
Brukk.
"Auh." Desis seorang gadis cantik begitu menabrak sesuatu bahkan menyebabkan badan munyilnya sedikit terhempas.
"Nona, apa mata anda tidak berfungsi, seharusnya seorang pasien berada di kamarnya kenapa anda berada di luar nona, apa anda tidak bisa mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh pihak rumah sakit ?" Ketus Felix, ia tidak suka dengan orang yang mana tidak dapat menggunakan mata dengan benar, salah satunya gadis di hadapannya berjalan tanpa menggunakan kedua mata pikirnya.
"Hmm, berisik." Desis gadis cantik itu lagi, tapi sayang seribu sayang pendengaran tuan muda Felix begitu tajam.
"Saya minta maaf, semoga dalam kondisi apapun kita tidak dipertemukan lagi." Ujar gadis tersebut sambil memaksakan senyumannya.
"Dasar tidak tulus, meminta maaf saja tidak benar." Sindir Felix sambil meninggalkan wanita itu.
"Dasar pria aneh." Sunggut Selena, yah gadis itu Selena gadis yang di tinggalkan oleh kekasih yang berkhianat.
Secara kebetulan saat itu Felix ingin membeli meninuman sekaligus berjalan - jalan ketika merasa jenuh di depan ruangan persalinan Sarah, tapi siapa sangka akan ada pristiwa yang mengantar ia bertemu jodoh 5 menit.
__ADS_1
Mood Felix tidak baik, ia segera kembali ke lantai tempat Sarah melahirkan, ia juga tidak lupa membawa kantung kresek yang cukup besar berisi macam macam minuman dan beberapa makanan ringan penganjel perut.
Sesampainya.
"Kenapa lama sekali ?" Tanya Daniel sambil mengambil ahli kantong yang dibawah Felix.
"Ada sedikit gangguan, sekaligus berjalan - jalan sebentar tadi." Jawab Felix datar, dan hanya di tanggapi dengan anggukan kepala.
"Jadi apa sudah di ketahui bayi Aeron berjenis kelamin apa ?" Tanya Felix lagi karena tadi ia keluar cukup lama.
"Tidak semua orang bisa melahirkan bayi kembar, jadi jangan mengharapkan sesuatu yang aneh." Ketus Felix seolah bisa membaca pikiran adiknya.
"Cih." Hanya dibalas dengan decihan.
"Aku ingin pulang deluan, lebih baik aku bertemu dengan keponakan - keponakan cantikku." Ujar Felix sambil meninggalkan mereka.
__ADS_1
Aeron, sekarang tuan muda itu sudah berubah setatus menjadi seorang ayah, ia bahkan sudah memasuki ruangan persalinan untuk bertemu dan menggendong bayinya.
Tidak lupa Aeron yang begitu menyayangi istrinya segera memeriksa bagaimana keadaan nyonya / ibu Sarah.
"Dok, kenapa istri saya dalam keadaan tidak sadar ?" Tanya Aeron sambil melotot tajam.
"Beliau dalam pengaruh obat bius, sekitar 3 jam lagi ia akan segera sadar." Jawab suster dengan ramah.
"Awas saja jika istriku kenapa - napa." Ancam Aeron tajam.
Para suster dan dokter yang bertugas hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
Tidak lama setelahnya masuk satu persatu anggota keluarga, mulai dari kedua orang tua Aeron, disusul oleh kedua orang tua Sarah, dan diikuti oleh Derrel dan Daniel, karena Felix sudah lebih dulu pamit pulang untuk bermain dengan baby tripel, dan Kalvaro yang tidak bisa meninggalkan sang istri begitu saja dengan tiga bayi.
Ayo jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan berupa like, komen dan juga vote yah kawan - kawan, hadiahnya jangan sampai ketinggalan, ohiya untuk lomba kalian jangan lupa ikutan yah , jangan lupa follow author juga sobat.
__ADS_1
Salam sehat semua, love u all :3