Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Felix akan di ? ...


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan dengan pria tampan yang tidak disengaja, Selena segera kembali ke apartement tempat ia tinggal.


Selena memilih untuk tetap tinggal di sebuah apartement sederhana, gajinya sebagai sekertaris pribadi tidaklah sedikit hanya saja ia lebih memilih untuk menabungnya dan menggunakan disaat perlu - perlu saja.


Selena tidak pernah khawatir dengan biaya - biaya tak terduga seperti kemarin ia masuk rumah sakit, semua sudah di tanggung oleh pihak asuransi yang di ikutinya.


"Huft, hari yang melelahkan." Ujar Selena sambil menghempaskan badannya.


Yah saat ini Selena baru saja selesai dengan pekerjaan rumah, ia tinggal seorang diri tanpa adanya asisten rumah tangga membuat ia mengerjakan segala sesuatu seorang diri.


Lain halnya dengan Selena yang baru selesai dengan pekerjaan rumah, hari ini apartemen keluarga kecil Nugraha Lie tampak ramai, Keren dan ketiga bayi kembarnya, beserta para uncle yang aktif menjaga keponakan - keponakannya, jangan lupakan untuk para orang tua yang sibuk berbincang.


"Jeng, kok anak pertama sama keduanya mala belum nikah - nikah sih, apa tidak di carikan saja ?" Tanya nyonya Lie kepada nyonya Nugraha.


"Tidak, mereka bisa memilih pasangan hidup sendiri, lagi pula usia anak - anak sudah cukup untuk menentukan pilihannya." Jawab nyonya Nugraha sambil tersenyum, ia sendiri cemas akan putra pertama dan putra keduanya yang sudah cukup umur tapi tidak pernah mengenalkan seorang gadis padanya.

__ADS_1


Hiks hiks hiks terdengar suara tangisan baby Alexa yang berada dalam gendongan pamannya.


"Hei, kenapa kau selalu menangis." Kesal Felix pada keponakan tertuanya.


"Karena pamannya jelek." Jawab Daniel dengan asal.


"Apa matamu tidak berfungsi dengan baik, ha ?" Tanya Felix kesal bukan main, sudah bayi menangis dan menghadapi adik lelakinya yang bermulut lemas.


"Sudahlah, kembalikan anakku." Ujar Kalvaro melerai, ia sudah cukup membiarkan putri sulungnya menangis.


"Kau ayah yang baik." Ujar Felix sambil tersenyum kecil, setelahnya ia segera meninggalkan anak dan ayah itu untuk bergabung dengan yang lain.


"Hmm, Alexa kau kapan - kapan tidak boleh seperti itu yah sayang, kau harus menjadi gadis yang baik terhadap keluarga - keluargamu, uncle Felix pasti sedih saat kau tidak mau bermain dengannya." Nasehat Felix meski bayi itu hanya berceloteh ringan saja.


Kembali pada ibu - ibu.

__ADS_1


"Jeng, Felix kalau dilihat - lihat sepertinya cocok dengan sekertaris anak saya." Ujar nyonya Lie lagi, ia teringat dengan salah seorang kenalannya yang ia pikir akan cocok dengan anak dari besannya.


"Benarkah ? tapi untuk mengenalkan seorang wanita padanya akan begitu sulit jeng, kau tahu anak itu begitu dingin." Jawab nyonya Nugraha sambil sesekali menatapi putranya.


"Ehmm, bagaimana kalau kita mengenalkan mereka dulu, siapa tahu jodoh." Saran nyonya Lie, yang langsung dipikirkan oleh nyonya Nugraha.


"Baiklah, akan saya coba dulu yah, karena bagaimanapun aku tidak bisa memberikan kepastian, kecuali dengan seisin putraku." Jawab nyonya Nugraha setelah menimang - nimang beberapa faktor baik dan tidaknya.


"Baiklah jeng, ohiya kalian akan kembali kapan ?, sepertinya kami harus segera kembali besok, banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal terlalu lama jeng." Tanya nyonya Lie, nyonya Lie adalah ibu dari Sarah yah.


"Kalau seperti itu kita bisa kembali bersama, aku dan suamiku berencana untuk kembali besok bersama Daniel dan juga keluarga kecil putri kami." Jawab nyonya Nugraha, memberi saran baik.


"Kalau tidak merepotkan maka saya dan suami akan menumpang saja." Ujar nyonya Lie sambil tersenyum.


"Tentu saja tidak, kan kita adalah besan." Ujar nyonya Nugraha sambil tersenyum kepada besannya.

__ADS_1


__ADS_2