Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Balita


__ADS_3

Tinggalkan jejakmu kawan, like vote dan juga komen "semangat author, kamu pasti bisa dan harus bisa." terima kasih.


Dalam ballroom tersebut terkumpul banyak orang berpengaruh mulai dari pengusaha sampai dengan para pejabat negara yang turut ikut menghadiri acara ulang tahun perusahaan keluarga Nugraha Wijaya. Tampak tuan Kenzo sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya begitupun dengan keempat putranya yang tampak sedang menyapa para tamu undangan lainnya yang tak lain dominan adalah rekan bisnis keluarga mereka.


Tampak ada seorang wanita paruh baya datang menghampiri Keyren berserta dengan putrinya.


"Selamat malam nyonya Nugraha dan juga nona Keren, apa saya mengganggu waktu kalian berdua." Tanya seorang wanita paruh baya dengan sopan dan juga senyum ramah yang mengiring.


"Selamat malam nyonya Emely, senang bisa bertemu dengan anda, ohiya ini adalah putri saya Keren, Keren ini nyonya Emely salah satu rekan bisnis mommy dan juga perusahaan mereka bekerjasama dengan perusahaan keluarga kita." Jelas Keyren kepada putrinya.


" Selamat malam Nyonya Emely. Senang bisa bertemu dengan anda, salam kenal." Sapa Keren sopan dengan tersenyum manis.


"Tentu gadis manis, senang juga bertemu denganmu." Jawab Emely.


"Mari silakan duduk, jangan sungkan." Ucap nyonya Keyren mempersilakan.


"Ahh terima kasih." Jawab nyonya Emely.


"Ehm, bagaimana butik anda nyonya Emely ? Saya dengar - dengar butik yang anda jalankan saat ini sudah menembus pasaran luar negeri." Tanya nyonya Keyren basa-basi.


"Ya, kabar yang anda dengar memang benar adanya, butik yang saya bangun sejak masih muda sekarang berdiri dimana dan semakin dikenal, sebenarnya tidak ada apa-apanya dengan desainer papan atas seperti anda nyonya Keyren." Jawab Emely menjelaskan ia tersenyum bangga usaha yang sejak muda ia rintis bisa berkembang sampai ia sudah mulai menua.


"Hahaha terima kasih, aku anggap itu sebagai pujian." Canda Nyonya Keyren.


Sedangkan untuk Keren iya hanya diam saja mendengarkan apa yang dibicarakan oleh sang mommy dan rekan bisnis mommy - nya.


"Ohiya, nona Keren apa kesibukan anda saat ini ?" Tanya Emely kepada gadis cantik yang sejak tadi hanya diam saja.


"Untuk saat ini saya masih menganggur nyonya, saya baru saja kembali dari luar dan menyelesaikan s1 disana." Jawab Keyren dengan tersipu malu karena ia belum memiliki kesibukan.


"Tidak usah malu nak, kamu bisa meminta mommy atau daddy mu pekerjaan." Jawab Emely sambil tersenyum kecil.


"Yah benar sayang, kamu bisa meminta mommy atau daddy pekerjaan, tapi kamu tidak perlu bekerja juga tak masalah." Jawab Felix dari belakang nyonya Emely sambil tersenyum kecil.


"Ish kakak, aku ini sudah besar dan harus punya uang." Jawab Keren kesal.

__ADS_1


"Kakakmu ini banyak uang tak usah khawatir." Canda Felix melihat adiknya kesal.


"Hahaha kalian ini lucu sekali, tapi apa yang dikatakan oleh kakakmu tanpa kerja pun kamu akan mendapatkan uang dari mereka." Sambung Emely dengan sidikit bercanda melihat gadis didepannya tidak tertarik menjadi pengangguran.


"Ishh tante, aku tidak ingin menggangur." Cemberut Keren yang terlihat lucu.


Keyren yang melihat putrinya digoda hanya tersenyum kecil, putrinya yang manja sekarang sudah beranjak menjadi sosok gadis dewasa.


"Nyonya Emely senang bertemu dengan anda." Sapa Felix dengan hormat, ia mengenal jelas siapa Emely dan mengetahui jika wanita tersebut adalah wanita baik hati dan penuh kebaikan maka dari pada itu ia tak merasa keberatan jika adik dan mommynya bercengkrama bersama dengan nyonya Emely.


"Kau tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang gagah Felix, senang bisa bertemu kembali." Jawab nyonya Emely sambil tersenyum tulus.


"Tentu nyonya saya harus tumbuh menjadi sosok pria dewasa yang gagah karena ada satu nyonya dan tuan putri harus saya jaga setiap saat." Jawab Felix sambil tersenyum kecil.


"Tuan putri yang kau ceritakan ternyata sangatlah cantik dan ratumu sangatlah baik Felix." Jawab Emely.


"Yah memang seperti itu, engkaupun sama di dalam keluargamu nyonya Emely." Jawab Felix sambil tersenyum.


Sosok Emily yang baik dan juga penuh dengan ketulusan hati membuat Felix menjadi tersentuh dan bersikap sopan, biasanya ia akan bersikap tak enak jika bertemu dengan orang yang mempunyai seribu niat tersembunyi.


"Yah, Aku sedang berbincang-bincang bersama dengan nyonya Keyren dan juga putrinya sejak tadi dan kebetulan tuan muda Felix juga baru sampai beberapa saat lalu." Sambil tersenyum nyonya Emely menjelaskan kepada suaminya.


"Selamat malam tuan Elbert, senang bisa berjumpa dengan anda." Salam Felix sopan kepada suami nyonya Emely.


"Selamat malam, senang bertemu kalian." Jawab tuan Elbert dengan ramah.


Tuan Elbert paham dengan watak seorang Felix, jarang ia bersikap ramah ia dikenal sebagai sosok dingin dan tak tersentuh, pertama bertemupun itu adalah gambaran dari Felix menurut tuan Elbert tapi semakin hari ia sedikit paham jika Felix akan terbuka dengan sendirinya kepada orang yang tulus dan tak memiliki niat terselubung.


"Bagaimana kabar anda tuan ?" Tanya Felix basa - basi.


"Baik dan sehat." Jawab tuan Elbert dengan ramah.


"Apa aku bisa kenalan dengan gadis cantik satu ini ? Tanya tuan Elbert sambil mengarahkan pandangan pada Keren.


"Keren tuan, adiknya kak Felix dan putri dari nyonya Keyren." Sapa Keyren ramah dan Felix hanya tersenyum kecil, adiknya memang sangat sopan terhadap yang lebih tua.

__ADS_1


Belum sempat tuan Elbert menjawab sapaan dari Keyren, terdengar suara seorang balita.


"Daddy." Panggil balita tersebut sambil berlari di ikuti seorang pria dewasa dibelakangnya.


Dan beralih kepada seorang balita yang sedang beralih menuju ke arah mereka, nyonya Emely tersenyum mengetahui jika yang datang adalah putrinya.


"Hai baby." Sambut tuan Elbert pada putri kecilnya.


" Daddy kemanaa aja, Bella caliin kecana kemali sama kaka gaa ketemu." Tanya Bella dengan suara cadel.


"Daddy gak kemana - mana sayang, kenapa mencari daddy ?" Tanya Tuan Elbert pada putrinya.


"ella kecal sama kaka, sejak tadi bicala telus dengan oyang lain, ella di cuekinn ama tata, tata cekalang ga cayang ella." Jawab Bella sambil cemberut padangnya terlihat sedih dan kecewa.


Kalvaro memang sejak tadi berbicara dengan rekan bisnisnya mungkin ia sampai melupakan sang adik karena pekerjaan sehingga tanpa sadar ia membuat adiknya kesal.


"Kakak kan sudah minta maaf Bella, kamu tidak seharusnya bicara begitu." Jawab Kalvaro takut di omelin sang mommy.


Sejak tadi Felix, nyonya Keyren dan Keren hanya diam saja mendengarkan pembicaraan keempat orang tersebut. Felix yang sejak tadi memperhatikan balita yang baru bergabung dengan mereka tersebut menyadari jika ia pernah bertemu dengan balita tersebut, Tatapan yang tadinya biasa saja berubah menjadi tak suka begitu menyadari jika balita tersebut ada hubungannya dengan kejadian malam itu.


Tuan Elbert menanggkap raut tak suka dari Felix kepada putrinya, ia tampak berpikir apa Felix memiliki masalah tersendiri dengan anak kecil atau Felix terlibat masalah dengan putri kecilnya.


"Ehm, Felix apa ada yang salah dengan putriku kenapa kamu menatapnya begitu tajam ?" Tanya Elbert mencoba mencari tahu.


"Jadi dia putrimu ?" Tanya Felix balik.


"Yah dia putriku, apa ada yang salah ?" Selidik tuan Elbert.


"Felix, ia hanya anak kecil kau jangan membesarkan masalah lupakan kejadian itu, jangan membuat hubungan baik menjadi renggang." Jawab tuan Kenzo dari belakang.


"Terserah." Jawab Felix sambil beranjak dari kursi.


"Kakak." Tahan Keren kepada kakaknya, ia mengingat balita yang ia temukan waktu itu.


"Cup, jangan terlalu dekat dengan anak kecil itu." Ucap Felix sebelum meninggalkan Keren.

__ADS_1


__ADS_2