Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 82


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Tuan, bukankah anda akan menghadiri pesta pernikahan adik anda ?" Tanya Maxx disela kegiatan sarapan mereka.


"Yah, kenapa memang ?" Jawab Derrel.


"Apa anda tidak berniat membawa pasangan anda kesana tuan ?" Tanya Maxx dengan sedikit ragu.


"Aku tidak mempunyai pasangan, apa kau berniat menjadi pasanganku begitu." Jawab Derrel dengan mata memicing bertanda curiga.


"Tentu saja tidak tuan, bagaimana bisa saya menjadi pasangan anda sementara saya berjenis kelamin sama dengan anda, bagaimana jika anda mengajak nona Alicia." Usul Maxx dengan antusias.


"Kau ingin aku mengajak gadis yang tidak jelas sepertinya, yang benar saja." Ketus Derrel, meskipun hatinya kembali mempertimbangkan usulan Maxx.


"Ehmm, padahal menurut saya tuan dan nona Alicia sama - sama cocok, tampan dan cantik setidaknya tuan tidak akan terlihat sendiri disana." Lirih Maxx yang masih bisa didengar oleh tuan mudanya.


"Huft, terima kasih untuk usulanmu aku akan kembali mempertimbangkannya." Putus Derrel begitu saja.


"Baik tuan." Jawab Maxx.


Di apartemen Alicia tampak bosan, ia ingin pergi jalan - jalan tapi tidak tahu harus kemana.


"Apa aku harus kembali ke Inggris ?" Tanya Alicia pada dirinya sendiri.


"Tapi aku juga merasa bosan di sana." Keluh Alicia pada dirinya sendiri.


"Sudahlah, sebaiknya aku menghabiskan uang, sudah lama bukan aku tidak berbelanja." Lirih Alicia dan segera beranjak dari sofa.


Alicia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelahnya ia akan menyusun rencana lain selain berbelanja.


Enam puluh menit berlalu akhirnya Alicia keluar dari dalam kamar mandinya, ia tampak memilih - milih baju sebelum kembali memasuki kamar mandinya.


Setelah menghabiskan waktu 20 menit lamanya akhirnya Alicia keluar dari kamar dan mulai meninggalkan apartemennya.


Ia menggunakan mobil pribadi miliknya selama berada di Belanda, mobil pribadi di belanda adalah fasilitas dari kedua orangtuanya.


Alicia menatap jalanan dengan tangan yang tetap fokus pada kendali mobil, ia menatap deretan toko yang bisa memanjakannya dengan berbagai macam barang mewah hingga akhirnya ia tiba disalah satu butik ternama Belanda.


"Baiklah, sepertinya aku perlu melihat beberapa pakaian disana." Putus Alicia begitu menemukan tempat parkir.


Alicia segera keluar dan memasuki butik tersebut, ia disambut ramah oleh beberapa pegawai toko dan dilayani dengan baik.


"Nona, ini adalah tas X keluaran terbaru dari designer ternama F , tas ini hanya ada 3 dan dibandrol dengan harga 7,700 $." Jelas pegawai dengan ramah .

__ADS_1


"Baiklah, aku ingin ini." Jawab Alicia dengan mudanya.


"Baik nona, saya akan segera membungkusnya untuk anda, mari silakan melihat - lihat yang lain terlebih dahulu." Ujar pegawai tersebut, pegawai tersebut segera mengikuti langkah kaki Alicia.


Alicia terhenti disebuah gaun yang terlihat begitu indah dan juga elegan, ia menatap dengan detail gaul dihadapannya.



"Cantik." Ucap Alicia dengan sedikit tersenyum.


"Aku ingin gaun ini, segera bungkuskan." Ujar Alicia pada pegawai yang menemaninya.


"Baik nona." Jawab pegawai tersebut.


Alicia berjalan terus hingga langkah kakinya terhenti, ia mendapati Alexandreyo bersama seorang gadis, Alicia tersenyum sinis ia tidak ingin menghampiri benalu itu.


"Alicia." Panggil Alexandreyo, terlambat Alicia bener - bener terlambat untuk meninggalkan tempat itu karena Alexandreyo lebih dahulu menyadari kehadirannya.


Alicia perlahan berbalik, tatapannya tajam berserta senyum sinis yang ia perlihatkan beberapa detik, tanpa melangkah mendekat kearah Alexandreyo atau mantan kekasihnya.


"Alicia, aku bisa menjelaskan semuanya, tolong beri aku kesempatan satu kali dan aku akan memperbaiki semuanya." Ucap Alexandreyo dengan lembut, ia menatap dalam mata Alicia mencoba memohon.


"Apa yang ingin anda jelaskan tuan Alexandreyo, apa anda ingin mengatakan semua tidak sesuai dengan apa yang saya lihat 2 hari lalu, sudahlah hubungan kita sudah selesai jadi berbahagialah dengan jalangmu." Sarkas Alicia.


"Ah, itu gadis yang tidur bersamamu dua hari lalu bukan, menyingkir dari hadapanku aku perlu memberinya sedikit pelajaran." Dorong Alicia pada Alexandreyo dan melangkah mendekati seorang gadis yang tampak angkuh dibelakang Alexandreyo.


Plak ...


"Apa anda tidak tahu malu, bercinta dengan kekasih orang lain, dasar gadis murahan." Murka Alicia dengan tatapan tajam.


Tindakan kali ini cukup menyita perhatian banyak orang, Alicia segera meninggalkan gadis tersebut bersama Alexandreyo yang tidak lain adalah mantannya.


"Dimana letak kasirnya, saya sudah selesai berbelanja." Ucap Alicia dengan suara yang terdengar ramah.


"Mari ikuti saya nona." Jawab pegawai tersebut, ia berjalan lebih dahulu mengarahkan Alicia.


Sesampainya di kasir.


"Nona Alicia, sebelumnya anda harus mengisi beberapa pertanyaan, untuk kebutuhan setifikat anda." Ucap seorang kasir.


"Baiklah saya bersedia." Jawab Alicia.


Setelah menjawab lima pertanyaan dan menandatangani dua lembar kertas sebagai tanda pemilik dari dua barang yang ia beli, langsung saja Alicia mengeluarkan kartu platinummya.

__ADS_1


"Totalnya 11,700 $ nona." Ucap kasir tersebut.


"Gunakan ini." Ucap Alicia yang kembali mengeluarkan black card, sementara kartu platinumnya ia kembali masukkan.


"Pembayaran berhasil, terima kasih sudah berbelanja disini, suatu kehormatan jika bisa bertemu kembali ditempat ini." Ucap Kasir tersebut dengan sopan.


"Terima kasih kembali." Jawab Alicia sebelum meninggalkan kasir.


Alicia moodnya sudah terlanjur jelek, ia mulai meninggalkan deretan butik kenamaan serta memutuskan untuk mencari kedai es cream, ia perlu mendinginkan diri.


Drettt, drettt...


"Mom." Lirih Alicia sebelum mengangkat telepon.


"Hallo ratuku." Sapa Alicia.


"Alicia, ini bukan ratumu." Terdengar suara seorang paruh baya yang tidak lain adalah William Althur.


"Astaga, ternyata ini yang mulia raja, salam dari tuan putri yang cantik ini." Canda Alicia pada daddynya.


"Kembali ke Inggris Alicia, daddy tidak menerima penolakan jika dalam 1 × 24 jam kau tidak hadir dirumah, maka bersiaplah daddy yang akan langsung menjemputmu disana." Tekan tuan William sebelum mematikan panggilan telepon.


"Dasar galak, baiklah Alicia sebagai seorang tuan putri yang penurut anda harus segera kembali ke Inggris." Lirih Alicia dengan memutar kendaraannya menuju apartemen.


"Es cream, astaga tidak apa aku bisa memakannya di bandara." Sebal Alicia.


Alicia tahu jika daddynya tidak sedang bercanda, dan ini sudah jelas ada bisikan - bisikan dari yang mulia ratu.


Tidak lama, handphone Alicia terdengar kembali berbunyi , tapi siapa yang menelepon karena nomor ini asing.


"Hallo." Sapa Alicia.


"Aku Maxx, kau bisa mengingat suaraku nona Alicia." Jawab seseorang dari seberang.


"Oh tuan Maxx, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Alicia dengan suara lembut.


"Jika tidak keberatan, apa anda bisa menghampiri saya nona ?" Tanya Maxx lagi.


"Tentu, saya tidak merasa keberatan, anda bisa mengirim lokasinya sekarang." Alicia tidak mungkin menolak.


"Baiklah, sampai jumpa." Putus Maxx.


Setelah mendapatkan lokasi yang ditentukan Maxx, Alicia segera mengarahkan mobilnya ke titik tersebut, Alicia tidak suka membuat orang lain menunggu terlalu lama.

__ADS_1


__ADS_2