Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Kantor Derrel X makan siang


__ADS_3

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak Like, Komen dan juga Vote, Terima kasih.


Keren dan Daniel membawa masing - masing satu pelayan dan pengawal untuk menemani mereka melanjutkan aktivitas.


"Daniel, sepertinya saat ini kita harus mampir ke toko baju terlebih dahulu." Ucap Keren yang melihat di depan ada sebuah toko branded yang menjual pakaian anak - anak balita sampai dengan usia tanggung.


"Aku hanya ingin melihat - lihat terlebih dahulu Jika ada yang memikat di hati maka aku akan segera membelinya." Ucap Keren sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, cukup 2 orang yang menemani kami masuk, sisanya tunggulah di luar." Ucap Daniel kepada kedua pengawal dan kedua pelayan.


Setelah berbicara seperti itu dan nya menyusul adiknya yang sudah lebih dahulu masuk, di ikuti dengan satu pengawal dan satu pelayan.


Waktu terus berjalan dengan begitu cepat, setelah menyadari status ini sudah mendekati jam makan siang, Daniel segara mengajak adiknya untuk meninggalkan mall.


"Sebentar lagi jam makan siang, akan berbahaya jika kita berdua terlambat untuk sampai di kantor kakak Darrel." Ucap Daniel mengingatkan Keren jika diminta untuk datang makan siang di kantor kakak sulung mereka dan sudah diperingati untuk tidak terlambat.


"Astaga, hampir saja aku melupakan makan siang." Ucap Keren sambil menepuk jidatnya pelan.


Keren dan Daniel segara meninggalkan mall, mobil mereka melanju dengan normal tidak terlalu pelan dan tidak terlalu cepat, di ikuti dengan beberapa mobil pengawal lainnya.


"Keren, pesankan makanan - makanan ringan lainnya." Ucap Daniel meminta bantuan sang adik.


"Siap, apa kakak ingin minuman juga ?" tanya Keren.


"Boleh saja, aku ingin maxx coffe, kau bisa memesan lima sampai sepuluh cup, dan juga belikan ice rasa vanila 15 cup, jangan lupakan donat 2 lusin, sebaiknya maxx coffe di tambah lima belas lagi begitu pula dengan ice creamnya tambah lima belas dengan campuran rasa lainnya." Jawab Daniel sambil memikirkan apa saja yang harus dibeli.


"Baik." Jawab Keren dan segara menelpon sana sini untuk mendapatkan pesanan yang diinginkan.


"Sudah selesai, kita tinggal menunggu saja." Ucap Keren sambil menatap sekilas kepada Daniel.


"Baguslah." Jawab Daniel sambil tersenyum kecil.


Setelah 25 menit menempuh perjalanan dari tempat perbelanjaan sampai tiba di kantor Darrel NW, Keren dan Daniel segara masuk ke dalam kantor.


Dan dengan setia menuntun keduanya sampai tiba di lantai 30, di ikuti dengan beberapa pengawal, sisanya diminta untuk menunggu terlebih dahulu dibawa karena masih ada barang belanjaan yang belum tiba.

__ADS_1


Ketika mereka sampai di lantai 30, Daniel dan Keren bisa melihat dengan jelas jika Felix dan Aeron sudah terlebih dahulu sampai.


Sebenarnya tadi John sudah melihat jika ada beberapa pengawal yang sudah beristirahat di lobby dan tampaknya itu adalah pengawal Felix yang sedang menunggu rekan lainnya yang tidak lain adalah pengawal dari Daniel dan Keren.


Semua yang dipesan oleh Karen selama dalam perjalanan tersebut bukanlah untuk dirinya dan keempat kakaknya melainkan untuk orang-orang yang sudah bertugas hari tersebut.


"Dari mana saja kalian, hmm ?" Tanya Aeron begitu ia melihat kedua adiknya tiba.


"Pusat perbelanjaan." Jawab Daniel singkat.


"Dimana kak Derrel ?" Tanya Keren pasalnya pemilik ruangan tidak berada di dalamnya.


"Masih sementara meeting dengan kliennya dari Bali, perkiraan waktu 5 sampai 10 menit ia kan selesai." Jelas Felix sambil tersenyum dan melambaikan tangan meminta untuk sang adik mendekat.


"Oh." Jawab Keren dan juga Daniel bersamaan.


Setelah menunggu Derrel selama sepuluh menit lamanya akhirnya orang yang di tunggu-tunggu tiba juga.


"Lama sekali." Sungut Daniel yang sudah merasa lapar ditambah lagi ia menemani sama adik untuk berkeliling hampir setengah hari.


"Aku belum terlambat." Jawab Derrel singkat semakin membuat Daniel kesal, yang lain hanya terkekeh kecil melihat keduanya.


Lantai 15 dan lantai 16 adalah lantai khusus kantin yang menyiapkan berbagai macam makanan mulai dari yang murah sampai yang mahal pun sudah tersedia.


"Berangkat." Setuju mereka kecuali Felix yang hanya diam saja seperti es batu yang kaku.


Mereka menggunakan lift khusus para petinggi perusahaan agar tidak terlalu lama menunggu.


Sesampainya mereka di lantai 15 , mereka langsung saja menuju ke salah satu bilik VIP yang terletak di tengah-tengah ruangan luas.


"Ternyata tempatnya enak untuk bersantai." Puji Keren.


"Tentu saja, Kakak selalu memberikan fasilitas terbaik untuk orang-orang yang kerja di bawah naungan kakak." Jawab Derrel mendengar celetukan sang adik.


"Hahaha, kau yang terbaik." Saut Keren sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


Mereka segera memesan makanan apa saja yang memikat mata mereka, Keren dengan antusias memilih beberapa makanan untuk ia dan juga kakak - kakaknya.


Keberadaan mereka di kantin perusahaan mencuri perhatian para karyawan yang pada saat itu sedang menikmati makan siang.


"Keren, bagaimana dengan panti ?" Tanya Derrel membuka pembicaraan sambil menunggu makanan yang sudah mereka pesan.


"John mengurusnya dengan begitu baik, sekarang panti semakin maju." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.


"Baguslah, jika membutuhkan donatur bisa langsung menghubungi kakak." Tawar Derrel sambil mengusap kepala Keren.


"Hahaha, untuk apa dia membutuhkan donatur uangnya saja sudah begitu banyak." Ledek Daniel kesal.


" Bilang saja jika kau iri." Saut Keren sambil tersenyum mengejek.


"Sayang sekali aku tidak iri kepadamu." Decak Daniel, niat ingin meledek malah dia yang diledekin.


Ketiga kakak hanya diam saja melihat mereka berdua yang kadang akrab dan juga kadang seperti tikus dan kucing.


Setelah menunggu kira-kira 15 menit, akhirnya satu persatu menu yang mereka tunggu tengah siap dan sudah dihidangkan di depan meja mereka.


"Selamat makan." Ucap Derrel setelah selesai berdoa.


Setelah mereka selesai dengan makan siang, mereka berencana untuk kembali ke tempat masing - masing, seperti Felix dan Aeron mereka masih memiliki tanggung jawab sehabis makan siang, Daniel dan Keren juga akan melanjutkan aktifitas mereka yang tertunda.


Dengan baik hati Derrel mengantar mereka sampai di depan lobby perusahaan, meskipun keempat adiknya sudah menolak.


Sesampainya mereka di lobi, para karyawan dibuat terperangah karena ketampanan dan juga kecantikan dari tuan serta nona muda Nugraha Wijaya, masing-masing dari Indonesia memiliki aura tersendiri.


" Lihatlah, semakin hari tuan muda Derrel semakin tampan, kira - kira siapa yang akan bersanding dengannya di pelaminan." Ucap karyawan 1.


"Astaga muda keluarga Nugraha Wijaya ternyata sangat-sangat cantik, beruntung sekali dia." Ucap karyawan 2.


Masih banyak bisik-bisik karyawan, mereka berlimapun hanya diam saja tidak mempermasalahkan.


Sesampainya di depan lobby, mereka langsung saja menaiki mobil masing-masing, Keren tampak mencium pipi sang kakak sebelum berpisah, Derrel hanya tersenyum kecil melihat tingkah adiknya yang selalu menggemaskan.

__ADS_1


Para Karyawan terperangah karena melihat Keren yang mencium pipi kanan Derrel, banyak yang iri akan hal tersebut tapi mereka tidak mungkin untuk menyuarakan isi hati mereka.


Setelahnya mereka meninggalkan perusahaan milik Derrel dengan iring - iringan masing - masing pengawal.


__ADS_2