
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian masing - masing dengan like, vote & komen "semangat authorr, semoga karyanya makin bagus lagi." Terima kasih semua ganteng dan cantikku.
15 menit berlalu akhirnya mereka tiba di salah satu mal terdekat dari perusahaan yang dikelola oleh Aeron. Aeron langsung saja memarkirkan mobil di salah satu tempat VIP yang memang sudah disediakan oleh pihak Mall.
Aeron membukakan pintu untuk sang adik tersayang, setelahnya mereka berdua bergegas masuk untuk melihat makanan apa yang enak hari ini, Setelah berputar-putar 5 menit lamanya akhirnya Aeron dan Keren memutuskan untuk makan di salah satu restaurant yang menjual makanan daerah atau rumah makan padang.
"Samakan saja." Ucap Aeron saat adiknya menoleh.
"Baiklah." Jawab Keren langsung menyatat setiap menu yang di inginkan.
Setelah pelayan restoran tersebut meninggalkan mereka berdua mereka berdua tampak terlihat berbicang ringan.
"Keren, setelah ini kamu mau langsung kakak antar pulang atau mau jalan - jalan dulu ?" Tanya Aeron kepada adiknya.
"Kalau kakak tak sibuk aku ingin jalan-jalan terlebih dahulu." Jawab Keren sambil memelas.
"Baiklah, tapi pukul 2 nanti kita harus kembali karena jam 3 kakak masih ada meeting." Ucap Aeron memberi penawaran.
"Setuju." Jawab Keren dengan senyum merekah.
Suatu kesenangan tersendiri bagi aeron jika adiknya patuh dan tidak membangkang, adiknya adalah gadis yang benar - benar baik hati, ia mengerti jika adiknya mencari masalah dengannya artinya ia kurang berbagi waktu dengan adiknya.
Seperti siang ini adiknya tiba-tiba saja datang ke perusahaan miliknya tanpa berbicara terlebih dahulu, takut adiknya berpikir jika kakak-kakaknya tidak menyayanginya maka Aeron memilih untuk menyempatkan waktu berjalan-jalan sebentar sesudah makan.
"Sebentar ya kak, aku mau ke toilet dulu." Ijin Keren kepada kakaknya.
"Baik, jangan lama - lama." Jawab Aeron sambil menganggukan kepala.
Setelah 2 menit kepergian Keren tiba-tiba saja ada yang datang dan menyapa Aeron, seorang laki - laki dewasa yang tampan.
"Selamat siang tuan Aeron, apa saya menggangu waktu anda." Sapa orang tersebut dengan formal.
"Ehm, selamat siang tuan." Jawab Aeron.
"Tentu tidak tuan." Sambung Aeron setelah mengetahui siapa yang menghampiri dirinya.
"Ehmm, maaf apa anda sedang berkencan, jika pertanyaan saya terlalu lancang anda tidak perlu menjawab tuan." Tanya lelaki tersebut sekali lagi.
"Tidak, saya hanya sedang makan siang dengan seseorang." Jelas Aeron datar.
__ADS_1
Setelahnya keduanya terlibat perbincangan ringan mengenai perkembangan perusahaan masing-masing dan juga membicarakan dunia bisnis.
5 menit berlalu akhirnya Keren kembali dari toilet, Keren terlihat bingung melihat ada seseorang yang duduk bersama sang kakak.
"Siapa itu ?" Tanya Keren dalam hatinya.
"Kak." Sapa Keren setelah berdiri di samping meja.
"Keren, duduklah." Jawab Aeron sambil tersenyum kecil.
"Ehmm, ini rekan bisnis kakak Kalvaro Adhitama. Kalvaro ini adik saya Keren Nugraha." Jelas Aeron memperkenalkan mereka berdua.
"Senang bertemu kembali nona." Sapa Kalvaro terlebih dahulu melihat Keren hanya diam saja.
"Apakah sebelumnya kita pernah bertemu tuan ?" Tanya Keren.
"Saya kakaknya Bella, balita yang kau tolong waktu itu dan juga balita yang engkau gendong saat perayaan ulang tahun perusahaan keluarga Nugraha Wijaya." Jelas Kalvaro , ternyata meskipun sudah pernah bertemu gadis ini tidak memperhatikan dan juga mengindahkan kehadirannya.
"Maaf mungkin saya kurang memperhatikan sekitar." Jawab Keren sopan, meski ia tak enak hati karena tak mengingat sama sekali.
"Tidak masalah." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil.
"Apa anda ingin ikut bergabung bersama kami tuan atau anda ingin memesan meja sendiri." Tanya Aeron secara gemblang.
"Ehmm, jika diijinkan saya ingin bergabung dengan meja kalian saja, tapi jika kalian merasa keberatan saya tidak mengapa jika harus pindah meja." Jawab Kalvaro.
"Silakan saja, tapi sebaiknya anda menambah makanan lagi." Ucap Aeron mempersilakan.
Suara handphone berbunyi semua mata langsung tertuju pada satu handphone yang berada di atas meja yang tidak lain adalah milik Aeron.
"Sebentar." Ucap Aeron sebelum beranjak dari kursinya.
"Hallo." Jawab Aeron.
"..." Jawab orang disebrang telpon.
"Katakan." Ucap Aeron.
"..." Jelas orang dari sebrang telpon.
__ADS_1
"Baiklah, sebentar lagi saya akan segera kesana, tolong handle terlebih dahulu." Ucap Aeron sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Setelah berbicara seperti itu langsung saja Aeron mematikan telepon sepihak, sekarang dia harus memikirkan bagaimana cara menjelaskan kepada sang adik jika ia harus segera kembali ke kantor, ia tau jika masalah darurat Keren tidak akan mempermasalahkan, tapi tetap saja ia tak ingin mengecewakan adiknya, ia sudah terlanjur berjanji.
"Huft." Setelah menghela nafas dalam - dalam langsung saja Aeron berjalan menuju meja mereka.
Tampak Keren hanya duduk sambil memainkan ponselnya sedangkan Kalvaro sejak tadi menatap Keren tanpa berkedip membuat Aeron menyipitkan mata, pertanda jika saat ini ia mulai merasa curiga dengan rekan bisnisnya.
"Ehmm." Dheman Aeron membuyarkan lamunan Kalvaro, Kalvaro yang kaget berusaha untuk bersikap biasa saja menutupi kegugupannya.
"Makanannya lama sekali." Gerutu Keren tampak mulai bosan.
"Sebentar lagi mungkin pesanan kita selesai, bersabarlah terlebih dahulu." Ujar Aeron menenangkan sang adik.
"Hmm." Hanya suara dheman saja balasan dari sang adik, tampaknya adik perempuannya saat ini sedang merasa tidak nyaman.
"Keren, sebenarnya ada masalah di kantor kakak, kakak sekarang harus segera kembali kekantor, makanannya di bungkus saja bagaimana ?" Tawar Aeron dengan berat hati.
"Bungkus saja makanannya kak, kita bisa makan di kantor kakak." Jawab Keren tanpa merasa keberatan sama sekali.
"Maaf, lain kali kakak akan mengajakmu pergi jalan - jalan." Aeron menjanjikan sesuatu kepada adiknya dengan penuh penyesalan karena merasa jika ia mengecewakan sang adik.
"Bagaimana kalau saya yang menemani nona Keren berbelanja, kebetulan saya sudah tidak memiliki agenda hari ini." Tawar Kalvaro tanpa sadar.
"Tidak perlu repot - repot tuan." Tolak Keren dengan halus.
" Saya tidak merasa direpotkan." Jawab Kalvaro cepat.
" Ehmm, bagaimana Keren ?" Tanya Aeron yang mengerti jika adiknya sedikit kebingungan.
"Bodoh. pasti sekarang gadis kecil ini menganggap aku seorang pemaksa." Batin Kalvaro menyesali dan berharap - harap cemas.
"Baiklah jika tidak merepotkan." Jawab Keren terpaksa.
"Huft, kenapa aku harus bertemu dengan orang aneh sepertinya, semoga kedepannya aku tidak bertemu lagi dengannya." Kesal Keren dalam hati.
"Baiklah, kalau begitu kakak kembali terlebih dulu, tuan Kalvaro anda bertanggung jawab atas adik saya saat ini." Ucap Aeron sambil menatap Kalvaro dengan penuh intimidasi.
"Tentu, anda bisa mempercayakan keselamatan adik anda kepada saya." Jawab Kalvaro dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Cup .. kakak berangkat dulu sayang, segera hubungi Kakak jika sesuatu terjadi." Pamit Aeron kepada kakaknya.