
Ternyata mini party yang diadakan secara dadakan oleh Keren disambut dengan antusias oleh anak - anak panti.
"Baiklah, sekarang kakak akan berikan kalian satu persatu kertas kosong, kalian bisa menulis apa saja yang ingin kalian tanyakan ke kakak dan juga kalian tidak perlu untuk menuliskan nama kalian jadi kalian bisa menulis apa saja." Ucap Keren yang berada di atas panggung.
"Akan ada 10 pertanyaan yang akan kakak jawab dan jawaban itu akan di undi secara acak." Lanjut Keren sambil tersenyum kecil.
"Baik." Jawab mereka secara serempak.
"Apa semuanya sudah paham, atau masih ada yang mau ditanyakan ?" Tanya Keren memastikan sekali lagi jika semua paham dengan acara sesi 1 tersebut.
"Pahamm." Jawab mereka lagi.
"Yang sudah selesai menulis bisa langsung mengumpulkan di kota depan, dan hati - hati yah semua jangan berlomba - lomba untuk maju." Ucap Keren.
5 menit berlalu tampak sudah hampir semua anak sudah mengumpulkan masing - masing diantaranya 10 pertanyaan.
Kalvaro yang pada saat itu ikut meramaikan acara tersebut tentu saja ia ikut berpartisipasi dalam sesi 1.
Acara di ambil alih oleh mc yang bertugas.
"Selamat siang adik - adik." Sapa Mc tersebut mengahlikan perhatian semua yang ikut dalam party tersebut.
"Selamat siang." Sapa mereka kompak.
"Baiklah, sekarang pertanyaannya sudah dikumpulkan, apa kalian sudah tidak sabar ?" Tanya Mc dengan nada suara yang asik didengar.
"Tentu sajaa." Jawab mereka.
"Baiklah, langsung saja semua, undian pertama." Ucap Mc yang tidak ingin terlalu lama lagi.
"Ehm ehm,, jadi sudah siap bukan hehehe, tenang - tenang santai saja pasti kakak kita tercinta akan langsung menjawab pertanyaan kalian dengan sangat bijak dan juga memuaskan." Lanjut Mc tersebut yang terkesan basa basi membuat para hadiri greget dan Keren hanya terkekeh kecil ia sendiri sudah tidak sabar untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan yang sudah disiapkan.
"Huuu, ayoo jangan lama - lama kak." Sahut salah satu anak panti yang diperkirakan usia 14 tahun.
__ADS_1
"Yah, yah ga sabaran yahh hehehe." Balas mc tersebut sambil terkekeh geli.
"Langsung saja nona Keren, dipersilahkan mengambil satu kertas." Lanjut Mc tersebut sebelum mendapat sorakan.
"Ehmm, baiklah." Jawab Keren sambil mengocok - ocok kotak yang sudah ada.
Kira - kira pertanyaan seperti apa yang harus di jawab langsung oleh Keren, tentu saja semua akan sangat seru bukan hahaha.
"Ehm, langsung saja, nona Keren pertanyaan yang pertama, warna yang menjadi favorit anda adalah ?" Tanya Mc dengan lancarnya membaca pertanyaan dalam kertas.
"Putih, karena aku secara pribadi menganggap warna putih adalah sebuah kesucian dan kebahagian tanpa dasar." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.
Mereka hanya mengangguk - anggukan kepala dan memberi tepuk tangan singkat sebagai bentuk apresiasi atas jawaban Keren.
"Okay, masih ada 9 pertanyaan lagi, masih mau lanjut atau tidak ?" Tawar Mc dari atas panggung.
"Masih." Jawab mereka sambil bersorak.
"Hahaha kira - kira kakak harus jawab jujur atau jawab bohong ni." Tawar Keren sambil terkekeh melihat mereka antusias.
"Wah wah, nona Keren memberikan pilihan jadi kita harus pilih yang mana yah " Mc meski sudah tidak sabar mendengar jawaban tetap saja mengikuti candaan Keren yang membuat anak - anak cemberut.
"Astaga, masih pada kecil kenapa mereka sudah mengerti dengan cinta - cintaan, siapa yang mengajari mereka." Batin Keren meringis.
"Ehm ehm, baiklah tampaknya disini kalian semua sudah tidak sabar lagi." Kekeh Keren melihat mereka cemberut.
"Tentu saja tidak, kakak masih belum memiliki kekasih." Jawab Keren membuat salah seorang diantara banyaknya orang tersenyum puas.
"Ternyata selama ini kamu belum memiliki kekasih, aku akan memastikan jika akulah yang pertama dan terakhir bagimu, tunggu saja." Batin seorang pria tampan dari tempat duduknya.
Tebak, siapa hayo ? ...
" Wah lalu tuan muda yang datang menemani nona Keren hari ini siapa yah, apa salah satu kerabat ?" Tanya Mc memicingkan mata memancing sesuatu yang membuat ia dan pengurus panti lainnya penasaran.
__ADS_1
" Tuan muda Adhitama adalah rekan bisnis kakak saya, belum lama ini kami saling kenal." Jelas Keren santai.
"Tenyata bukan kekasih nona Keren, sayang sekali karena sepertinya banyak pengurus panti sosial yang beranggapan jika nona Keren dan tuan muda Adhitama adalah sepasang kekasih." Jawab Mc lagi.
"Baiklah, kalau begitu kita lanjut lagi." Lanjut Mc dengan semangat membuat yang lain jadi ikutan semangat juga.
Sesi tanya jawab berlangsung sekitar 45 menit dengan tambahan beberapa pertanyaan karena permintaan dari anak - anak panti sosial tersebut.
Acara terus berlangsung sampai pukul 5 sore, Keren berencana untuk pamit pulang kerana ia sudah harus sampai di rumah terlebih dahulu sebelum kakak - kakaknya tiba.
"Terima kasih untuk hari menyenangkan ini, ingat jadilah anak yang rajin dan patuh buktikan ke kakak jika kalian adalah calon - calon orang sukses dimasa yang akan datang, tetap rendah hati dan jangan sombong." Pesan Keren dihadapan semua penghuni panti.
Dalam perjalanan pulang.
Setelah selesai dengan aktifitas mereka di panti sosial NW, Keren & Kalvaro dengan di dampingi John sebagai kepala pengawal dan beberapa anak buah lainnya langsung saja meninggalkan kawasan panti menuju pusat kota.
"Kalvaro, setelah ini singgahlah dan makan malam terlebih dahulu dengan keluargaku, kebetulan mommy and daddy ku baru saja kembali tadi." Tawar Keren, karena akan sangat tidak enak jika dia meminta Kalvaro untuk langsung pulang setelah menemani ia dari siang sampai menjelang malam hari ini.
"ehm, sepertinya aku sedang tidak bisa, tadi aku menerima pesan dari daddyku meminta aku segera pulang, sepertinya ada masalah dengan kantor diluar negeri aku akan segera pulang setelah mengambil mobilku." Tolak Kalvaro dengan terpaksa.
"Baiklah kalau memang seperti itu, terima kasih sudah menemani dan mau direpotkan olehku sepanjang hari." Respon Keren.
"Menyenangkan bisa bermain bersama dengan mereka, aku harap tadi bukan yang terakhir kali." Ucap Kalvaro merasa senang juga.
"Hahaha tentu saja itu bukan untuk yang terakhir kali, kau akan menjadi donatur tetap di panti." Jawab Keren dengan candaannya..
"Tentu saja, asalkan wanitaku senang maka aku tidak keberatan." Jawab Kalvaro dengan santai.
"Kau ini." Balas Keren dengan pipi yang tampak sudah merona.
"Kau terlihat menggemaskan." Ucap Kalvaro merasa gemas melihat rona merah di pipi Keren.
Akhir yang menyenangkan.
__ADS_1