
...Jangan lupa untuk berikan jejak kalian yah teman - teman, dukungan yang kalian berikan adalah vitamin penyemangat, langsung saja Like, Komen dan juga Vote....
Setelah Aeron meninggalkan sang adik bersama Kalvaro, suasana terasa begitu tak enak, Keren yang merasa tak nyaman sementara lawan jenisnya merasa jika ada sebuah kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain.
"Ehmm." Dheman Kalvaro membuat lamunan Keren buyar begitu saja, Keren langsung mengalihkan pandangan kepada lawan jenis yang berada di depannya.
"Ada apa ?" Tanya Keren polos.
"Tidak ada, apa kamu merasa tidak nyaman ?" Tanya Kalvaro random.
"Hanya belum terbiasa." Jawab Keren sambil tersenyum kaku.
"Bagaimana kalau kita jalan - jalan setelah selesai makan siang ?" Tawar Kalvaro.
"Baiklah." Meskipun enggan Keren tetap menerima tawaran rekan barunya.
Kalvaro tersenyum samar tentu ia merasa cukup lega karena tawarannya diterima.
......Satu jam berlalu, akhirnya kedua insan tersebut selesai dengan makan siang.......
"Mba, tolong billnya satukan saja sama yang tadi dibungkus." Ucap Keren kepada salah satu pelayan restaurant tersebut.
"Baik mba, mohon ditunggu sebentar." Ujar pelayan dengan ramah kepada Keren.
"Total keseluruhannya rp. 6.750.000." Ucap pelayan sambil memberikan tagihannya.
"Bayar pakai ini saja." Kalvaro dan juga Keren bersamaan memberikan sebuah black card, pelayan tampak bingung karena ia tidak mungkin menyinggung salah satu dari keduanya Karena tampaknya 2 orang tersebut adalah orang yang sepadan.
"Saya laki - laki mba, apa kata orang jika yang membayarnua adalah perempuan." Ujar Kalvaro dingin.
"Baiklah, maaf mba." Ucap pelayan tersebut sambil menerima Black card milik Kalvaro, dan juga tidak lupa untuk meminta maaf kepada Keren agar wanita tersebut tidak merasa tersinggung.
"Terima kasih." Ucap Keren sambil tersenyum tulus, ia hampir saja merendahkan harga diri seorang laki - laki.
"Terima kasih kembali." Jawab Kalvaro sambil tersenyum.
...Toko Aksesoris...
Saat ini Keren dan Kalvaro sedang berada di salah satu toko yang menjual pernak - pernik rambut, Keren tampak fokus memilih yang tampak lucu dan menggemaskan langsung masuk dalam keranjang yang dibawa oleh Kalvaro.
Kalvaro dengan setia mengikuti dari belakang sambil membawa sebuah keranjang, ia hanya diam saja melihat Keren yang fokus memilih tanpa menghiraukan keberadaanya.
__ADS_1
"Ini lucu tidak ?" Tanya Keren sambil memperlihatkan sebuah jepitan.
"Yah, sama seperti dirimu." Jawab Kalvaro sambil terkekeh.
"Hahaha terima kasih." Jawab Keren.
Setelah satu jam berlalu tampak keranjang bawaan sudah hampir penuh, Kalvaro tidak memperdulikan sebanyak apa yang ingin di ambil oleh Keren karena ia tidak mempermasalahkan sama sekali.
"Sepertinya ini sudah cukup, ayo kita ke kasir." Ajak Keren sambil menarik tangan Kalvaro agar lebih cepat ketika berjalan.
"Apa kau yakin ?" Tanya Kalvaro untuk meyakinkan tidak ada yang kelupaan.
"Tentu." Jawab Keren.
"Ayo cepat sedikit, jangan terlalu lamban jika berjalan." Omel Keren karena merasa jika rekannya terlalu lamban dalam bergerak.
...Kasir...
"Totalnya rp. 1,916.000." Ucap kasir tersebut.
"Pembayaran cash atau debit ?" Lanjut kasir tersebut.
"Ini." Ucap Keren sambil menyerahan satu kartu miliknya.
"Maaf tuan, apa anda yakin jika saat ini benar-benar sedang tidak sibuk, jika anda memiliki kesibukan anda bisa meninggalkan saya." Tanya Keren memastikan jika rekannya tidak memiliki kesibukan lain sehingga bisa menemani ia berbelanja.
"Tidak ada yang penting hari ini, semua pekerjaanku sudah hampir selesai dan beberapa yang belum selesai sudah ditanggung oleh asisten pribadi saya, lagi pula setiap saat bekerja tidak ada soalnya jika saya menemani anda sembari bersantai sedikit." Jelas Kalvaro.
Entah sejak kapan seorang Kalvaro yang dingin dan irit bicara menjadi sosok yang cerewet, tapi itu lebih baik dari pada berhadapan dengan sosok dingin dan tak tersentuh.
"Baiklah, mari ikuti saya." Ucap Keren sambil berjalan terlebih dahulu.
...Selesai berbelanja...
Setelah puas berbelanja akhirnya Keren memutuskan untuk kembali ke rumah, tadinya ia ingin kembali sendiri tapi dengan segala paksaan dari Kalvaro akhirnya ia menerima tawaran untuk pulang bersama.
"Apa kita bisa saling follow instagram ?" Tanya Kalvaro sambil melirik sekilas pada Keren yang hanya diam saja.
"Tentu." Jawab Keren sambil mengetikan nama instagram Kalvaro.
"Kalvaroadhitama benar bukan ?" Tanya Keren memastikan.
__ADS_1
"Yah benar." Jawab Kalvaro sambil tersenyum tipis.
"Okay." Jawab Keren.
Setelah itu keduanya sama - sama terdiam, jika Kalvaro fokus mengemudi maka Keren tampak fokus dengan rencana - rencana yang sudah di aturnya sendiri.
15 menit berlalu akhirnya mereka tiba di salah satu kawasan elit yang ada di kota Jakarta, kawasan tersebut hanya memiliki sahabat untuk akses keluar masuk serta lapangan yang sangat tinggi.
"Ternyata rumah kita tidak terlalu berjauhan." Ucap Kalvaro sambil menatap sekilas pada Keren yang ada di sampingnya.
"Owhh." Keren hanya menjawab dengan cuek, toh tidak terlalu penting juga menurutnya.
"Lurus lagi, pagar berwarna hitam sebelah kanan." Ucap Keren yang mengerti jika Kalvaro tidak mengetahui mana rumahnya.
Tin tin suara klakson, setelah itu keluarlah salah penjaga yang bertugas pada waktu tersebut, setelah mengetahui siapa yang datang dengan cepat pintu besar tersebut terbuka.
"Pak, tolong dibantu membawakan barang belanjaan, tidak terlalu banyak kok, maaf jadi merepotkan." Ucap Keren sopan membuat Kalvaro semakin terkagum.
"Cantik, kaya raya tapi sederhana, aku semakin menyukaimu Keren, kau aku tandai sebagai calon ratu masa depan di istanaku kelak." Batin Kalvaro yang merasa terpesona dengan Keren.
"Kalvaro, kamu bisa turun terlebih dahulu jika berkenan makan malamlah bersama kami." Tawar Keren sopan, meski dalam hati ia berdoa agar Kalvaro menolak ajakannya.
"Apa tidak merepotkan ?" Tanya Kalvaro yang tampak menyetujui ajakan tersebut.
"Tentu tidak, anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena sudah menemaniku tadi." Jawab Keren sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu ayo masuk." Lanjut Keren sambil mengarahkan tangan ke arah pintu masuk.
"Pak, belanjaannya tolong di letakan di tempat biasa yah, terima kasih." Ucap Keren kepada penjaga yang membawa barang belanjaannya.
"Baik non, sama - sama, kalau begitu saya pamit undur diri." Jawab penjaga tersebut dengan sopan dan penuh hormat.
Kalvaro langsung saja ditinggalkan di ruang tamu, dan untuk Keren ia bergegas untuk naik ke atas membersihkan diri terlebih dahulu baru setelahnya ia akan membantu yang lain menyiapkan makan malam.
Kalvaro yang di tinggal di ruang tamu tampak anteng saja, ia sedang memeriksa laporan - laporan dari kantor serta beberapa cabang usahanya, tak lupa ia juga melihat - liat sosial media milik Keren.
98.878 Like, 9.217 Komen, 1000 bagikan.
Kerennw "akhirnya selesai, thankyou God." tulisnya dalam caption instagram.
__ADS_1
Next bakalan ada foto pemeran lainnya, thankyou kawan.