
Hari ini Keren tampak sibuk di butiknya, ia sejak pagi sudah stand by di butik untuk memastikan semua persiapan pembukaan butik, banyak karyawan yang lalu lalang di dalam ruko tersebut.
Butik Keren terdiri dari 4 lantai dengan luas 320 M × 750 M terdiri dari lima lantai. lantai pertama adalah tempat khusus untuk parkir disusul lantai dua adalah area untuk makan terdapat beberapa caffe shop juga, lantai selanjutnya adalah tempat khusus untuk pria mulai dari anak kecil, remaja sampai dewasa. di lantai selanjutnya adalah kebutuhan khusus perempuan mulai dari kids, remaja sampai orang dewasa.
"Bagaimana apa semua sudah siap ?" Tanya Keren kepada salah satu staf yang bertanggung jawab.
"Lapor nona, semua sudah siap, lapangan parkir sudah seratus persen aman dan bersih, untuk lantai selanjutnya semua sudah siap begitu pula dengan butik baik lantai 3 maupun lantai 4." Jawab staf tersebut dengan ramah.
"Baguslah, minta yang lain untuk segera makan secara bergantian dan istirahat bergantian karena sore nanti akan menguras tenaga karena cukup banyak tokoh - tokoh penting yang akan hadir." Titah Keren sambil tersenyum.
"Siap segera laksanakan." Jawab staf tersebut segera pamit undur diri.
John kepala pengawal nona mudanya tampak celingak - celinguk mencari sang nona muda, ini sudah pukul 13.00 tapi seingatnya nona muda Keren hanya memakan satu potong roti sejak pagi akan terjadi masalah jika sampai nona mudanya sakit.
"Astaga." Ucap John sambil menepuk jidat.
tampaknya ia melihat Keren sedang mengangkat - angkat barang berat, matanya menjadi tajam begitu mendapati beberapa pengawal yang tampak tidak membantu.
"Apa kalian sudah bosan bekerja ?" Tanya John dengan dinginnya ia memang sudah berumur tapi tetap saja auranya terasa mencengkam.
__ADS_1
"Maaf tuan, tapi nona Keren melarang kami ia mengancam jika kami membantunya maka ia akan meminta anda memukuli kami." Jawab salah seorang pengawal bercucuran keringat.
John yang mendengar laporan tersebut hanya menghela nafas, anak buahnya sering mendapat ancaman - ancaman dari sang nona muda dengan melibatkan namanya.
John segera meninggalkan para pengawal dan berjalan mendekat pada nona mudanya yang tampak sibuk.
"Nona .. " Ucapan John terpotong begitu saja.
"Menjauh, aku benar - benar akan melaporkan kalian pada John, dan meminta ia untuk memukuli kalian jika terus mengganguku." Ucap Keren ketus, ia tak suka jika para pengawal menganggap ia lemah dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sendiri.
"Nona ini saya John, sebaiknya sekarang anda segera makan dan bersiap untuk mandi kembali, tiga jam lagi acara akan segera dimulai." Jawab John dengan tegas.
"Maaf nona, saya terpaksa harus melaporkan kepada tuan muda Felix jika nona tidak bisa di ajak kerja sama." Ancam John.
"Huft iya iya, ayo kita kembali ke rumah aku akan sarapan di mobil." Jawab Keren sedikit kesal.
"Baiklah mari nona." Ucap John sopan.
"Tidak perlu begitu sopan padaku paman." Ucap Keren sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Saya harus profesional dalam dunia pekerjaan." Jawab John sopan membuat Keren cemberut.
"Yah yah terserah." Jawab Keren sambil melenggang pergi.
"Astaga apa sudah ada yang menjaga parkiran vvip ?" Tanya Keren kepada John.
"Semua sudah aman nona." Jawab John.
"Untuk panggung bagaimana ? " Tanya Keren memastikan.
"Aman nona." Jawab John.
"Bagaimana dengan boyband dan girlband apa mereka sudah siap ?" Tanya Keren.
"Sudah." Jawab John lagi.
"Silakan masuk." Ucap John sambil membuka pintu.
"Terima kasih." Ucap Keren.
__ADS_1
Setelahnya John berputar dan duduk di belakang tepat disamping nona mudanya.