Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Kebelet Nikah


__ADS_3

Setelah satu bulan berlalu hubungan antara keluarga Daniel dan juga Naomi semakin dekat, bahkan Naomi sudah tidak merasa canggung lagi ketika ikut Daniel dalam acara kumpul keluarga.


"Jadi kapan kalian akan menikah ?" Tanya Keren dengan polosnya, ia rasa tidak perlu menunda - nunda lebih lama lagi.


"Minggu depan, jika gadis manis disampingku menyetujuinya." Jawab Daniel dengan ekor mata yang tertuju pada Naomi.


"Ehmm, menikah itu perlu banyak persiapan Daniel, tidak mungkin kita menikah dalam waktu satu minggu tanpa perencanaan yang jelas." Tolak Naomi secara halus.


"Tidak akan menjadi masalah untuk persiapan pernikahan, yang menjadi masalah ada kamu mau menerimaku atau tidak." Timpal Daniel dengan alis dinaikan keatas.


"Aku tidak menolak." Jawab Naomi malu - malu, tapi untuk menikah minggu depan apa bisa pikirnya.


"Baiklah, kalau begitu kita akan melangsungkan pernikahan minggu depan, bagaimana ?" Usul Daniel dengan wajah bahagia.


"Aku akan segera menelpon ayah Andre & bunda Elen." Lanjut Daniel dengan merongoh ponsel pintarnya.


Naomi tersenyum kaku begitu ditatap oleh Keren, dan juga Selena, Selena dan Felix sudah kembali ke Indonesia setelah memutuskan menyudahi honeymoon mereka.


"Kau tenang saja Naomi, percayakan saja semuanya sama kami." Hibur Keren kepada calon kakak iparnya.


"Baiklah." Jawab Naomi pasrah, toh hanya itu jawaban yang bisa ia keluarkan sekarang.


"Selena bagaimana dengan kamu, apa sekarang kau sudah hamil ?" Tanya Keren kepada Selena.


"Doakan saja yah, kami masih berusaha." Jawab Selena tampak malu - malu membicarakan kehamilan.


"Yah, semoga malaikat kecil segera hadir yah biar kita makin ramai." Doa Keren.


"Amin." Naomi ikut menimpali percakapan calon iparnya.


Sementara Daniel tampak sedang menelpon dengan calon ayah mertuanya.


"Hallo, ayah." Sapa Daniel begitu panggilan terhubung.


"Hallo Daniel, ada perlu apa nak ?" Terdengar jawaban ayah Andre dari seberang telepon.


"Ada yang ingin Daniel sampaikan Yah, menyangkut hubungan Daniel dan Naomi." Jelas Daniel sedikit menggantung.


"Yah, ada apa, hubungan kalian baik - baik sajakan, apa ada masalah ?" Tanya ayah Andre lagi.

__ADS_1


"Begini ayah, Daniel dan Naomi baru saja berbincang, kami sama - sama setuju menikah dalam waktu dekat, bagaimana menurut ayah, apa ayah merasa keberatan ?" Tanya Daniel dengan perasaan was - was takut calon mertuanya merasa keberatan.


"Kapan kalian akan menikah, apa tidak sebaiknya menunggu Naomi wisuda dulu ?" Jawab ayah Andre dengan mengusulkan sesuatu yang menjadi bahan pertimbangan.


"Sepertinya tidak perlu ayah, kami sudah kebelet nikah." Jawab Daniel dengan nada memelas.


"Dasar anak muda, baiklah ayah setuju. Lalu kapan kalian akan mengaadakan pernikahan ?" Tanya ayah Andre.


"Satu minggu dari sekarang." Jawab Daniel enteng.


"Daniell, apa kamu sedang tidak sehat, apa kau akan menikahi putriku dengan tidak layak yang benar saja." Teriak ayah Andre dari seberang telepon.


"Astaga ayah, kenapa teriak - teriak segala sih." Lirih Daniel, mana mungkin ia meneriaki calon mertuanya balik.


"Lagian kamu yang benar saja, anak saya sekaligus putri saya hanya ada satu, saya tidak mau jika Naomi menikah secara sederhana dan tidak berkesan." Terdengar suara ayah Andre yang menahan kesal diseberang telepon, membuat Daniel memijat kepalanya pelan.


"Ayah tenang saja, aku akan mempersiapkan pesta yang begitu meriah untuk gadis cantikku dan masalah persiapan semua akan diurus oleh pihak keluargaku ayah." Jawab Daniel menenangkan calon mertuanya.


"Baiklah, 3 hari lagi ayah akan segera kembali ke Indonesia." Ucap Andre sebelum mematikan panggilan secara sepihak.


Daniel menatap teleponnya dengan ekpresi datar, lalu ia tersenyum dan kembali menghampiri gadis pujaannya yang terlihat sedang berbincang bersama Selena, Keren dan Sarah yang baru tiba.


"Bagaimana, ayahku setuju atau tidak ?" Tanya Naomi begitu mendapati Daniel kembali.


"Kau memiliki adik dan juga kakak Daniel, jangan membuat kit2a terlihat tidak berguna dengan mengerjakan segalanya sendiri." Sindir Keren kepada kakaknya.


"Tentu saja, aku akan meminta bantuan kalian jadi tidak perlu khawatir lagi." Ujar Daniel dengan tersenyum kecil mendengar sindiran adik perempuannya.


"Naomi, ayo kita harus mengunjungi butik mommyku dan mengurus gaun pengantin, kita perlu fitting baju pengantin." Tarik Daniel kepada gadis pujaannya.


Sepeninggalan Daniel dan Naomi, mereka segera menghubungi suami masing - masing meminta untuk membantu persiapan pernikahan Daniel, dan tidak lupa Keren menghubungi kakak tertuanya.


⬇️⬆️


Derrel yang saat ini berada di Belanda, ia perlu mengurus bisnisnya dan melihat - lihat beberapa bisnis keluarganya yang memang bercabang di negara belanda tersebut.


"Daniel sudah akan menikah, aku sepertinya perlu mencari pasangan secepat mungkin." Batin Derrel memikirkan nasibnya kedepan.


"Tuan, semua sudah beres kita bisa kembali ke tempat peristirahatan." Ucap seseorang membuyarkan lamunan panjangnya.

__ADS_1


"Baiklah Maxx." Jawab Derrel.


Derrel dan Maxx berjalan keluar dari lobby perusahaan, beberapa karyawan tampak membungkukkan stengah badan mereka sebagai sapaan pada CEO tampan mereka.


"Maxx, kau pantau terus bisnis yang ada disini dan Malaysia, Singapore. Laporkan kepadaku jika ada sesuatu yang tidak beres." Titah Derrel begitu maxx tiba dibalik setir.


"Baik tuan, saya akan melaksanakannya." Jawab Maxx patuh.


"Jalan." Terdengar suara perintah lagi yang tidak lain berasal dari belakang, Derrel.


Selama perjalanan tampak Derrel memejamkan mata, hingga brukkk ...


"Shit." Umpat Daniel merasa terganggung.


"Maaf tuan, tiba - tiba saja mobil dibelakang menabrak kita." Jelas Maxx pada tuannya.


"Berhenti, dan lihat orang gila mana yang mengendarai mobil dibelakang kita. Dia mengganggu waktu istirahatku." Titah Derrel dengan aura dingin yang mulai keluar.


Citt, mobil yang dikendarai oleh Maxx berhenti mendadak hingga kendaraan dibelakang langsung banting stir dan terdengar decitan remm.


Derrel keluar dengan tatapan tajam seolah siap meledakan pelaku yang membuat istirahatnya terganggu,.


"Keluar." Teriak Derrel kesal, ia sepertinya sudah lama tidak menghajar orang.


"Ah tampan, kau sedang apa hmm." Setelah pintu mobil terbuka, tampak seorang gadis cantik stengah sadar mungkin ia mabuk.


"Nona, anda menyetir dalam keadaan mabuk dan itu membahayakan pengendara lain, dasar merepotkan." Maki Derrel tak tanggung - tanggung.


"Hei hei, kenapa harus marah - marah." Jawab gadis itu lagi, matanya tampak sayu dan juga yah bau alkohol.


"Dasar wanita sinting." Umpat Derrel dan berbalik badan, tapi langkah kakinya terhenti kalah merasakan sentuhan di tangannya.


"Hei, apa yang kau lakukan." Teriak Derrel tidak lupa ia menghempaskan tangan wanita asing itu.


"Tolong aku, aku .." Ucapan wanita itu terhenti kalah kehilangan kesadaran.


"Shit." Umpat Derrel begitu wanita asing jatuh kepelukannya.


"Maxx, bawa mobilnya dan masukan ia kedalam mobilku." Ucap Derrel dengan sengaja ia melepaskan wanita asing tersebut.

__ADS_1


"Huft, hampir saja." Ucap Maxx yang langsung sigap menangkap tubuh wanita asing tersebut, jika tidak sudah pasti wanita asing itu akan mendarat dikerasnya jalanan.


Bagaimana episode kali ini ? Dukung terus novelnya yah guys, jangan lupa ikutin lombanya sebelum berahkir dalam waktu beberapa jam.


__ADS_2