NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Rencana Erlan


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri, Erlan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Erlan melihat kamar Bella terbuka, ia lalu masuk begitu saja.


'Bella dimana?' pikir Erlan.


Bella terlihat keluar dari dalam kamar mandi di kamarnya. Ia begitu kaget mendapati Erlan yang bertelanjang dada.


"Hei kenapa kau kemari? Mana pakaianmu?" Teriak Bella seraya menutup wajahnya.


'Aduh mataku sudah ternoda. Apa itu tadi kotak-kotak di perutnya terlihat begitu rapi. Aaaah Bella apa yang kau pikirkan.'


"Aku tidak punya pakaian, kau kan lihat sendiri pakaianku basah semua."


"Terus kau mau aku ngapain? Telepon saja Pak Bimo minta dia mengantar pakaianmu, lalu pulanglah." Titah Bella kemudian berbalik menghadap tembok.


"Daya ponselku habis." Balas Erlan santai seraya duduk di atas tempat tidur Bella.


"Itu, gunakan ponselku."


"Aku tidak menghafal nomor Pak Bimo."


"Terus bagaimana? Masa kau mau terus seperti itu."


"Pinjamkan aku pakaianmu." Ucap Erlan.


"Apa?" Teriak Bella.


"Ya sudah kalau kau tidak mau, aku bisa seperti ini semalaman di rumahmu." Balas Erlan kemudian berbaring di tempat tidur Bella.


'Iihh menyebalkan sekali.'


Bella masih saja menghadap tembok, lalu ia mendapat sebuah ide untuk mengerjai Erlan. Bella membuka lemarinya kemudian mengambil pakaian untuk Erlan, sebuah pakaian tidur berupa dress dengan model lengan tali.


"Apa-apaan ini?" Ucap Erlan sambil memegang pakaian yang dilempar Bella.


"Aku tidak punya pakaian lain. Itu adalah yang paling longgar." Kilah Bella sambil menahan senyum.


'Oh, kau mau mengerjai ku ya. Baiklah, aku akan mengerjai mu balik.' pikir Erlan seraya masuk ke dalam kamar mandi Bella.


Setelah beberapa saat, Erlan membuka pintu. Namun, tak kunjung keluar.


Bella yang duduk bersandar di tempat tidurnya tak sabar melihat rupa Erlan.


"Hei ayo keluar." Ucap Bella cekikikan.


"Aku malu." Jawab Erlan.


Bella semakin cekikikan membayangkan bagaimana rupa Erlan.


"Ayolah, tidak ada orang lain disini. Hanya aku yang melihatmu." Ucap Bella.


Ragu-ragu, Erlan keluar dengan memegang ujung dress yang tak dapat menutup lututnya itu.


Bella tak dapat lagi menahan tawanya. Erlan terlihat begitu lucu mengenakan pakaian yang diberikan Bella. Tubuh Erlan yang berotot membuat pakaian yang diberikan Bella terlihat sangat ketat dikenakan Erlan.

__ADS_1


Erlan tersenyum menatap Bella yang tertawa terpingkal-pingkal.


'Dia terlihat sangat begitu manis saat tertawa.'


Bella tiba-tiba terdiam saat menyadari bahwa Erlan tengah menatap dirinya.


"Mmmm sekarang kamu istirahat aja di kamarnya Noah." Ucap Bella memalingkan wajahnya.


"Apa kamu ingin melihat Papa nya mengenakan pakaian seperti ini?" Ucap Erlan.


"Gak sih, bisa-bisa Noah malu punya Papa kayak kamu."


"Nah itu tahu."


"Terus kamu tidur dimana? Oh aku tahu, di ruang keluarga aja."


"Aku tidak terbiasa tidur di lantai. Apalagi sekarang tengah hujan, diluar sana dingin. Aku mau tidur disini saja." Balas Erlan seraya melompat ke tempat tidur dan berbaring di sisi Bella.


Bella yang kaget berusaha bangun untuk keluar. Dengan cepat Erlan menarik tangan Bella.


"Jangan keluar, kau mau tidur dimana? Tidur disini saja denganku." Ucap Erlan.


Bella menampik tangan Erlan.


"Kamu jangan macam-macam ya." Pekik Bella.


Erlan tersenyum seraya mengambil guling dan meletakkan ditengah-tengah tempat tidur.


"Aku tidur sebelah sini, kamu tidur disitu. Bantal guling ini yang menjadi sekatnya. Kalau aku sampai melewati batas kau bisa mengusirku keluar dan aku tidak akan membantah." Jelas Erlan.


Erlan lalu menaruh tangan Bella dipipi nya sambil sesekali menciumnya.


"Lepaskan." Ucap Bella.


"Tidurlah, kau sendiri yang melewati batas." Balas Erlan.


"Aku hanya ingin merapikan rambutku yang tak sengaja sampai menutupi bantal mu."


"Sudahlah tidur saja. Biarkan aku tidur dengan memegang tanganmu. Kalau kau sampai berontak aku tidak akan menahan diriku lagi terhadapmu."


Bella dalam sekejap terdiam mematung. Setelah beberapa saat, Bella berpikir bahwa Erlan telah tidur. Dengan perlahan Bella menarik tangannya.


"Kau benar-benar mau menggodaku ya." Ancam Erlan.


"Tidak, tidak, aku akan tidur sekarang juga." Ucap Bella seraya menutup matanya.


*****


Pagi menjelang...


Bella terbangun dengan menyadari bahwa dirinya tengah berada dalam pelukan Erlan.


'Kenapa bisa begini?' pikir Bella.


Bella berusaha melepaskan diri dari pelukan Erlan, namun Erlan semakin erat memeluknya.

__ADS_1


'Bagaimana ini?' pikir Bella.


Bella menatap wajah Erlan yang hanya berjarak lima sentimeter dari wajahnya.


'Apa karena dia memelukku semalaman, hingga membuat tidurku begitu nyenyak.'


Mata Erlan tiba-tiba terbuka, membuat Bella kaget lalu dengan cepat mendorong Erlan dan bangun.


Selesai dengan rutinitas pagi mereka, Erlan mengajak Bella dan Noah pergi ke suatu tempat.


Awalnya Bella enggan untuk pergi, tapi setelah paksaan dari Noah, Bella pun akhirnya mau ikut. Kali ini Bella duduk bersama dengan Erlan, sementara Noah memilih duduk dibelakang.


Mereka tiba di sebuah taman bermain. Noah terlihat sumringah.


"Waahh asyiikk kita kesini lagi Pa!" Seru Noah berlarian.


Bella terlihat mengekor dibelakang, melihat Erlan dan Noah tertawa bersama. Ada perasaan haru dan bahagia di hati Bella melihat Noah akhirnya dapat merasakan kasih sayang seorang Papa.


"Eh lihat, bukankah itu Erlan Alexander." Ucap salah seorang pengunjung kepada temannya.


"Ayo ikutin, berita besar ini. Pasti bakalan viral. Siapa wanita dan anak yang bergandengan tangan dengannya itu?"


Dua orang itu lalu mengikuti Erlan dan mengambil gambar serta video Erlan bersama Noah dan juga Bella.


*******


Hari berikutnya, berita tentang Erlan yang menggandeng anak kecil bersama seorang wanita menjadi berita hangat di media sosial dan elektronik.


Pak Indra yang tengah menonton televisi, melihat berita tentang kedekatan Noah dan Bella dengan Erlan.


"Apa wanita yang dicintai Erlan adalah Bella?" Ucap Pak Indra.


'Syukurlah, Bella berarti memang ditakdirkan untuk berjodoh dengan Erlan.' ikir Pak Adam.


Clarissa yang berdiri di belakang Pak Indra merasa geram akan pemberitaan yang dilihatnya di televisi.


"Apa-apaan itu Pa? Kenapa Erlan bisa bersama wanita murahan itu." Teriak Clarissa.


"Clarissa jaga bicaramu. Bella itu juga kakamu."


"Aku tidak mengakui wanita seperti dia menjadi kakakku. Aku tidak punya kakak seperti dia." Teriak Bella kemudian berlari menuju kamarnya.


Pak Indra kembali menatap layar televisi yang menampilkan Bella tengah bermain komedi putar bersama dengan Noah dan Erlan.


Sementara di dalam kamar, Clarissa merasa marah dan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang yang ada didalam kamarnya.


"Aaaaarrrrggghhh . . . . " Teriak Clarissa.


"Ada apa denganmu sayang?" Ucap Bu Maya panik melihat Clarissa yang tengah emosi.


"Apa Mama gak lihat acara televisi tadi? Ternyata Erlan itu nolak nikah sama aku karrna dia sudah digoda sama Bella si ular itu Ma." Teriak Clarissa.


"Tenangkan dirimu sayang, Mama tadi sudah lihat. Mama juga merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi kamu harus tenang."


"Kita harus memikirkan bagaimana caranya agar Si Ular itu bisa berpisah dengan Erlan." Ucap Clarissa.

__ADS_1


"Tentu saja, enak saja dia mau merebut Erlan dari kamu. Mama akan melakukan apa saja untuk membuat kamu bahagia." Balas Bu Maya.


__ADS_2