Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Tidak sengaja bertemu orang tua Naomi.


__ADS_3

Daniel dan mommy Keyren sudah tiba di mall Angkasa, salah satu mall besar ibukota yang banyak dikunjungi kalangan menengah keatas.


"Daniel, ayo temenin mommy sebentar." Pinta mommy Keyren kepada putranya.


"Baiklah." Jawab Daniel menyetujui, ia tidak akan sampai hati menolak permintaan mommy kesayangannya.


Daniel sebenarnya tidak ingin ikut masuk kedalam mall, ia memilih menunggu didalam mobil tapi ternyata nyonya Keyren tidak ingin masuk sendirian.


"Daniel, kita ketoko mainan dulu yah, mommy mau beliin sesuatu buat kembar dan Youlbert juga." Ajak mommy Keyren.


Ibu dan anak tersebut menjadi pusat perhatian orang - orang yang berada disana, yah ibu dan anak dengan daya tarik mereka masing - masing.


"Loh, itu bukannya teman kamu ?" Tanya mommy Keyren begitu mendapati gadis yang ia lihat bersama putranya malam itu.


"Naomi." Jawab Daniel dengan lirih, ia mengeritkan alis begitu melihat Naomi tidak sendiri dan juga tampaknya gadis itu terlihat lebih semangat dari biasanya.


"Ayo kita samperin, kamu harus mengenalkannya pada mommy." Ajak mommy Keyren dengan berjalan deluan, Daniel yang sedang melamun tidak dapat mencega langkah kaki mommynya.


"Hai, Naomi." Sapa Daniel dengan sedikit kaku, sedangkan nyonya Keyren hanya tersenyum kecil.


"Da Daniel, hai." Jawab Naomi dengan gugup, pasalnya saat ini ia tidak sendirian.


"Aku tidak sengaja melihatmu tadi dan berniat menyapa, maaf jika aku menganggu." Ujar Daniel tampak tidak enak hati, sekaligus gugup mendapat tatapan dari dua paruh baya disamping Naomi.


"Tidak, tidak ah iya perkenalkan ini ayahku dan ini ibuku. Ayah, ibu ini teman Naomi kenalkan Daniel." Seperti orang kelimpungan Naomi mengenalkan Daniel kepada kedua orangtuanya.


"Om, tante salam kenal, saya Daniel dan ini mommy saya." Timpal Daniel meski merasa tidak enak tapi ia tampak berhasil mengendalikan diri.


"Saya mommynya Daniel, katanya kalian berdua berteman cukup dekat yah." Tuding nyonya Keyren dengan seenaknya.


"Ah iya tante." Jawab Naomi ambigu.


"Ehm, maaf apa nama anda Keyren ?" Tanya nyonya Elen yang sejak tadi mengamati wajah mommy Keyren.


"Iya, apa kita saling mengenal ?" Tanya balik nyonya Keyren.

__ADS_1


"Kita pernah bertemu di Belanda belum lama ini, apa kau mengingatku ?" Tanya nyonya Elen lembut.


"Ehmm, sebentar ... yah aku mengingatmu nyonya Elen bukan ?" Ujar nyonya Keyren memastikan.


"Benar sekali, tidak disangka - sangka kita bisa bertemu disini yah, oh iya ayah ini nyonya Keyren yang sempat aku ceritakan padamu." Ucap nyonya Elen tampak senang.


"Hallo nyonya Keyren, senang bisa bertemu dengan anda, dan saya ucapkan terima kasih sudah menolong istriku." Ungkap tuan Andre dengan ramah.


"Sebagai manusia sudah sepantasnya menolong satu sama lain tuan, dan benar tidak disangka - sangka akan kembali bertemu disini yah." Jawab nyonya Keyren dengan ramah.


"Bagaimana jika kita makan bersama sebagai ucapan terima kasih." Tawar nyonya Elen.


"Tentu saja, kebetulan hari ini saya tidak terlalu sibuk, bagaimana Daniel tidak apakan, lagi pula kamu bisa mengobrol dengan calon kekasihmu." Dengan semangat nyonya Keyren menyetujui usulan dari nyonya Elen.


Sedangkan untuk ayah Andre, Naomi hanya diam saja tidak mungkin mereka membangkang perkataan sang ratu, dan untuk Daniel tidak mungkin ia menolak begitu nyonya Keyren menatapnya penuh antusias.


⬆️


⬇️


Nyonya Elen memilih untuk memesan ruangan vvip agar mereka bisa berbicara lebih lugas, nyonya Keyren dan nyonya Elen tampak sesekali bercanda dan untuk tuan Andre hanya menimpali beberapa obrol dan fokus utamanya adalah putrinya Naomi.


"Ehmm." Dhem ayah Andre memecah keheningan antara Daniel dan Naomi yang tampak fokus dengan handphone mereka masing - masing.


"Yah ayah." Ujar Naomi.


"Sekarang tolong untuk segera jelaskan kepada ayah, bagaimana bisa kau mengenal pria dihadapanmu." Ucap ayah Andre tampa basa - basi, sepertinya ia sudah mulai sensitif terhadap putrinya yang sudah mulai dewasa.


"Waktu itu kami tidak sengaja bertemu disalah satu caffe dekat kampusku, Daniel tidak bisa membayar makanannya karena dompetnya tidak ada, setelahnya beberapa hari kemudian kami tidak sengaja bertemu lagi dan mulai menjadi teman, karena banyak kecocokan ketika mengobrol aku dan Daniel bisa dekat." Jelas Naomi tanpa ada yang ditutup - tutupi.


"Begitu yah, dan kamu Daniel sekarang apa aktifitasmu ?" Tanya tuan Andre berahli pada Daniel.


"Aku sekarang memimpin perusahaanku sendiri, dan membantu beberapa bisnis orangtua, aku juga melanjukan s2 di salah satu universitas luar tapi mengambil kelas online." Jelas Daniel dengan begitu lugas.


"Saya pikir kamu hanya anak muda yang bersenang - senang, kenapa memilih berkerja seharusnyakan sekarang kamu masih bisa bersenang - senang ?" Tanya tuan Andre lagi, ia penasaran kenapa pemuda dihadapannya lebih memilih karier dibandingkan menikmati masamuda.

__ADS_1


"Suatu saat juga suka tidak suka aku harus mengurus perusahaan keluarga, tapi melihat kakak - kakakku yang berhasil mendirikan perusahaan dengan bidang mereka akupun mencobanya sendiri dengan dukungan mereka tentu, ternyata usahaku tidak sia - sia, dan lagi saat itu aku punya adik perempuan yang suka memeras kakak - kakaknya jadi aku berusaha memberikan yang terbaik juga." Jelas Daniel tidak lupa kepalanya yang geleng - geleng mengingat saat smp ia sempat diperas oleh Keren yang merengek minta beli permen.


"Kau punya adik perempuan ?" Tanya tuan Andre.


"Iya, sekarang dia sudah menikah dan memiliki 3 orang anak." Jawab Daniel.


"Ehm maaf, apa .." Tanya tuan Andre tampak ragu.


"Ia gadis yang baik dan manja, tidak terlibat dalam pergaulan bebes hanya jodohnya saja yang lebih cepat datangnya." Dengan cepat Daniel meluruskan sedikit kesalahpahaman, sejak dulu ia memang tidak suka ada yang menjelek - jelekkan adiknya.


"Lumayan, sepertinya dia pemuda yang bertanggung jawab." Batin tuan Andre.


Satu jam kemudian, terdengar suara dering ponsel dari handphone Daniel, Daniel yang melihat itu segera berdhem sebelum mengangkat telepon.


"Hallo." Sapa Daniel lembut.


"Hallo, kak kamu dimana kenapa belum kembali ?, daddy sudah kembali dan menanyakan dimana mommy." Terdengar suara perempuan dari seberang telepon.


"Kami masih di mall, tumben - tumbennya daddy sudah kembali, apa ada masalah ?" Tanya balik Daniel.


"Tidak ada masalah, dan segera kembali yah." lagi - lagi terdengar suara perempuan yang tidak terlalu jelas.


"Baiklah." Jawab Daniel pasrah, padahal ia sedang melakukan pendekatan mendadak dengan orang tua Naomi, gadis yang sudah ia anggap sebagai calon istrinya.


"Siapa ?" Tanya mommy Keyren.


"Keren mom, katanya daddy sudah pulang dan mencari mommy, kita diminta segera kembali." Lirih Daniel merasa tidak enak kepada Naomi dan kedua orangtuanya.


"Ah, ternyata suamiku sudah kembali, sayang sekali aku harus segera kembali bersama putraku sekarang, maaf yah jeng nanti kita bertemu lagi." Ujar nyonya Keyren tampak sedikit kecewa.


"Tidak apa, kami juga masih ada kegiatan lainnya." Jawab nyonya Elen.


"Baiklah, tuan Andre, jeng, dan Naomi, kita pamit dulu yah, sabtu ini jika ada waktu saya mengundang kalian makan malam dikediaman kami." Ujar nyonya Keyren.


"Tentu kami akan dengan senang hati hadir." Jawab nyonya Elen.

__ADS_1


Setelahnya mereka tampak berpisah, Daniel dan mommynya langsung bertolak ke kediaman keluarga mereka sedangkan Naomi bersama ayah, ibunya kembali melanjutkan rencana mereka untuk berbelanja.


__ADS_2