
Ketika Keren memasuki ruang kerja suaminya, ia tampak bingung sekaligus terkejut melihat kehadiran anggota keluarga lainnya, ibu mertua bersama ayah mertua dan kedua orangtuanya yang dilengkapi keempat kakak - kakaknya.
"Eh, selamat siang semua." Sapa Keren sambil tersenyum kecil.
"Selamat siang nyonya muda Adhitama, kemarilah." Ujar kakak tertuanya mewakili mereka semua yang ada di dalam ruangan.
Tanpa basa - basi Keren langsung saja duduk di atas pangkuan kakak pertamanya, ia sudah begitu merindukan kakak - kakaknya, karena kesibukan bulan madu sekaligus dunia bisnis selama enam bulan belakangan ia jarang bertemu dengan mereka yang mana tidak kalah sibuk juga.
"Ehmm, baiklah karena semua sudah datang berkumpul maka aku akan menyampaikan kabar baik untuk keluarga Adhitama Kusuma dan Nugraha Wijaya." Ujar Kalvaro sambil menatap mereka satu persatu.
"Langsung saja, tidak usah bertele - tele." Jawab Felix ketus ia malas jika harus bermain tekateki.
"Baiklah - baiklah kakak ipar, kenapa kamu muda marah." Canda Kalvaro di balas dengan pelototan dari Felix.
"Baiklah, kemari sayang." Ujar Kalvaro sambil menarik pelan istri tercintanya, Keren langsung berpindah pada suaminya.
"Sekarang istriku sedang mengandung penerus keluarga kecil kami, usia kandungannya sudah memasuki 13 bulan dan kami baru mengetahui beberapa minggu yang lalu." Ujar Kalvaro sambil tersenyum cerah dan tidak lupa menatap istrinya dengan penuh kasih sayang, serta tangan satunya mengusap pelan perut istrinya yang tampak sedikit membuncit.
"Apa." Jawab mereka kompak, antara merasa kaget, terharu atau yang lainnya.
"Istriku sedang mengandung, usia kehamilannya sekarang memasuki 13 bulan." Ujar Kalvaro sambil menatap jengah pada mereka.
"Astaga, aku akan memiliki seorang cucu." Tanya tuan Nugraha dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Yah benar, sebentar lagi ayah mertua akan memiliki seorang cucu dan akan di panggil opa." Jawab Kalvaro sambil tersenyum.
"Benarkah, terima kasih Tuhan , terima kasih." Ujar Ayah mertua sambil menutup mata.
"Yeay aku akan memiliki keponakan." Ujar Daniel kakak ke empat Keren.
"Yah kak, kau sebentar lagi akan menjadi uncle." Ujar Keren sambil tersenyum kecil.
Berbagai macam reaksi mereka keluarkan, Kalvaro dan Keren tampak tersenyum bahagia karena keluarga mereka menyambut dengan senang hati buah cinta mereka.
Hari terus berganti, tampak seorang CEO muda sedang duduk di kursi kebesarannya, ia adalah tuan muda Aeron Nugraha Wijaya, wajahnya tampak dingin dan datar tidak ada ekspresi sama sekali.
"Sebenarnya kemana gadis itu, kenapa ia tidak pernah kelihatan lagi." Ujar Aeron tampak frustasi.
"Apa aku tanyakan langsung kepada Keren, mereka berteman baik bukan jadi seharusnya Keren juga mengetahui keberadaan gadis itu." Ujar Aeron lagi tampak bertanya dan menjawab sendiri.
"Hallo." Sapa Aeron dari telepon.
"Hallo kak." Jawab Keren dari seberang telepon.
"Bagaimana keadaanmu dan cabay ?" Tanya Aeron berbasa - basi.
"Calon keponakanmu baik - baik saja kak, kau tidak perlu khawatir, sepertinya ada yang ingin kau sampaikan kepadaku." Ujar Keren dengan nada jail.
__ADS_1
"Hahahaha kau sekarang sudah semakin berani menggodaku yah anak nakal, ingat aku ini masih kakakmu." Jawab Aeron sambil terkekeh menutupi rasa gugupnya karena niat bertanya sudah terbaca.
"Katakan saja kak, kenapa kau sampai repot - repot menelponku." Ucap Keren berahli serius.
"Hmm, sebenarnya sebenarnya aku ahh bagaimana cara menyampaikannya yah." Ujar Aeron tampak tergagap sendiri.
"Hahaha kau tidak perlu setegang itu kak, tenang saja hahaha aku tidak akan meledekmu hahahaha." Terdengar suara ledekan lagi dari seberang telepon membuat Aeron bete.
"Baiklah, sebenarnya aku hanya ingin menyanyakan kemana sahabatmu pergi, bukankah biasanya kalian selalu bersama ?" Tanya Aeron dengan lancar.
"Sahabat yang mana, katakan yang jelas." Jawab Keren berpura - pura tidak tahu.
"Kau ini, kalau tidak mau memberi tahu yasudah." Kesal Aeron pada adiknya, sejak hamil Keren menjadi menyebalkan pikirnya.
"Ahh, jangan marah seperti itu ka, kau ini tidak bisa di ajak bercanda sedikit, nanti keponakanmu tidak mau berdekatan denganmu." Ledek Keren tampak Kesal.
"Kau ini, jawab kalau begitu." Ujar Aeron yang sudah mulai bete banget.
"Baiklah - baiklah sebenarnya seminggu setelah penikahanku ia sudah berpindah negara ada sesuatu yang harus ia kerjakan disana dan aku menyuruhnya mencari jodoh disana saja karena disini cintanya terus di tolak." Jelas Keren membuat Aeron syok seketika.
"Cari jodoh ?" Tanya Aeron sekali lagi.
"Iya kenapa ?" Tanya Keren santai, ia tahu kakaknya baru menyadari perasaannya selama ini tapi ia berpikir tidak ada salahnya memberi sedikit pelajaran.
__ADS_1
"Tidak kenapa - napa, baiklah sekarang kamu harus istirahat jaga kesehatan diri dan juga keponakanku." Ujar Aeron sebelum mematikan sambungan teleponnya.
Sepertinya tuan muda Aeron baru menyadari sesuatu yang sudah tumbuh lama, jangan lupa untuk Like, Komen dan Vote yah semua.