NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Bertemu Papa Clarissa


__ADS_3

Keduanya lalu masuk ke dalam ruangan setelah pintu dibukakan oleh penjaga.


Tiba di dalam ruangan, terlihat seorang laki-laki bertubuh kekar tengah duduk di kursinya di temani dua orang wanita seksi yang duduk di pangkuannya.


Dagu laki-laki itu dipenuhi bulu halus, sorot matanya tajam menatap ke arah Bu Maya dan Clarissa.


"Sayangku, kalian berdua boleh keluar sekarang juga." Bisik nya pada kedua wanita seksi yang duduk di pangkuannya.


Meski terlihat enggan, kedua wanita itu tetap mengikuti ucapan sang lelaki yang terlihat seperti bos mafia itu.


"Selamat datang Maya. Kau terlihat semakin cantik saja. Apa yang membuatmu akhirnya datang menemui ku lagi setelah begitu lama." Ucap pria bernama Tuan Tama itu.


"Tama aku...."


"Tunggu sebentar. Siapa wanita cantik ini? Apa kau akan memberikannya padaku? Wah dia cantik sekali, aku akan bersenang-senang malam ini. Dan dia sepertinya akan menjadi primadona disini." Ucap Tuan Tama seraya mencolek dagu Clarissa.


Plak!


Bu Maya menampar wajah Tuan Tama dengan keras.


"Beraninya kau...." Tuan Tama hendak membalas tapi Bu Maya dengan cepat menghindar dan berteriak.


"Dia itu anakmu." Teriak Bu Maya.


"Apa?" Tuan Tama tampak kaget mendengar ucapan Bu Maya.


"Iya dia Clarissa. Dia ini putri kandungmu sendiri. Apa kau lupa dulu aku pernah mengatakan padamu bahwa aku hamil. Tapi aku tidak bisa bersamamu karena saat itu kau belum mapan. Aku memilih kembali pada suamiku." Ujar Bu Maya.


Tuan Tama mengingat kembali masa lalunya, dimana dia dan Bu Maya berselingkuh di belakang Pak Indra yang tengah bekerja di luar kota.


Dulu, Tuan Tama memang belum seperti saat ini memiliki banyak uang dan menjadi Bos Mafia. Di masa lalu, Tuan Tama hanyalah seorang pria yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah klub malam. Dan, disana lah ia bertemu dengan Bu Maya dan mulai menjalin hubungan.


Suatu malam, Bu Maya datang ke klub dimana Tuan Tama bekerja.


"Tama, aku hamil." Ucap Bu Maya.


"Kau hamil? Kalau begitu tinggalkan suamimu, dan menikahlah denganku." Ucap Tuan Tama kala itu.


"Aku tidak bisa. Bagaimana mungkin aku akan memilih tinggal bersamamu sementara kau tidak bisa memberikan apapun padaku. Kau hanyalah laki-laki yang memuaskan aku diatas ranjang kala suamiku tak ada di rumah. Jika kau bisa lebih kaya dengannya, maka aku akan kembali padamu." Ucap Bu Maya.


Sejak hari itu, Tuan Tama yang masih muda berusaha sekuat mungkin. Ia berubah menjadi laki-laki yang kejam. Masuk ke dalam sebuah kelompok mafia yang menjual berbagai barang terlarang hingga akhirnya ia mampu berdiri sendiri dan menjadi bos dari mafia yang ada di wilayah kota X.


"Kau putriku...." Ucap Tuan Tama mengusap pipi Clarissa lembut.


"Lihat wajahnya baik-baik. Apa kau tak merasa dia mirip denganmu. Kalau kau tak percaya padaku, kau bisa melakukan tes DNA dengannya." Ucap Bu Maya.


"Maya, sejujurnya aku masih marah padamu. Kenapa kau tak kunjung kembali padaku, padahal aku sudah semapan ini. Aku bahkan tidak pernah menikah hanya karena menunggu dirimu kembali." Ucap Tuan Tama seraya menatap Bu Maya lekat.

__ADS_1


Dengan cepat Bu Maya memeluk Tuan Tama.


"Maafkan aku Tama. Aku takut kau tidak akan menerimaku lagi, apalagi kau sekarang adalah bos dari tempat ini. Aku takut kau akan membunuhku."


"Jika kau takut, lalu kenapa sekarang kau kemari?"


Clarissa muak melihat kemesraan yang ditunjukkan dua orang yang nyatanya adalah orang tua kandungnya itu.


"Bisa tidak kalian berdua tidak bersikap seperti ini dihadapanku. Aku muak." Ucap Clarissa.


Tuan Tama tertawa lalu beralih memeluk Clarissa. Meski risih, Clarissa akhirnya membalas pelukan pria kekar itu.


'Bagaimanapun pada kenyataannya laki-laki ini adalah Papa kandungku. Jadi, aku harus bisa menerima semuanya.'


"Kami diusir." Ucap Bu Maya.


"Apa kalian diusir oleh si Indra itu?"


Clarissa mengangguk.


"Kenapa bisa?"


Bu Maya menceritakan semua yang terjadi pada mereka dengan alasan yang dibuat berlebihan, agar Tuan Tama menjadi lebih bersimpati kepada keduanya.


"Oh, jadi Clarissa putriku ini mencintai CEO dari grup Xander. Menarik sekali. Kalian tenang saja, aku akan membalaskan dendam kalian. Terutama kepada si tua bangka Indra itu. Untuk grup Xander, kebetulan sekali aku memiliki masa lalu bersama Tuan Besar mereka."


"Siapa lagi kalau bukan dia. Adam itu adalah musuh bebuyutan ku sejak masa SMA dulu. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka karena sudah mempermalukan putriku."


Clarissa tersenyum licik.


'Hahaha ada gunanya juga aku punya Papa seorang mafia.' ucap Clarissa dalam hati.


**********


Malam hari di Kediaman Keluarga Alexander....


"Apa kau baik-baik saja sayang?" Tanya Erlan pada sang istri yang tengah duduk melamun di balkon kamar mereka.


Bella terdengar menghela nafasnya panjang.


"Aku kasihan pada Papa." Ucap Bella. "Sekarang Papa harus tinggal sendirian di rumah, dan hanya di temani para pelayan. Aku...."


"Bagaimana kalau Papa kita ajak tinggal di rumah ini saja." Ucap Erlan menyela ucapan Bella.


Bella menatap Erlan yang duduk di depannya dengan lekat.


"Aku serius sayang. Kita bisa ajak Papa tinggal disini, kasihan juga kalau Papa tinggal disana sendirian."

__ADS_1


"Entahlah, sepertinya Papa tidak akan setuju. Papa orangnya tidak bisa jauh dari rumah itu. Aku ingat Bu Maya dulu pernah meminta untuk menjual rumah itu dan menggantinya dengan rumah yang baru dan lebih modern. Tapi Papa menolak dengan alasan rumah itu merupakan harta paling berharga bagi Papa karena peninggalan dari orang tua Papa." Ujar Bella.


"Lalu bagaimana? Kalau kita yang tinggal disana juga tidak mungkin. Disini kita juga akan meninggalkan Papa sendirian, sementara Papa disini memiliki kebutuhan khusus. Aku bukannya tidak mau...." Bella menaruh telunjuknya di bibir Erlan.


"Ssssttt aku mengerti suamiku sayang. Toh aku juga tidak mengatakan untuk memintamu tinggal di kediaman keluargaku. Aku hanya memikirkan Papaku saja." Ucap Bella.


"Bagaimana kalau Papa Indra menikah lagi?" Ucap Erlan bercanda dengan menurun naikkan alisnya.


"Gila kamu." Bella menjitak kepala suaminya.


"Hahaha aku bercanda sayang. Tapi kalau Papa memang bisa mendapat wanita yang cocok, kenapa tidak."


"Kau memang benar. Tapi aku yakin, Papa sendiri tidak akan lagi berniat untuk menikah. Apalagi diusianya yang sudah tak muda lagi."


"Hmmmm kalau begitu, aku akan mengatur beberapa pelayan yang bisa bekerja disana menemani Papa agar tak merasa sendirian. Bagaimana?" Tanya Erlan.


"Sepertinya ide mu bagus juga." Jawab Bella.


"Sebagai hadiah atas ide hebat ku. Malam ini kau harus memberikanku hadiah." Ucap Erlan seraya menggendong Bella dengan cepat.


"Kau...."


Belum sempat Bella bicara, bibir Erlan sudah menutup mulutnya. Erlan kemudian berjalan menuju tempat tidur dan meletakkan tubuh Bella dengan perlahan.


"Aku mencintaimu." Bisik Erlan di telinga Bella.


"I love you too." Balas Bella.


Sekali tepuk, lampu kamar langsung berubah redup. Kedua pasangan itu kemudian mulai mereguh indahnya cinta.


Bersambung....


Terima kasih semuanya sudah mampir.... 😘😘


Jangan lupa berikan......


Like 👍


Komen 💭


Hadiah 🎁


Vote 🎟️


Salam sayang,


La-Rayya ❤️

__ADS_1


__ADS_2