
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian yah, terima kasih....
Sudah tiga hari lamanya Selena berada di kediaman keluarga Nugraha Wijaya, sebenarnya Selena merasa canggung dan menyarankan Felix untuk mencarikan ia sebuah apartement kecil yang bisa ia tempati.
"Tidak usah, lagi pula rumah ini tidak akan kekurangan kamar jika kamu menetap sementara disini." Ujar Felix begitu mendengar permintaan Selena.
Selena hanya pasrah saja, toh tuan muda satu ini memang keras kepala sehingga ia menjadi malas untuk memperdebatkan sesuatu yang mungkin sudah diprediksi kemenangan jatuh ditangan calon suaminya.
Keren beserta keluarga kecil mereka sudah lebih dahulu kembali ke istana mereka, Keren dan ketiga bayi kembarnya akan menemani sang suami berpergian bisnis tentunya dengan pengawalan superketat.
"Dimana Daniel ?" Tanya Felix kepada kakak laki - lakinya.
"Sudah berangkat lebih dahulu katanya ia ada kelas pagi." Jawab Derrel yang memang menunggu Felix dan Selena dimeja makan.
"Baiklah." Jawab Felix.
"Ehm, apa aku boleh bertanya sesuatu ?" Ucap Selena dengan sedikit canggung.
"Tentu saja, tidak ada yang melarang." Jawab Derrel ramah, ia tahu gadis dihadapannya sebentar lagi akan menjadi adik iparnya jadi tidak ada salahnya bersikap ramah bukan.
"Em, dimana tuan dan juga nyonya besar, sudah tiga hari aku berada disini dan belum menyapa mereka rasanya tidak sopan." Ungkap Selena, yah meskipun memiliki sedikit rasa takut tapi rasa penasarannya jauh lebih unggul.
"Mereka sedang dalam perjalanan bisnis Selena maka dari itu kau tidak bertemu dengan mereka, mungkin 1 pekan lagi mereka akan segera kembali." Jawab Derrel.
"Apa kau sudah tidak sabar untuk bertemu dengan para calon mertua hmm ?" Tanya Felix dengan sedikit bercanda.
Selena yang mendengar candaan Felix menjadi memerah karena kesal sekaligus bercampur dengan rasa malunya, apa lagi saat ini mereka sedang bersama Derrel sih calon kakak ipar.
"Sudah lihat calon istrimu sudah memerah begitu, dan yah kapan kalian akan melaksanakan sebuah pernikahan bukannya tidak baik berlama - lama." Tanya Derrel lagi.
__ADS_1
"Sepuluh hari lagi, setelah mommy dan daddy kembali." Jawab Felix, sebenarnya ia tidak ingin berlama - lama hanya saja saat ini kedua orangtuanya sedang dalam perjalanan bisnis yang masuk dalam kategori serius.
"Baguslah, jika membutuhkan sesuatu katakan padaku Felix, setidaknya jangan membuatku terlihat tidak berguna." Sindir Derrel, ia tahu adiknya dapat membereskan semuanya tanpa bantuan orang lain hanya saja sebagai kakak pertama ia ingin mengambil peran.
"Kau adalah yang terbaik kak, karena kau menawarkan untuk membantuku maka segera siapkan tiket untukku dan juga Selena honeymoon." Jawab Felix sambil tersenyum kecil tidak lupa ia melirik kearah Selena.
Selena sempat merasa iri dengan kebersamaan dan juga kekompakan saudara / i calon suaminya, hanya saja rasa irinya langsung hilang begitu mendengar permintaan Felix yang tidak tahu malunya.
"Ahh, sepertinya aku akan segera mendapat keponakan baru." Sambil terkekeh Daniel menimpali ucapan sang adik.
"Hushh, ini dimeja makan sebaiknya habiskan dulu makanan yang sudah tersedia di atas meja." Ucap Selena segera mengahlikan pokok pembicaraan.
Hari ini Selena akan ikut menemani Felix ke kantor, tadinya Selena ingin berkunjung kerumah Keren tapi sayang Keren sedang di Malaysia menemani suami perjalanan bisnis.
"Hari ini apa saja kegiatanmu ?" Tanya Selena sambil menatap sekilas pada Felix.
"Tidak banyak, hanya memeriksa beberapa dokumen penting dan rapat kecil bersama para petinggi perusahaan." Felix menjelaskan apa saja kegiatannya hari ini.
"Tentu saja bisa, setelah selesai kita akan jalan - jalan sebentar." Jawab Felix menyetujui.
"Yes." Lirih Selena yang tampak senang.
Tidak lama setelahnya mobil yang mereka naiki berhenti disebuah lobby, Felix dan Selena segera keluar setelah dibukakan pintu dan tidak lupa untuk mengucapkan kata terima kasih.
Felix yang berjalan dengan seorang gadis cantik menarik perhatian para bawahan, mereka melihat sekilas bagaimana predis merangkul gadis tersebut sebagai tanda jika gadis itu adalah calon nyonya besar.
"Ternyata kantormu lumayan, designnya juga tidak terlihat membosankan." Komentar Selena, yah cukup merasa kagum dengan gedung pencakar langit tersebut.
"Tentu, semua yang ada disini sesuai dengan keinginan adik perempuanku, ini semua dirancang khusus oleh Keren." Jawab Felix.
__ADS_1
"Keren begitu beruntung selain memiliki keluarga yang utuh, ia juga diperlakukan bak seorang berlian." Lirih Selena.
"Dia tidak seberuntung yang orang lain liat." Ucap Felix dengan tegas, bayang - bayangan masalalu kembali melintas dipikirannya.
Selena diam, ia tahu menjadi seorang yang penuh dengan kekuasaan tidak selamanya bisa berbahagia selain banyak yang mengincar kedudukan mereka, tidak sedikit juga orang yang sirik serta berniat melenyapkan atau menyakiti mereka.
Selena dan juga Felix saat ini berada disalah satu pusat kota yang memanjakan para pengunjung dengan berbagai macam kuliner.
"Ini cobalah, dulu nenek tertua kami selalu membuatkan kami kue ini sayangnya ia sudah tidak ada." Ujar Felix sambil menyodorkan kue cucur.
"Ehm, enak." Ucap Selena setelah mencoba kue cucur.
"Tentu kue ini adalah favoriteku waktu kecil." Ucap Felix sambil tersenyum.
Author orang manado jadi jangan bingung yah, yang belum tahu kue cucur bisa langsung cari di google rasanya ah mantap.
"Ayo, kita akan mampir disalah satu tempat favorite Keren, aku rasa kau akan menyukai makanan yang satu ini." Ucap Felix tidak lupa menarik lembut tangan Selena.
Yah, saat ini Selena dan Felix berada disalah satu kedai terang bulan, sebenarnya Felix dan yang lain melarang Keren dengan jajanan super manis tersebut.
"Aku pikir Keren tidak pernah makan dipinggiran seperti ini." Ujar Selena.
"Kau salah, Keren selalu diam - diam kemari bersama teman - temannya saat ketahuan ia akan langsung pura - pura menangis sehingga tidak ada yang berani memarahinya, yah kecuali mommy." Jawab Felix.
"Hmm, sepertinya ia adalah nona muda yang bar - bar." Ucap Selena, padahal pertama kali ia melihat Keren, Keren tampak seperti nona muda yang anggun dan masih banyak lagi.
"Kurang lebih seperti itu." Ucap Felix menimpali omongan Selena.
"Kau tidak perlu merasa sendiri lagi Selena, kamu bisa menganggap keluargaku seperti keluargamu sendiri." Ucap Felix dengan lembut, ia tahu jika gadisnya ini sempat beberapa kali merasa iri dengan adik perempuannya.
__ADS_1
Felix tidak mempermasalahkan hal itu, kehidupan adik perempuannya dan juga Selena begitu berbeda, jika Keren dimanjakan sejak kecil maka Selena harus bertahan dari kejamnya dunia sejak kecil, jika Keren masih berada dengan keluarganya maka Selena sudah tidak lagi. Dari sini Felix berjanji akan menghapus segala kenangan buruk Selena ia akan memperlakukan Selena sebagaimana ia memperlakukan Keren.
Jika diminta untuk memilih makan jawabannya adalah Felix tidak bisa memilih diantara mereka tetapi semua sudah sesuai pada porsinya yang mana Tuhan Maha kuasa terutama disusul oleh kedua orangtuanya dan berlanjut dengan 4 saudara kembarnya terakhir sebagai pelengkap adalah keluarga kecilnya.