Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Makan malam yang horror


__ADS_3

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian, Like komen dan juga vote yah kawan, yang mau follow ig author bole langsung mampir di @angelicaclaudiatengker terima kasih.


Pada saat ini jam menunjukkan pukul 19. 00 yang mana 15 menit lagi adalah waktu untuk makan siang, tetapi tampaknya anggota keluarga lainnya belum hadir di meja makan.


Keren tampak duduk bersebelahan dengan Kalvaro menunggu anggota keluarga lainnya untuk ikut makan malam bersama.


"Maaf, sepertinya makan malam kali ini akan sedikit terlambat dari biasanya." Ucap Keren kepada tamunya, ia merasa tidak enak hati.


"Tidak masalah." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil.


"Ganteng, tapi sayang dia terkadang aneh." Batin Keren.


Terdengar suara iring - iringan mobil masuk, sepertinya ada yang sudah tiba, para pelayan segera bergegas untuk menyambut tuan & nyonya rumah tersebut.


"Sepertinya mereka sudah sampai." Ucap Keren sambil menatap sekilas pada Kalvaro.


"Yah." Meskipun sejak tadi Kalvaro merasa gugup tetapi ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupinya.


Sementara di teras rumah.


"Mobil siapa itu, apa ada tamu ?" Tanya Felix kepada assiten pribadinya.


"Kemungkinan besar ia tuan." Jawab assiten Felix.


"Baiklah, kau segeralah pulang, besok tidak perlu menjemputku." Ucap Felix sebelum turun dari dalam mobil.


"Baik tuan, selamat malam." Setelah mendengar balasan dari assistennya, segera Felix turun.


Di depan mobil Felix ternyata ada mobil Darrel, dan dibelakangnya ada mobil sport milik Daniel yang terparkir.


"Tamu siapa di dalam, apa tamu Daniel ? tapi tidak mungkin Daniel hampir tidak pernah membahwa teman-temannya ke rumah." Batin Darrel dan Felix yang tidak beda jauh.


"Astaga, apa tuan Adhitama itu mampir, matilah aku jika kak Felix mengamuk, bodo kau Aeron." Batin Aeron panas dingin, ia tidak tau apa yang akan terjadi jika sampai apa yang ia bayangkan benar adanya.


"Aeron, apa kau akan diam saja di situ? "Tanya Felix dingin kepada adiknya.


"Ahh iya, ayo masuk." Jawab Aeron tersadar dari lamunannya dan dengan langkah panjang ia mengikuti kedua Kakaknya.

__ADS_1


Ketiga tuan mudanya segera masuk ke dalam rumah dan bergegas untuk menuju ruang makan, karena waktu makan malam kurang sepuluh menit lagi.


Mata elang Felix menajam begitu menyadari jika sang adik perempuannya tidak hanya duduk sendiri, melainkan dengan seorang laki-laki dewasa yang menatap adiknya tanpa berkedip.


"Beraninya dia menatap adikku seperti itu." Batin Felix meradang, ia tidak terima jika ada orang asing menatap adiknya seperti itu.


"Siapa pria yang bersama Keren ?" Batin Darrel menduga - duga.


"Shit, ternyata apa yang aku pikirkan memang benar adanya." Batin Aeron mengumpat menyadari mata elang Felix yang tidak lepas dari sepasang manusia di hadapan mereka.


"Selamat malam." Suara Felix yang terdengar dingin dengan langkah pasti ia berjalan menuju meja makan.


"Selamat malam kakakku yang paling tampan." Setelah mendengar dan merasakan aura tidak enak, Keren segara bangkit berdiri untuk menyambut kakaknya begitu pula dengan Kalvaro yang ikut berdiri.


"Cup." Satu kecupan mendarat di puncak kepala sang adik.


"Duduk." Titah Darrel dingin kepada semua orang yang hanya diam saja dengan aura kecanggungan.


"Selamat malam tuan Adhitama." Sapa Darrel kepada tamu yang ada.


"Selamat malam tuan Darrel, maaf jika keberadaanku mengganggu waktu makan malam kalian semua." Jawab Kalvaro berusaha untuk terlihat biasa saja.


"Felix diamlah, jaga tutur katamu." Tegur Darrel sambil menatap tajam pada sang adik.


"Maaf, tuan Adhitama adalah tamuku, jika kakak merasa tidak nyaman, aku dan tuan Adhitama bisa makan di teras belakang." Jawab Keren merasa tidak enak dengan suasana di meja makan.


"Diam dan tetap pada tempat kalian masing - masing, tuan Adhitama maaf atas ketidaknyamanannya." Ucap Darrel tegas.


"Aeron, kemana Daniel ?" Tanya Darrel kepada adiknya.


"Sebentar lagi dia akan sampai." Jawab Aeron memperkirakan waktu.


Terdengar suara mobil sport memasuki halaman rumah, semua orang bisa langsung menebak siapa yang datang dan benar saja tidak lama setelahnya terdengar suara seorang tuan muda Daniel.


"Selamat malam semuanya, tumben sekali sepi." Sapa Daniel dari jauh, ia masih belum merasakan jika ada perang dingin di meja makan.


"Shit, apa mereka sedang perang, kenapa semua menatapku dengan begitu tajam, kali ini apa lagi salahku." Batin Daniel mengumpat.

__ADS_1


"Duduk dimejamu." Ucap Darrel dingin.


"Baik." Setelah mendengar perintah dari sang kakak, segera Daniel mengambil posisinya.


"Mommy dan daddy sedang ada urusan bisnis di canada selama dua hari kedepan, jadi malam ini kita tidak perlu menunggu mereka, mari berdoa." Ucap Darrel memberi pengumuman sekaligus mengajak anggota keluarga dan juga tamu yang ada untuk berdoa terlebih dahulu.


Makan malam kali ini terasa begitu canggung karena sejak tadi mata tajam milik Felix selalu mengawasi gerak-gerik Kalvaro dan Keren.


Darrel hanya bisa menghela nafas melihat begaimana perilaku Felix terhadap adik perempuan mereka dan juga tamu yang ada.


Aeron sejak tadi hanya diam saja, Daniel yang mulai paham situasi hanya bisa terdiam juga, dilarang berbicara selama makan malam berlangsung.


Setelah makan malam selesai, mereka segera berkumpul di salah satu ruangan yang telah disediakan oleh Darrel.


"Duduklah." Ucap Darrel pada mereka semua.


"Keren, kemarilah." Ucap Felix kepada adiknya.


"Yah." Segera Keren duduk di antara Felix dan Daniel, sedangkan Daniel duduk di samping Kalvaro, dan untuk Darrel ia duduk sendiri.


"Bagaimana hari mu ?" Tanya Felix mulai melembut tidak seperti sebelum - sebelumnya.


"Biasa saja, tidak ada yang spesial hari ini." Jawab Keren jujur.


"Apa saja yang kau lakukan diluar sana, dan kenapa kau bisa bersama dengan tuan Kalvaro Adhitama ?" Tanya Felix mulai mengintrogasi sang adik tercinta.


"Tadi kita tidak sengaja bertemu saat makan siang, dan ia menawarkan diri untuk menemaniku, setelah mengantarkan aku pulang dengan selamat aku menawarkan makan malam untuk ucapan terima kasih." Jelas Keren jujur meski tidak semua ia katakan.


"Bukannya seharusnya kau bersama dengan Aeron tadi siang, kenapa tidak Aeron saja menemanimu ?" Tanya Felix dengan pandangan tajam pada Aeron.


"Tadi memang aku bersama dengan kak Aeron, tapi ia ada pekerjaan yang harus segera dia tangani, maka dari pada itu aku pergi bersama dengan Kalvaro." Jawab Keren ragu - ragu, ia harus jujur tapi ia takut juga jika Aeron terkena amukan Felix.


"Aeron, kau tahu kesalahanmu apa ?" Tanya Felix dingin.


"Ayolah kak, kak Aeron tidak memiliki kesalahan, jangan memarahinya." Keren langsung saja mengeluarkan pembelaan untuk Aeron, tidak ingin kakaknya Aeron terkena masalah.


Aeron yang tadinya tegang akhirnya bisa bernafas lega karena Keren sudah membelanya, ia sudah was - was sejak tadi.

__ADS_1


"Sepertinya akan sangat sulit untuk membawah Keren ke istanaku, aku harus berusaha sebaik mungkin, calon kakak ipar begitu menyeramkan." Batin Kalvaro.


__ADS_2