmen. Mengingat keduanya memang pribadi yang introvert. Mereka berdua tidak memiliki teman atau sahabat yang begitu dekat. Jadi hanya kedua keluarga yang mengenakan dresscode berwarna senada.
Keluarga Alexander yang di dominasi laki-laki, Tuan Adam, Vino dan Pak Bimo tampil dengan dresscode black suit dan dasi putih bagi para laki-lakinya. Sementara yang perempuan, yang hanya merupakan istri Pak Bimo dan kedua puteri Pak Bimo yang masih duduk di bangku sekolah menengah mengenakan gaun aneka model dengan sentuhan warna ungu.
Keluarga Adinata yang terdiri dari Pak Bimo, Bu Maya dan Clarissa mengenakan dresscode dengan warna yang sama dengan Keluarga Alexander.
"Mah, kenapa aku harus datang ke acara ini? Bukankah ini malah semakin menghancurkan hati aku?" Clarissa setengah berbisik.
Semua tamu sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Erlan tampil dengan jas warna hitam, duduk di depan seorang pria yang merupakan orang dari pihak KUA untuk meresmikan pernikahan secara negara.
"Lalu kau ingin melakukan apa? Apa kau ingin duduk di rumah seorang diri untuk tidak menghadiri pernikahan ini? Apa kau sudah gila?" Balas Bu Maya berbisik. "Sudah Mama katakan, kau harus sabar. Suatu saat nanti kita pasti berhasil menghancurkan Bella."
Keduanya terdiam saat alunan musik menandakan kedatangan Bella yang didampingi Pak Indra berjalan memasuki area tempat pernikahan.
Semua orang berdiri, memandangi Bella yang tampil sangat cantik dalam gaun pernikahannya. Sementara berjalan lebih dahulu dihadapan Bella dan Pak Indra, adalah Noah dengan membawa sebuket bunga mawar warna putih.
Noah tak kalah tampan dengan Erlan. Ia tampil mengenakan tuxedo putih.
'Aku tahu aku sangat tampan, kalian tidak usah melihatku seperti itu.' gumam Noah dalam hati.
"Cantik sekali...." Ucap setiap tamu undangan yang hadir.
Gaun pengantin adalah satu hal yang paling kritis dalam penampilan seorang pengantin. Tidak heran kalau para pengantin rela untuk merogoh uang sampai puluhan dan ratusan juta untuk mendapatkan sebuah gaun yang sempurna.
Untuk Bella, ia memilih gaun rancangan desainer terkenal, dengan bahan satin yang terlihat simpel dari depan namun memiliki detail lace yang seksi dan cantik pada punggungnya. Permainan kancing yang unik semakin membuat siapapun tidak akan bisa berhenti memandang keindahan gaun yang dikenakan Bella.
Untuk rambut, Bella memilih gaya rambut yang diangkat ke atas dengan gaya messy look. Sebagian rambut pada bagian depan dibiarkan berjatuhan sementara aksen kepang pada rambut menjadi twist yang manis namun tidak berlebihan.
Sesuai dengan personality Bella yang menyukai segala sesuatu yang simpel, Bella juga mengenakan tiara atau mahkota kecil yang semakin melengkapi penampilan anggunnya.
__ADS_1
'Kau sangat cantik Cinderella-ku.'
Erlan yang ikut berdiri, menatap Bella yang tengah berjalan melewati para tamu undangan dengan tatapan yang penuh kekaguman.