Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 28


__ADS_3

Mari tinggalkan Like, Komen dan Vote untuk mendukung author menulis, mohon bantuannya sekali lagi dan bacalah sampai kata terakhir :)


Hari ini Keren ada janji temu dengan teman yang baru ia kenal beberapa waktu lalu, nona Sarah kalian tentu masih ingat dengan wanita cantik yang bertemu dengan Keren di pesta bukan.


"Hallo." Jawab Keren.


"..." Ucap Penelpon.


"Baiklah, kita ketemu dibutik X." Jawab Keren sebelum mematikan sambungan telepon.


Ketika ia turun sudah tidak ada keluarganya hanya ada beberapa pelayan yang membersihkan rumah dan selusin pengawal yang berjaga.


"Bi, saya pergi dulu yah." Pamit Keren kepada salah satu pelayan yang ada.


"Hati - hati non." Jawab bibi sambil tersenyum.


"Tentu."Jawab Keren sambil berlari - lari kecil, membuat beberapa pelayan yang melihat menahan nafas bagaimana jika jatuh pikir mereka.


Perjalanan yang biasanya 30 hingga 35 menit sampai akhirnya membutuhkan satu jam lebih, hal ini benar - benar menyebalkan pikir Keren.


"Akhirnya sampai juga."Batin Keren ketika tiba di parkiran Vvip.


Sebelum turun Keren terlebih dahulu menelpon Sarah, untuk memberi kabar dan menanyakan keberadaan temannya itu.


"Hallo Sar." Ucap Keren ketika panggilan telepon tersambung.


"..." Jawab nona Sarah.


"Aku baru saja sampai, kamu dimana ?" Tanya Keren.


"Tadi macet aku baru saja memasuki tempat parkir Vvip." Jelas Sarah dari seberang telepon.


"Baiklah, kalau begitu kita masuk bersama." Ucap Keren.


"Okay, tunggu sebentar." Jawab Sarah, setelahnya panggilan terputus.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya sebuah mobil BMW Mercedes-Benz CLS -ClASS parkir tepat disebelahnya dan tak berselang lama keluar seorang wanita cantik, Keren yang mengenal jelas wanita itu akhirnya memutuskan untuk keluar.


"Hai." Sapa Keren sambil tersenyum.


"Keren." Jawab Sarah tak kalah dengan senyum dari Keren.


"Sudah lama menunggu ?" Tanya Sarah sambil berjalan menghampiri Keren.


"Tidak aku juga baru tiba beberapa menit lalu." Jawab Keren.


"Kebetulan, aku tidak menyangka hari ini akan macet parah tidak biasanya." Kesal Sarah tampak mengaduh kepada temannya.


"Sudahlah, ayo masuk aku belum makan siang." Hibur Keren pada teman barunya.


"Baiklah ayo." Jawab Sarah yang sudah tak sungkan - sungkan lagi kepada Keren.


Keduanya berjalan berdampingan memasuki pusat perbelanjaan, Keren dan Sarah terlebih dahulu menuju ke salah satu restaurant kelas atas pilihan Sarah.


Ketika mereka sedang makan sambil bercerita ringan mata tajam milik Keren tidak sengaja menangkap keberadaan seseorang yang ia kenal, matanya memicing memastikan apa penglihatannya salah atau tidak.


Sarah yang menangkap raut aneh teman barunya akhirnya mengikuti arah pandang Keren, matanya memicing memastikan siapa yang ia lihat dan tiba - tiba mukanya menjadi tidak seceria sebelumnya.


"Sudahlah anggap saja kau tidak melihatnya." Hibur Sarah sambil tersenyum paksa nada bicaranya sengaja ia naikan agar menarik perhatian seorang Kalvaro Adhitama yang mana ia ketahui sebagai calon dari teman barunya.


Beberapa mata tertuju pada meja mereka termasuk Kalvaro yang memang tidak terlalu jauh untuk mendengar sindiran tersebut, Keren yang menyadari suasanya tidak enak segera memelototkan mata kepada Sarah yang memang dengan sengaja menyindir orang diseberang meja mereka.


"Keren." Ucap Kalvaro saat matanya menangkap keberadaan seorang gadis yang sudah ia anggap sebagai wanitanya.


"Siapa Keren ?" Tanya seorang gadis dihadapannya.


"Bukan urusan anda, saya tegaskan sekali lagi untuk berhenti mencari masalah dengan saya jika anda tidak menghiraukan peringatan kali ini maka saya tidak akan segan - segan untuk meratakan bisnis keluarga anda hingga ke akar - akarnya." Dingin Kalvaro kepada seorang gadis dihadapannya.


"Shit." Umpat gadis itu terang - terangan sebelum Kalvaro meninggalkan meja mereka.


Kalvaro bergegas menghampiri Keren yang tampak datar - datar saja, takut jika Keren salah paham dengan keberadaannya bersama seorang gadis sexy kekurangan bahan.

__ADS_1


"Sweatie." Panggil Kalvaro kepada wanita cantik yang tampak asik dengan makanannya, Kalvaro menghela nafas pelan karena panggilannya tidak dihiraukan.


"Sweatie." Panggil Kalvaro lagi untuk kedua kalinya.


"Siapa yang kau panggil Sweatie, disini tidak ada yang namanya sweatie." Sewot seorang wanita yang duduk di hadapan gadisnya.


"Sudahlah Sar." Ucap Keren kepada temannya.


"Keren, aku bisa menjelaskannya percayalah aku dan orang itu tidak memiliki hubungan sama sekali tolong percayalah, wanita gila itu mengacamku jika tidak ingin menemuinya disini maka ia akan membuat orang - orang di dekatku celaka." Jelas Kalvaro tampak memelas.


"Saya tidak membutuhkan penjelasan anda, jadi tidak usah repot - repot." Keren berpikir selama ini mereka memang tidak memiliki hubungan jelas, maka seharusnya ia tidak bertindak demikian tapi kenapa kebalikannya.


"Sayang." Panggil Kalvaro.


"Ternyata para pria senang sekali bermulut manis." Sindir Sarah pedas.


"Jaga omongan anda nona, kita tidak saling mengenal dan tidak seharusnya anda mencampuri urusan saya dengan tunangan saya." Jawab Kalvaro dingin sedangkan Keren yang mendengar ucapan Kalvaro merasa tidak percaya.


"Cih, kau bahkan belum melamarku bagaimana bisa kita bertunangan." Maki Keren kecoplosan dan dengan segera ia menutup mulutnya.


"Jadi kau ingin aku melamarmu sekarang sweatie, baiklah maukah kau menjadi ibu untuk anak - anakku ?" Lamar Kalvaro tiba - tiba.


Kelakuan Kalvaro kali ini benar - benar diluar nalar, bagaimana bisa Kalvaro melamar Keren disaat genting rasanya ingin menampar wajah tampan CEO muda tersebut.


"Terima terima terima." Tiba - tiba terdengar teriakan orang yang bersorak mendukung Kalvaro, membuat pipi Keren memerah seketika.


"Keren, mungkin ini adalah lamaran yang tidak romantis tapi percayalah aku sudah jatuh hati kepadamu sejak pertama kali kita bertemu, aku pikir itu hanya perasaan kagum sementara tapi aku salah dan entah sejak kapan aku mencintaimu, kau adalah gadis pertama yang menetap di hatiku dan aku memantapkan hatiku untuk menjadikan kau wanita satu - satunya di kehidupanku kemarin, hari ini sampai akhir nafasku, jadi bersediakah kamu menjadi ibu untuk anak - anakku." Ungkap Kalvaro sambil berlutut dan mengeluarkan sebuah cicin berlian yang ia bawah kemana - mana, cincin yang sudah ia siapkan untuk melamar Keren dari jauh - jauh hari.


Mendengar ungkapan cinta dari seorang tuan muda Adhitama, para penonton yang ada semakin bersorak menyemangati Kalvaro.


"Tentu saja aku mau menjadi ibu dari anak - anakmu, dan entah sejak kapan aku menaruh namamu di dalam hatiku, terima kasih sudah mengisi hatiku yang kosong ini." Jawab Keren sambil berkaca - kaca.


Semua orang yang menjadi saksi lamaran dadakan Kalvaro untuk Keren bersorak senang, banyak yang langsung menyelamati sepasang anak manusia tersebut termasuk Sarah yang sejak tadi kegirangan tampaknya ia begitu bahagia jika temannya bersanding dengan seorang tuan muda dari keluarga Adhitama.


"Terima kasih sudah mau menerimaku dan mau menjadi ibu dari anak - anakku dimasa depan, sungguh aku begitu mencintaimu." Ucap Kalvaro sambil memeluk erat - erat tubuh munyil gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanitanya.

__ADS_1


"Semua yang ada disini termasuk para karyawan yang memberi dukungan, aku meminta doanya untuk kelancaran kami sampai pada hari puncak dan aku Kalvaro Adhitama secara resmi mengundang kalian untuk hari pada acara kami selanjutnya." Ucap Kalvaro lantang dengan senyum tampan menghiasi wajahnya.


Tamat.


__ADS_2