
Derrel mulai memasuki pekarangan utama Nugraha Wijaya, tangan kanannya tampak melingkar sempurna di pinggang seorang gadis yang tidak lain adalah Alicia.
"Mewah tapi tetap elegan, benar - benar selera yang tinggi." Batin Alicia menilai kediaman utama keluarga Nugraha.
Suara tawa anak kecil menyambut indra pendengaran Derrel, Aliciapun demikian. Derre tersenyum menatap tiga keponakannya yang begitu aktif bermain bersama beberapa maid kepercayaan keluarga mereka.
"Lucu sekali." Lirih Alicia yang masih bisa didengar oleh Derrel.
"Mereka memang lucu dan juga begitu aktif, mau menyapa ketiga ponakan cantikku ?" Bisik Derrel.
"Tentu." Jawab Alicia tampa berpikir panjang.
Baru saja Derrel ingin menggiring Alicia, suara khas seseorang memasuki pendengarannya, ia menatap kearah samping dimana ada seorang gadis cantik bertolak pinggang dan tidak lupa memasang wajah judes.
"Sebentar." Bisik Derrel.
"Kau tidak ingin menyambutku ?" Tanya Derrel menghampiri adik bungsunya.
"Tidak." Ketus Keren dengan wajah galak.
"Baiklah, aku salah dan minta maaf okay." Bujuk Derrel.
Derrel terlambat kembali satu hari dari kesepakatan antara keduanya, Derrel yang sebelumnya selalu menepati janji tampak mengecewakan kali ini, seharusnya kemarin mereka akan menuju suatu tempat untuk photoshoot keluarga.
Alicia memicing melihat Derrel yang tampak berdebat dengan seseorang yang cantik dan manis, siapa itu ?, tanya Alicia dalam hati. Ia sedikit mengerti bahasa Indonesia meski tidak begitu lancar.
__ADS_1
"Jelaskan kenapa bisa terlambat, aku kecewa padamu kak." Jawab Keren yang memang tidak bisa marah terlalu lama pada keempat kakaknya.
"Aku menjemput seorang gadis di inggris, lihatlah kau bahkan belum menyapa gadis yang kubawa pulang." Bisik Derrel mengkode adiknya.
Keren memiringkan badan melihat gadis yang datang bersama kakaknya, satu kata langsung melintas dalam pikirannya "Cantik".
"Hai." Sapa Keren ramah, dan mulai mendorong kakaknya.
Alicia tersenyum, gadis dihadapannya baru menyapanya sekarang apa sejak tadi dirinya tidak nampak.
"Hallo." Jawab Alicia dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
"Alicia, ini adik perempuanku satu - satunya." Ucap Derrel agar Alicia tidak bingung.
"Dan Keren, wanita ini Alicia calon kakak iparmu." Lanjut Derrel agar mereka saling kenal.
"Aku juga senang bertemu dengan gadis manis sepertimu ." Jawab Alicia.
"Baiklah aku harus meninggalkan kalian dulu, ada yang perlu aku urus dibelakang dan kak kau boleh bermain dengan kembar." Ucap Keren karena sebentar lagi akan memasuki jam makan siang.
"Baiklah, bye." Jawab Derrel.
"Kemarilah, aku akan mengenalkanmu kepada ketiga ponakan manisku." Ajak Derrel.
"Alexa, Aurora, Adel." Panggil Derrel pada ketiga balita yang tampak bermain diatas karpet yang lumayan tebal.
__ADS_1
Aurora, Adel tampak menoleh mendengar nama mereka disebut, sementara Alexa ia tampak acuh dan terus bermain dengan mobil ditangannya.
"Yang ini Aurora, dan ini Adel, yang sedang sibuk sendiri itu Alexa." Jelas Derrel.
"Mereka seumuran ?" Tanya Alicia yang sudah duduk di karpet tepatnya disamping Aurora.
"Kembar tiga, hahaha." Jawab Derrel dengan kekehan.
"Wow, benarkah astaga siapa yang paling tua disini ?" Tanya Alicia begitu antusias.
"Alexa, disusul oleh Aurora dan Adel." Jawab seorang wanita stengah bayah yang tampak masih begitu fresh.
"Momm." Derrel langsung berdiri dan mencium kedua pipi wanita kebanggaannya, begitupun dengan Alicia melihat reaksi Derrel tentu ia langsung paham jika wanita yang ikut nimbrung adalah nyonya dikediaman utama ini.
"Kau tidak pernah membawa seorang gadis kekediaman utama sayang, apa dia spesial ?" Bisik mommy Keyren pada putranya.
"Menurutmu bagaimana mom, sepertinya aku akan menyusul Daniel menikah beberapa hari setelahnya." Jawab Derrel iseng.
"Kenapa terburu - buru, apa karena dia cantik dan ehmm seksi kau menyukainya dengan dasar apa ?" Tanya mommy Keyren menggoda putranya.
"Aku kebelet kawin momm." Jawab Derrel enteng.
"Kau jangan mengikuti daddymu, ketiga adikmu dan adik iparmu yang mesum itu." Tepuk mommy Keyren.
"Mommy tau dari mana mereka mesum ?" Tanya Derrel penasaran.
__ADS_1
"Dari istri merekalah." Polos mommy Keyren.
"Hahaha, mommy kau ini sudah tua masih saya kepo dengan hal malam pertama." Batin Derrel geli sendiri.