NOAH: The Genius Musical

NOAH: The Genius Musical
Melamar Bella


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, berita tentang Erlan yang tengah berkencan dengan seorang wanita yang memiliki anak menjadi berita yang paling viral di seantero negeri.


Erlan tak terlalu memikirkan hal itu, ia terlihat bersikap santai. Erlan hanya ingin fokus untuk mendapatkan cinta Bella.


Hampir setiap hari ia mampir ke rumah Bella untuk menghabiskan waktu dengan Noah. Kadang-kadang mereka juga pergi ke luar untuk sekedar mengajak Noah bermain.


Sudah sering kali Erlan menyatakan cintanya dan ingin menikahi Bella. Namun, Bella tetap meminta waktu.


Kini, hubungan Bella dan Erlan yang sudah diketahui wartawan, membuat Bella risih. Kemanapun ia pergi, ia selalu diikuti wartawan. Hal itu membuatnya merasa tak nyaman. Begitu juga dengan Noah, setiap hari saat pergi dan pulang sekolah beberapa wartawan sudah menunggu dirinya di depan gerbang sekolah.


Hari ini Erlan mendapat laporan dari Pak Bimo, bahwa gossip tentang dirinya yang berpacaran dengan wanita yang memiiki anak semakin mengada-ada.


"Selama gossip itu tidak mengganggu hubunganku dengan Bella dan Noah, jangan terlalu dipikirkan." Ucap Erlan.


"Tapi Tuan Muda, Nona Bella sepertinya mulai merasa terganggu akan kehadiran para wartawan yang selalu mengikutinya. Begitu juga dengan Tuan Kecil Noah. Akhir-akhir ini berbagai berita juga menyudutkan Nona Bella, dengan mengatakan bahwa Nona Bella seorang penggoda."


"Apa kau bilang? Bella dan Noah selalu diikuti wartawan? Bella bahkan dikatakan sebagai penggoda?" Teriak Erlan menggebrak meja.


"Benar Tuan Muda." Jawab Pak Bimo.


"Kalau begitu segera undang semua wartawan dari pihak televisi untuk melakukan konferensi pers di kantor ini, siang ini juga." Ucap Erlan.


"Baik, segera saya laksanakan Tuan Muda."


Siang harinya, sesuai perintah Erlan sudah banyak wartawan yang hadir dalam ruangan yang sudah disiapkan Pak Bimo.


Acara konferensi pers pun dimulai. Erlan hanya menyapa para wartawan lalu ia langsung membuka sesi pertanyaan.


"Selamat siang Tuan Erlan, saya Amira dari TV4. Pertanyaan saya apa benar Tuan Erlan berpacaran dengan wanita yang ada di dalam video itu?"


"Iya." Jawab Erlan cepat tanpa ada penjelasan lainnya.


Wartawan yang lainnya mulai mengangkat tangan dan mulai bertanya.


"Apa wanita itu seorang ibu tunggal?"


"Iya." Balas Erlan lagi.


"Apa Tuan Erlan tidak mempermasalahkan statusnya yang memiiki anak?"


"Tidak." Balas Erlan dengan santai.


Setiap wartawan yang bertanya hanya dijawab 'ya' dan 'tidak' saja oleh Erlan. Hingga tak ada lagi yang mau bertanya.


"Apa sudah tidak ada yang mau bertanya lagi?" Tanya Pak Bimo.

__ADS_1


Tak ada jawaban, seisi ruangan hening. Erlan kemudian memperbaiki posisi mikrofon yang ada dihadapannya dan mulai berbicara.


"Sekarang, jika kalian tidak mempunyai pertanyaan lagi. Biarkan aku yang bertanya pada kalian semua." Ucap Erlan tegas.


Aura ruangan menjadi gelap dan menakutkan, sorot mata Erlan menunjukkan kemarahan. Semua orang tiba-tiba berubah menjadi patung, tak ada yang berani bergerak sedikitpun.


"Apa hak kalian sampai mengintrogasi ku seperti sekarang?"


"Kenapa kalian semua mengurusi kehidupanku?"


"Apa aku mengizinkan kalian untuk melakukan semua itu?"


"Apa kalian tidak takut aku akan menuntut kalian karena sudah membuat berita tidak benar?"


"Siapa diantara kalian yang telah membuat berita dengan mengatakan bahwa wanitaku itu seorang penggoda?"


Semua orang terdiam mendengar ucapan Erlan.


"Kali ini aku akan mengatakan apa yang ingin kalian ketahui." Lanjut Erlan.


"Wanita yang bersamaku itu bernama Bella. Dia wanita yang sangat aku cintai sejak tujuh tahun yang lalu. Anak kecil yang kalian lihat selalu bersama ku itu bernama Noah. Kalian pasti sudah mengenalnya sebagai seorang komposer muda. Dia adalah anak kandungku." Ucap Erlan.


Raut wajah para wartawan berubah kaget. Namun tak ada satupun yang berbicara.


"Semuanya sudah aku katakan dihadapan kalian semua. Aku harap, kalian tak membuat berita atau gossip yang hanya akan merusak reputasi orang-orang yang aku sayangi." Lanjut Erlan lagi.


Erlan menghela nafas panjang. Sorot mata Erlan berubah menjadi lebih tenang. Ia terlihat fokus menatap ke arah kamera.


"Bella, Cinderella-ku. Sekarang, dihadapan semua orang akan aku katakan, bahwa aku mencintai kamu. Aku ingin kau menjadi isteriku. Biarkan aku menjagamu dan anak kita Noah." Ucap Erlan penuh keseriusan.


Semua orang tercengang, tak terkecuali Pak Bimo yang duduk disamping Erlan.


Di rumah, Bella yang tengah menonton acara televisi itu menitikkan air mata haru. Noah yang ada disisinya memeluk dirinya erat.


'Apa dia baru saja mengumumkan cintanya padaku dihadapan semua orang secara live?' pikir Bella.


"Mah, menikahlah dengan Papa. Agar setiap hari Noah selalu bisa bersama Mama dan Papa. Tidak seperti sekarang, masih pisah rumah." Ucap Noah memohon.


Bella terdiam menatap putera yang sangat dicintainya itu.


"Mau ya Mah. Please...." Ucap Noah manja.


'Anak ini dulu begitu dingin, kini demi memintaku menikah dengan Papa nya, dia terlihat begitu menggemaskan.' pikir Bella.


"Mah!" Seru Noah.

__ADS_1


Bella akhirnya mengangguk, membuat Noah berjingkrak senang.


"Horeeee......" Teriak Noah.


Sore harinya, Erlan datang ke rumah bersama beberapa rombongan mobil. Erlan turun dari dalam mobil dengan menggembang buket bunga mawar merah berukuran sangat besar untuk Bella.


"Cinderella....." Teriak Erlan dari depan rumah.


Bella keluar bersama Noah yang tengah memegang tangannya.


"Papa....." Teriak Noah berlari ke arah Erlan lalu memeluknya.


"Hai jagoan, mau bantu Papa tidak?" Ucap Erlan.


"Tentu saja Pah."


Erlan lalu membisikkan sesuatu ke telinga Noah.


Dari dalam iringan mobil, keluarlah beberapa orang berpakaian serba hitam yang masing-masing membawa sebuah papan kecil. Orang-orang itu berbaris ke samping menghadap rumah Bella.


Erlan melangkah maju ke arah Bella disusul Noah yang mengekor dibelakangnya. Tak lama kemudian, Erlan berdiri dihadapan Bella sambil memberikannya buket bunga.


"Bella, tak ada kata-kata lain yang bisa aku sampaikan selain aku mencintai kamu. Toong bwrikan aku kesematan untuk menjagamu. Biarkan aku menjadi lelaki yang seutunya. Buatlah kita berkumpul menjadi sebuah keluarga kecil dan hangat." Ucap Erlan lalu berlutut.


Saat Erlan berlutut, semua pengawal Erlan yang memegang papan, membalik papan yang mereka pegang. Lalu muncullah tulisan 'Marry me Bella'.


Noah yang berdiri dibelakang Erlan, maju dan memberikan Erlan sebuah kotak berisi sebuah cincin bertahtakan berlian yang terlihat sangat cantik.


"Isabella, menikahlah denganku. Dan buat aku menjadi lelaki yang seutuhnya." Ucap Erlan.


Bella menitikkan air mata bahagia, lalu mengangguk-angguk perlahan.


Erlan berdiri dan menatap Bella tak percaya.


"Ini artinya kamu menerima lamaran aku?" Tanya Erlan.


"Iya." Balas Bella.


Erlan yang bahagia langsung mengangkat Bella.


"Thank you Cinderella." Teriak Erlan.


"Pah, kenapa Mama aja yang digendong? Noah gak?"


Erlan dan Bella tertawa. Erlan kemudian mengangkat tubuh Noah dan menggendongnya tinggi-tinggi.

__ADS_1


'Ternyata jatuh cinta, dapat membuat orang yang begitu dingin menjadi bodoh.' pikir Pak Bimo tersenyum.


__ADS_2