NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Malam Pertama


__ADS_3

Pagi harinya, keduanya terbangun dengan tubuh yang rileks dan sudah bertenaga. Pagi-pagi sekali Noah sudah menelepon pihak hotel untuk bertemu dengan sang Manager hotel. Noah meminta Manager hotel untuk datang ke kamar yang ditempatinya.


"Untuk apa kamu meminta mereka untuk kemari?" Tanya Sherly yang tengah menikmati sarapannya di teras kamar hotel yang langsung menghadap ke sebuah taman itu.


"Aku mau komplain." Balas Noah seraya menyeruput coklat hangat.


"Apa kamu yakin?" Tanya Sherly lagi. "Nanti kamu sendiri yang akan malu." Lanjut Sherly.


"Kenapa harus malu? Justru mereka yang harus malu karena...."


Belum selesai Noah berbicara, seorang pria mengenakan setelan jas warna hitam dan dua orang pelayan masing-masing seorang pria dan wanita berdiri dihadapannya.


"Selamat pagi Tuan Alexander. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap pria yang merupakan Manager hotel itu gugup.


Bagi si Manager hotel, jika dia sampai dipanggil oleh seorang Noah, maka ada sesuatu yang salah atas pelayanan dari hotelnya.


"Masuk ke dalam dan lihat sendiri bagaimana bobroknya tempat tidur yang kalian sediakan." Teriak Noah.


Ketiga orang yang berdiri dihadapan Noah terlihat bingung. Sekilas mereka melirik ke arah tempat tidur yang terlihat jelas dari teras karena pintu yang terbuka.


'Ada masalah apa sebenarnya? Bukankah tempat tidurnya terlihat baik-baik saja.' pikir Manager hotel.


"Kenapa masih berdiri disini. Segera ganti tempat tidur rusak itu." Bentak Noah lagi.


"Ma-maaf Tuan. Tapi, tempat tidur itu terlihat baik-baik saja. Apa..."


"Baik dari mananya. Tempat tidur itu sudah patah." Ucap Noah santai. "Segera ganti dengan yang baru." Lanjut Noah lagi.


Mata ketiga orang yang berdiri dihadapan Noah itu membulat sempurna saat Noah menyebutkan kata patah. Sang Manager hotel memerintahkan pelayannya mulai bekerja. Tak lama datang dua orang pelayan yang lainnya. Sementara Noah dan Sherly hanya duduk di teras fokus menikmati sarapan mereka.


"Maaf atas ketidaknyamanan ini Tuan. Saya akan menggantinya dengan yang baru." Ucap Manager hotel kemudian berlalu saat Noah mengangguk pelan.


Dari dalam kamar, terdengar para pelayan yang berbisik-bisik.


"Waah, malam pertamanya pasti heboh makanya sampai kayu dipan yang terbuat dari jati saja bisa patah." Ucap salah seorang pelayan pria.


"Namanya juga malam pertama. Pasti haus." Balas pelayan pria yang lainnya.


"Huss... Pelan kan suara kalian, nanti di dengar loh." Ucap pelayan wanita.


Wajah Noah tampak memerah, sementara Sherly terlihat menahan tawa.


"Sudah selesai sarapannya?" Tanya Noah pada Sherly. "Ayo cepat kita pulang saja." Lanjut Noah.


Sherly ikut saja, saat Noah berjalan meninggalkan teras kamar hotel. Keduanya bertemu dengan Manager yang tampak tengah berjalan bersama beberapa pelayan lainnya yang membawa tempat tidur baru.


"Tuan Anda...."

__ADS_1


"Aku mau pulang." Potong Noah. "Minta pada pelayanmu untuk mengemas pakaian isteriku dan antar ke alamat ini." Lanjut Noah kemudian menggandeng tangan Sherly pergi.


Manager hotel berdiri mematung dan semakin bingung tentang apa yang tengah terjadi.


*******


Tiba di rumah, Noah dan Sherly disambut oleh Erlan dan juga Bella serta Tuan Besar Adam.


"Waah pengantin baru sudah pulang saja. Mama pikir kalian butuh waktu lebih untuk berduaan." Goda Bella.


"Hmmmm...." Balas Noah singkat kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu.


"Ayo sayang, ikut Mama ke ruang keluarga. Berhubung kalian sudah pulang, malam nanti kita adakan makan malam keluarga besar di rumah ya." Ucap Bella seraya menggandeng tangan Sherly.


"Terserah Mama saja." Balas Noah malas.


Bella dan Sherly berjalan menuju ruang keluarga, sementara Noah, beserta Papa dan Opa nya memilih duduk berbincang di ruang tamu.


"Bagaimana tadi malam?" Tanya Tuan Besar Adam dengan nada menggoda.


"Bagaimana apanya?" Noah bertanya balik.


"Ya malam pertama." Balas Erlan.


"Gak terjadi apa-apa. Karena kelelahan kami milih tidur." Ucap Noah.


Tuan Besar Adam dan Erlan saling pandang dan terbahak bersama.


Noah tak menghiraukan Tuan Besar Adam dan Erlan yang menertawainya. Yang ada dalam pikiran Noah adalah para pelayan yang tengah membicarakannya.


"Aaarrrgghh..." Teriak Noah tiba-tiba dengan wajahnya yang memerah kemudian memilih bangun dan berjalan ke kamarnya.


"Ada apa dengannya?" Tanya Tuan Besar Adam.


"Mungkin kesal karena tidak bisa malam pertama." Balas Noah yang membuatnya kembali tertawa bersama Sang Papa.


***********


Malam pun datang, agenda makan malam dengan keluarga berjalan lancar. Sherly sudah mulai bersikap lebih santai saat berbincang dengan anggota keluarga Alexander yang lainnya.


Hari masih tidak terlalu malam saat satu persatu anggota keluarga Alexander undur diri. Keluarga yang hanya sedikit semakin mempercepat proses dari ramai menuju sepi. Tapi tidak benar benar sepi. Masih terdengar suara-suara dari arah ruang keluarga. Kadang mereka kompak tertawa bersama.


'Entah apa yang mereka tertawa kan.' ucap Sherly dalam hati.


Sesekali Noah mencuri pandang, menyapu wajah Sherly hanya dalam satu kali lirikan. Noah tahu, Sherly pun melakukan hal yang sama. Ya benar, ini memang waktu yang tepat bagi sepasang pengantin baru untuk diam-diam saling memperhatikan.


Di saat yang lain, keduanya saling memandang dan melempar tanya, kemudian menahan tawa. Semakin ditahan semakin membuat bibir keduanya tak kuasa mengeluarkan instrumen, jadinya malah mirip ringkikan seekor kuda. Bella yang kebetulan sedang melintas spontan bertanya, “Ada apa Nak?.” Kata kata itu hanya membuat wajah Noah dan Sherly berubah menjadi merah padam.

__ADS_1


“Lho ayo ini pengantinnya istirahat dulu, kok malah begadang.” ucap Tuan Besar Adam.


Noah mengangguk dan melempar senyum.


“Ayo kita ke kamar.” ucap Sherly.


Lagi lagi Noah tersenyum, malam ini Noah benar-benar murah senyum dan membalas ucapan Sherly.


“Iya sayang, kamu duluan aja, nanti aku menyusul.”


Tak lama kemudian Sherly beranjak dan melangkah menuju kamar yang ternyata sudah dihias sedemikian rupa untuk keduanya.


'Sejak kapan, kamar ini didekorasi?' tanya Sherly dalam hati.


Sementara Noah, hanya bisa duduk bersama anggota keluarga lain yang masih belum pulang.


'Ah, seharusnya tadi aku mengikuti saran mu.* batin Noah.


Dan di sinilah Noah sekarang, di ruang keluarga. Ada banyak hal yang mereka perbincangkan, tapi dalam otak Noah begitu sulit meremote dan menggerakkan kedua kaki. Padahal hati kecilnya sudah mengirimkan pesan pada otak.


“Nak, istirahat dulu”, kali ini anjuran dari Bella, sang Mama tidak Noah sia-siakan.


Noah segera bangkit dan menyusul Sherly ke kamar. Butuh keberanian ekstra untuk melangkah, sungguh entah kenapa kali ini Noah menjadi semakin gugup.


Sesampainya di dalam kamar, Noah menjumpai dua keindahan. Selain senyum Sherly yang teramat manis, ada juga dia mendapati kain sprei warna ungu muda mengkilat. Perpaduan yang sempurna. Sherly masih tersenyum saat Noah mendekat. Sayangnya, Noah tidak bisa berlama lama di dalam kamar. Noah lebih memilih kembali keluar kamar dan bergabung dengan anggota keluarga yang masih berkumpul di ruang keluarga.


'Ada apa denganku? Bukankah aku yang sejak kemarin ingin berduaan dengannya?' Noah membatin.


Awalnya gelisah, lama-lama Noah merasa nyaman ada diantara keluarga.


Pukul satu dua belas malam.


“Istirahat dulu Nak..” ucap Bella lagi seraya menepuk pundak Noah.


"Iya. Sana temani isterimu." Sambung Erlan.


Noah lalu beranjak dan pamit pada anggota keluarga yang masih bertahan begadang. Semuanya tersenyum simpul. Senyum yang aneh, tapi tidak ada waktu bagi Noah untuk memikirkannya.


'Kali ini aku benar benar merindukan kain sprei warna ungu muda mengkilat itu.' ucap Noah dalam hati.


Sesampainya di kamar, Noah terkejut. Ternyata Sherly masih terjaga. Tidak seperti sebelumnya, bibir Sherly tak lagi membentuk perahu tampak samping. Kali ini Noah hanya mendapati bibir yang kedua ujungnya melengkung ke bawah.


"Hmmm, ternyata kau menungguku." Ucap Noah seraya berjalan mendekati Sherly.


Dan cicak-cicak di dinding pun berdecak. Seperti sedang turut merayakan kebahagiaan keduanya yang akhirnya bisa menikmati malam pertama di kamar pengantin mereka.


*******

__ADS_1


Kehidupan pernikahan Noah dan Sherly berjalan dengan baik dan harmonis. Satu tahun setelah pernikahan, Sherly akhirnya melahirkan dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dengan kelahiran bayi yang diberi nama Axel dan Alice itu menambah kebahagiaan di keluarga besar Alexander.


TAMAT....


__ADS_2