Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Pernikahan Felix dan Selena


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia keluarga Nugraha Wijaya, mereka kembali mengadakan pesta mewah untuk pernikahan anak mereka yang kedua atau yang dikenal dengan tuan muda Felix.


"Apa cucu - cucu mommy sudah selesai ?" Tanya nyonya Keyren kepada Keren dan Sarah.


"Sudah momm, sekarang mereka sedang bersama dengan ayah dan uncle mereka." Jawab Sarah sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, sebaiknya kalian berdua segera menemui Selena, kasian dia hanya sendirian sekarang." Saran nona Keyren.


"Baiklah mom, kalau begitu kami ke kamar Selena dulu." Jawab Keren.


Pemberkatan sudah dilaksanakan pagi hari, dan malam ini mereka akan mengadakan pesta resepsi pernikahan disalah satu gudung mewah milik keluaga Adhitama.


Kalvaro, Derrel, Aeron dan juga Daniel sudah lebih dahulu memasuki ballroom dengan membawah empat bayi yaitu Alexa, Aurora, Adel dan baby Youlbert.


"Kapan mereka akan tiba ?" Tanya Daniel sambil menggendong baby Adel.


"Sebentar lagi, harusnya dua menit lagi mereka sudah tiba." Jawab Derrel yang tampak menggendong baby Aurora, yah seperti biasa baby Aurora tampak nyaman dengan tidur nyenyaknya.


Tidak lama setelahnya terdengar suara mc yang mengintruksi masuknya pasangan yang baru resmi menjadi suami istri pagi tadi.


"Lihatlah, meski dihari pernikahannya dia tetap datar seperti itu, apa tidak bisa tersenyum sedikit." Lirih Daniel melihat tampang kakak keduanya yang begitu datar, menurutnya ekspresi Felix terlihat seperti orang yang dipaksa menikah.


"Diam." Tegas Derrel, ini adalah hari besar adiknya Felix jadi tidak diijinkan satu orangpun meledek adik datarnya itu.


Acara berjalan dengan begitu meriah banyak pengusaha - pengusaha kenamaan yang datang menghadiri undangan, tidak sedikit juga selebriti papan atas yang turut hadir, bahkan petinggi - petinggi negara juga menyempatkan waktu untuk hadir.


"Hai." Sapa Keren suami dan para kakaknya.


"Duduklah." Ujar Kalvaro sambil menarik kursi disampingnya.


"Terima kasih." Jawab Keren lembut, sedangkan untuk Sarah sudah duduk disamping suaminya Aeron.


"Daniel, apa kau lelah menggendong Adel ?" Tanya Keren pasalnya Adel terkadang sedikit bandel.

__ADS_1


"Tidak, lihatlah dia hanya diam saja diatas pangkuanku." Jawab Daniel sambil tersenyum, ia senang karena baby Adel tidak bandel jika berada dalam pelukannya.


"Baiklah, terima kasih kau memang uncle yang baik." Puji Keren.


"Aku juga adalah uncle yang baik dan tampan." Tidak ingin kalah Derrel ikut menimpali percakapan antara Keren dan Daniel, sementara Kalvaro, Derrel, Aeron dan Sarah hanya geleng - geleng kepala.


Para orangtua tampak berbaur dengan banyaknya tamu serta rekan penting lainnya, berbeda dengan anak - anak yang tampak hanya duduk dan menikmati hidangan yang sudah tersedia.


Derrel, Daniel merasa bersyukur dengan adanya kopanakan - kopanakan mereka karena tidak perlu melayani rekan atau tamu lain, dengan alasanan menjaga para keponakan dan tuan serta nyonya Nugraha tidak mempermasalahkan.


Mata Daniel tidak sengaja menangkap keberadaan seorang gadis yang terus mengganggu pikirannya belakangan ini.


"Itu bukannya Naomi yah ?" Lirih Daniel dalam hati.


"Ehm, kak tolong gendong baby Adel dulu, aku ingin menghampiri temanku sebentar." Ujar Daniel kepada keren, dan baby Adel seolah mengerti jika unclenya akan meninggalkannya malah berbalik dan tidak ingin dilepas.


"Sebentar sayang." Ucap Daniel lembut kepada koponakannya.


"Dia tidak mau melepaskanmu, jangan membuat keponakanku menangis." Ancam Derrel.


"Yah, hati - hatilah dan jaga ia baik - baik, jika putriku kenapa - napa habislah kau." Jawab Kalvaro memberi ijin dan tidak lupa dengan sedikit bumbu ancaman.


"Tentu." Timpal Daniel sebelum meninggalkan meja mereka.


Daniel berjalan sedikit cepat dan tentu penuh kehati - hatian, baby Adel tampak tersenyum didalam gendongan Daniel.


Tidak lama akhirnya Daniel menemukan gadis cantik yang ia cari.


"Naomi." Panggil Daniel sambil tersenyum.


"Daniel, kaukah ini ?" Jawab Naomi, ia sedikit terpesona dengan ketampanan Daniel.


"Iya, kau datang kemari dengan siapa ?" Tanya Daniel.

__ADS_1


"Aku datang bersama sahabatku, dan bayi cantik ini apa putrimu ?" Tanya Naomi tampak salah paham.


"Ah, kenalkan ini baby Adel dia keponakanku." Jawab Daniel.


"Benarkah, cantik sekali." Timpal Naomi yang merasa gemas pada baby Adel.


"Oh iya, dimana sahabatmu kenapa hanya sendirian disini ?" Tanya Daniel sambil menatap sekeliling.


"Dia sedang menemui teman lamanya, kau sendiri datang dengan siapa kemari ?" Tanya Naomi.


"Dengan keluargaku, ehm bagaimana jika kau bergabung dengan meja kami sebentar saja." Pintah Daniel penuh harap.


"Apa tidak merepotkan ?" Tanya Naomi tampak ragu.


"Tidak, ayo kemari." Jawab Daniel sambil mengandeng tangan Naomi.


Daniel membawa Naomi ke meja ia dan kakak - kakaknya, meja mereka berada dipaling depan sehingga sedikit lama untuk tiba.


"Ehmm." Dheman Daniel membuat ia diperhatikan oleh para saudaranya.


"Daniel, kemarikan Adel." Ucap Kalvaro.


"Ini." Jawab Daniel sambil menyerahkan baby Adel.


"Hallo semua." Sapa Naomi kepada keluarga Daniel.


"Hai." Jawab Sarah mewakili yang lain..


Setelahnya ada perbincangan antara Naomi dan saudara/i Daniel, mereka terlihat cepat akrab dan juga ramah membuat Naomi merasa lega.


Sementara pengantin tampak sibuk dengan orang - orang yang mulai menyalami mereka, tidak lupa dengan hadiah yang terus berdatangan.


"Aku tidak tahu akan serame ini." Ujar Felix, ia tahu pasti Selena sudah kelelahan berdiri diatas pelaminan.

__ADS_1


"Hmm." Selena yang sudah lelah menjadi malas untuk sekedar menanggapi.


...Sampe disini dulu untuk MALAM PERTAMA PENGANTIN mohon mengarang sendiri yah, jangan lupa dukungan kalian....


__ADS_2