Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Persiapan 2


__ADS_3

Pagi harinya, Keren terbangun dari tidur nyenyaknya, setelah memastikan 70% sadar, ia segera berdoa untuk berterima kasih kepada yang maha kuasa setelah itu ia langsung saja bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


30 menit berada di dalam kamar mandi akhirnya, Karen keluar juga dari dalam kamar mandi tersebut Iya segera menuju ke walk in closet, tidak banyak barang yang ada disana hanya seperlunya dan juga tentu saja limited edition.


Setelah selesai ia langsung saya merias dirinya sesederhana mungkin dan bergegas meninggalkan kamar tersebut.


Waktu menunjukkan pukul 7.15, Keren langsung menuju ruang makan dan ternyata sudah ada kedua orang tuanya dan juga kakak - kakaknya yang menunggu.


"Hai. Good Morning." Sapa Keren sambil tersenyum manis.


"Morning." Jawab mereka kompak.


Setelah itu sang ayah langsung saja meminta untuk memulai sarapan pagi, disebabkan masih banyak pekerjaan yang sudah menunggu, belum lagi dengan segala persiapan untuk pesta malam nanti.


20 menit berlalu akhirnya mereka menyelesaikan sarapan mereka. dan segera beranjak dari meja makan untuk menuju ke ruang keluarga untuk membicarakan beberapa hal terlebih dahulu.


Berbeda dengan kediaman Nugraha Wijaya yang tampak kedatangan beberapa orang cukup penting seperti pihak Eo dan lain sebagainya, saat ini keluarga Adhitama Kusuma baru saja menyelesaikan sarapan mereka.


"Kalvaro, saat ini daddy harus menghadiri rapat dengan klien dari jepang, jadi kamu gantiin daddy buat anterin mommy sama adik kamu." Ucap sang daddy memberikan perintah mutlak yang tidak bisa dibantah.


"Baiklah." Jawab Kalvaro cepat, lain halnya jika di suru mengantar pasangan kencan butanya, ia akan memiliki seribu satu cara.


" Ya sudah kalau begitu, daddy berangkat dulu ya, hati - hati jika menyetir Kalvaro, ingat jaga mommy dan adik kamu dengan baik." Tegas tuan Elbert kepada putranya.


"Yah dad." Jawab Kalvaro ketus, tentu saja ia akan menjaga mommy dan adiknya.


"Sayang, aku berangkat dulu yah, kalau butuh sesuatu kamu bisa telpon aku atau asistenku." Ucap tuan Elbert kepada sang istri nyonya Emely.


"Ishh kamu ini, hati - hati di jalan, ingat secepatnya pulang." Jawab sang istri malu - malu, tuan Elbert tentu saja hanya terkekeh.


Setelah sampai di salah satu Mall ibukota, Emely langsung saja menuju ke salah satu butik terkenal, ia memilih - milih beberapa gaun pesta untuk dipakai malam nanti dan juga tidak lupa dengan sang putra di samping sebagai penilai.


"Nak, bagaimana dengan yang ini ?" Tanya sang mommy kepada putranya.


"Tidak, itu terlalu aneh." Jawab Kalvaro sambil membolak balikan gaun pilihan sang ibu.

__ADS_1


"Huft, yah sudah coba yang lain lagi." Ucap Emely sedikit kesal, sudah banyak gaun yang menurut dia bagus tetapi tidak disetujui oleh sang putra.


Kalvaro menggendong adiknya yang tampak tertidur, maklum saja mereka berada di mall sudah hampir dua jam lamanya.


"Mom, ini sepertinya bagus." Ucap Kalvaro sambil menunjuk sebuah gaun pesta yang tampak tidak terlalu terbuka dan juga mencolok, sederhana dan menawan itulah penilaian Kalvaro.


"Baiklah, bungkus saja mbak." Ucap sang mommy setelah selesai mencoba pilihan sang mommy.


Kalvaro langsung saja menuju kasir untuk membayar gaun yang ia pilih dan disetujui oleh sang mommy tercinta.


"Totalnya ?" Tanya Kalvaro irit.


"Totalnya 73. 850.000." Jawab sang kasir yang terpana akan ketampanan seorang Kalvaro.


Alvaro segera mengeluarkan berkat miliknya dan juga menyerahkan kepada kasir tersebut.


"Benar - benar tajir." Ucap kasir tersebut dalam hatinya.


"Ehm, bisa cepat sedikit." Ketus Kalvaro merasa sang kasir terlalu lambat.


"Ah maaf tuan." Jawab kasir tersebut dengan terburu - buru.


"Mom, habis ini kita mau kemana lagi ?" Tanya Kalvaro kepada sang mommy.


"Kita ke tempat menjual tas dulu yah, dan segaligus mencari hadiah, mommy dengar acara nanti malam segaligus dengan perayaan ulang tahun putri keluarga Nugraha Wijaya." Jawab Emely sambil tersenyum kecil.


"Baiklah." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil, apa yang bisa membuat mommy - nya tersenyum maka ia akan ikut senang.


Mereka langsung saja berjalan jika salah satu brand ternama yang menyediakan beberapa tas keluaran terbaru dengan harga yang fantastis.


"Ini saja mbak." Jawab sang mommy sambil menunjuk salah satu tas yang menarik perhatiaannya.


"Sama yang ini satu yah mbak." Sambungnya lagi melihat tas kecil bertaburan berlian di samping.


"Baik nyonya." Jawab sang pelayan tersebut.

__ADS_1


Kalvaro langsung mengikuti sang pelayan menuju kasir dan masih dalam keadaan menggendong sang adik tercinta.


"Totalnya ?" Tanya Kalvaro.


"Tas yang pertama dipilih nyonya harganya 269.000.000 sedangkan yang satunya 138.000.000 tuan, total keseluruhannya 407.000.000 rupiah." Jawab sang kasir dengan hormat.


"Baiklah." Jawab Kalvaro sambil mengeluarkan kartu yang sama dengan yang ia gunakan tadi.


Proses transaksi selesai Kalvaro langsung saja menyusul sang mommy di ruang tunggu.


"Mom." Sapa Kalvaro.


"Yah, apa kamu sudah lelah ?" Tanya sang mommy yang tampak ingin mengambil sang adik dari pelukan.


"Tidak momm, biar aku saja yang menggendongnya." Tolak halus Kalvaro, ia tak akan membiarkan sang mommy kelelahan.


"Baiklah, habis ini kita langsung balik saja." Ucap sang mommy.


"Bukannya mommy mau membeli hadiah ?" Tanya Kalvaro memastikan.


"Mommy baru saja memesannya, kita tunggu saja di rumah, mommy sudah meminta di antarkan." Jawab sang mommy.


"Baiklah." Jawab Kalvaro.


Tak lama datanglah seorang pelayan membawa 2 paper bag milik nyonya Adhitama.


"Terima kasih." Ucap nyonya Emely dengan ramahnya.


Mereka segera meninggalkan Mall tersebut dan kembali ke rumah untuk bersiap - siap mengingat ini sudah pukul 15.00. 30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai juga dan ternyata sang kepala keluarga sudah sampai terlebih dahulu.


Waktu saat ini sudah menunjukkan pukul 17.00 , tampak di kediaman Nugraha Wijaya sedang sibuk karena Felix terus saja protes dengan gaun yang digunakan sang adik, menurutnya terlalu terbuka.


"Sudah - sudah, cepatlah bersiap, apakah kalian tidak liat ini sudah pukul berapa, kenapa kalian belum mandi Aeron, Daniel." Lerai sang ibu berahli pada dua putranya.


Sedangkan Derrel dan sang daddy tampak memijat pelipis teriakan demi teriakan membuat keduanya pusing bukan main.

__ADS_1


Sejak tadi mereka udah disuguhkan oleh pemandangan di mana Felix terus-menerus kertas dengan gaun milik Keren sehingga terjadi adu mulut dan sekarang setelah sang ratu mengetahui jika dua putranya belum mandi ia sudah dengan suara indahnya mengalum merdu membuat anak pertama dan kepala keluarga sakit kepala bukan main..


Hari ini episodenya sampe disini dulu yah semua, sekaligus minta doanya buat author yang lagi ujian sekolah, Terima Kasih.


__ADS_2