Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Kencan ?


__ADS_3

Spesial Episode, Baca sampai habis yah .


Semua sudah kembali ke Indonesia, sedangkan untuk Felix ia harus menunggu selama 2 pekan kedepan, ia sepakat untuk membantu suadaranya Aeron dalam mengelola perusahaan yang baru dibangun di Paris, semuanya di setujui mengingat sekarang Aeron sudah memiliki satu buntut dan istri yang sedang dalam masa pemulihan.


"Kak, aku jalan dulu." Ucap Felix sambil tersenyum kecil, tidak lupa ia juga menyapa keponakannya yang tampan.


"Hai boy, baik - baik dirumah." Sapa Felix pada bayi tampan tersebut, namanya Elvery Youlbert Nugraha Lie, sapaa hangatnya adalah baby El / baby Bert.


"Hati - hati uncle." Jawab Sarah sambil menirukan suara bayi.


"Kau berhati - hatilah, aku sudah menginformasikan kepada sekertarisku namanya Selena dia yang akan membantumu selama 2 pekan disini." Ujar Aeron terdengar tegas dan berwibawa.


"Baiklah." Jawab Felix hanya menurut saja.


"Kalau ada masalah di kantor segera hubungi aku, maaf jika merepotkanmu." Ujar Aeron lagi merasa tidak enak harus menahan kakaknya lebih lama.


"Kau tidak perlu sungkan, aku ini kakakmu. Menjaga dan melindungi, Menolongmu sudah termasuk menjadi tanggung jawabku." Jawab Felix sambil tersenyum, meski ia terkesan hanya memperhatikan adik perempuannya satu - satunya, tetapi kasih sayangnya terhadap semua saudara sama hanya caranya yang berbeda - beda.


"Kau yang terbaik." Ucap Aeron sambil menatap penuh haru pada kakak keduanya yang sudah menghilang di balik tembok.


"Hai, jangan melow seperti itu, kau kan sudah menjadi ayah sekarang." Goda Sarah pada suaminya.


"Aish kau ini, kau harus tahu jika aku begitu menyayangi kedua kakakku dan kedua adikku, mereka pun demikian hanya cara kita yang berbeda sehingga terkesan kita masing - masing hanya menyayangi adik bungsu kita Keren Nugraha Wijaya." Ketus Aeron meski ada bau - bau kesedihan di dalam matanya.


"Keren begitu beruntung memiliki keempat ka .." Ujar Sarah langsung terpotong.


"Tidak, dia tidak seberuntung yang kalian liat, ada luka dalam pada dirinya yang tidak diketahui siapapun selain kak Felix, Ia dan Tuhan." Ujar Aeron tampak begitu senduh.


"Maksudmu ?" Tanya Sarah tampak penasaran.


"Aku bahkan tidak sanggup untuk sekedar bercerita, intinya kak Felix menjadi begitu posesif, dingin dan tidak tersentuh setelah kejadian itu, ia menganggap semua orang hampir sama ia begitu menjaga Keren sampai akhirnya Keren harus belajar di negara lain." Ujar Aeron, entahlah kesedian yang sudah begitu lama tidak akan ia ungkit lagi biarkan semua menjadi rahasia masalalu.

__ADS_1


"Hiks." Seolah sedih dengan cerita sang ayah, baby El pun ikut menangis, benar - benar bayi tampan yang menggemaskan.


Kembali ke Felix.


Saat ini Felix tengah berada di dalam mobil mewah yang akan mengantar dirinya menuju perusahaan milik sang kakak, ia sementara akan memegang kendali perusahaan tersebut.


"Apa masih lama ?" Tanya Felix datar pada asisten pribadi kakanya, Jesen.


"Tidak tuan, sebentar lagi kita akan segera tiba." Jawab Jesen sopan.


"Hmm, hubungi sekertaris itu minta dia untuk berada di depan lobby ketika aku tiba." Ujar Kalvaro lagi.


"Baik tuan." Jawab Jesen, dengan segera ia melaksanakan printah tuan sementaranya.


"Tuan Felix bahkan jauh lebih dingin dari tuan Aeron, semoga aku tidak membuat kesalahan yang menyinggungnya." Batin Jesen berusaha biasa saja.


"Kita sudah sampai tuan, mari silakan." Ujar Jesen sembari membukakan pintu dan mempersilakan tuan muda Felix untuk keluar.


"Selamat pagi tuan muda, selamat datang dan bergabung, mohon bimbingannya." Ujar seorang gadis cantik yang diketahui namanya Selena, atau sekertaris pribadi kakaknya.


"Ehm, hari ini tuan ada perkenalan dengan jajaran dewan direksi, dan untuk penyambutan akan ada acara minum teh sore ini." Jawab Selena dengan lembut tapi terkesan tegas.


"Pertemuan pertama menyenangkan, berkerjalah dengan gesit aku tidak ingin ada kesalahan dalam perkerjaanmu." Jawab Felix sambil berjalan pelan.


"Baik tuan, saya akan melaksanakan semua sebaik mungkin." Jawab Selena terdengar tegas dan lembut.


Semua orang bagai terpanah dengan ketampan tuan muda Nugraha, menatap tanpa berkedip membuat langkah kaki tuan muda Felix berhenti.


"Selamat pagi, kalian tidak mendapat gaji untuk mengagumi atasan kalian, bekerja dengan baik dan jangan melakukan kesalahan, 2 pekan kedepan aku akan menggantikan Ceo kalian atau yang kalian kenal sebagai tuan Aeron Nugraha." Ujar Felix panjang lebar, ultimatum yang ia keluarkan sudah cukup untuk mereka semua.


"Berkerja bersama saya lain seperti bekerja dengan adik saya, saya rasa cukup kembali berkerja." Ujar Felix kemudian kembali dibimbing menaiki lift khusus CEO yang ada disana.

__ADS_1


"Huft, kenapa tuan yang satu ini begitu dingin astaga." Ujar Selena dalam hatinya, ia mana mungkin menyuarakan secara langsung.


"Selena, jangan melamun saya tidak suka orang yang lelet." Tajam Felix pada sekertaris pribadi kakaknya.


"Maafkan untuk kesalahan saya tuan, kedepannya tidak akan terjadi lagi." Ujar Selena dengan cepat, dalam hati ia merutuki hobi melamunnya.


"Letakan di atas meja untuk semua yang perlu saya priksa dan tanda tangani, dan tolong ambilkan dokumen pengeluaran - pemasukan prusahaan, Jesen." Ujar Felix dengan datar dan dingin, ia perlu memeriksa semua hal sebelum mengambil ahli sepenuhnya.


"Baik tuan, saya pamit sebentar." Ujar Jesen sambil menunduk sopan.


"Baik, dan kau duduk sekarang." Ujar Felix sambil menatap Selana.


"Baik tuan." Ujar Selena patuh.


Deg deg entah mengapa perasaan Selena menjadi tidak karuan, ia memiliki firasat yang kurang mengenakan melihat tatapan bosnya yang semakin tajam.


"Apa kau melupakan pria aneh ini nona Selena ?" Tanya Felix dengan tatapan tajamnya, ia seolah ingin menelan Selena hidup - hidup.


"Maaf tuan, apa sebelumnya saya pernah melakukan kesalahan yang menyinggung anda atau mungkin kita pernah bertemu sebelumnya ?" Tanya Selena tampak gugup, shit sekarang ia bahkan tidak berani untuk sekedar menatap bosnya.


"Kau melupakan aku gadis kecil." Ujar Felix sambil menarik dagu Keren, sungguh apa gadis itu bercanda pikirnya.


Deg, gadis kecil apa itu sebutan untuknya, tapikan ia sudah dewasa pikirnya.


"Pria dewasa yang kau temui di rumah sakit, jadi bagaimana apa kau sudah mengingatku ?" Tanya Felix penuh penekanan.


"Kau ?" Karena terkejut Selena bahkan mengangkat tangannya untuk menunjuk bos barunya, sadar akan kesalahannya ia segera menurunkan tangan.


"Maaf tuan, apa bila saya menyinggung anda waktu itu, saya harap kita bisa berdamai." Ujar Selena gugup, astaga jadi pria aneh itu sekarang bosnya, habislah ia.


"Aku akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat." Ujar Felix sambil menyeringai.

__ADS_1


"Baik tuan." Jawab Sarah.


"Kau harus mau menjadi teman kencanku malam ini, bagaimana setuju tidak setuju kau harus mau, aku memerintah." Ujar Felix penuh intimidasi sehingga Keren hanya mampu menganggukan kepala.


__ADS_2