Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Persiapan


__ADS_3

Keluarga Nugraha Wijaya segera bertolak belakang menuju ke kediaman mereka begitu pula dengan keluarga Adhitama yang putri kecil mereka langsung saja beranjak menuju kediaman mereka.


Keesokan harinya bertepatan pada ulang tahun perusahaan keluarga Nugraha Wijaya yang masih dalam kepemimpinan Kenzo, bukan hanya itu saja ternyata besok bertepatan dengan hari ulang tahun dari anak bungsu keluarga Nugraha Wijaya ke 20 tahun.


Kenzo tentu saja sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari untuk perayaan ulang tahun perusahaan begitu pula dengan ulang tahun dari putrinya, rencananya ia akan mengenalkan putrinya kepada rekan-rekan bisnisnya.


Selama ini orang-orang memang mengetahui jika keluarga Nugraha Wijaya memiliki seorang putri atau lebih tepatnya mereka memiliki 5 orang anak yang mana terdiri dari 4 orang Putra dan satu orang putri. Tapi sangat sangat disayangkan masyarakat luas tidak bisa untuk mengenal atau mengetahui sosok tuan putri keluarga Nugraha Wijaya yang memang sengaja untuk disembunyikan.


"Pedro, bagaimana dengan persiapan acara besok malam?" Tanya daddy Kenzo melalui panggilan video call.


"Semua persiapan sudah 99 %." Jawab Pedro, Pedro merupakan orang kepercayaan dari Kenzo Nugraha, usianya tidak jauh dari Putra pertama atau yang dikenal sebagai Derrel.


"Baiklah, pastikan keamanan yang ketat, Saya tidak ingin acara besok ada kekacauan sedikitpun, jangan kecewakan saya Pedro." Ucap Kenzo setelah menghela nafas lega.


"Baik tuan." Jawab Pedro tak kalah tegas.


Pedro adalah orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya segala tugas yang dipercayakan kepadanya tidak pernah gagal atau tidak memuaskan, Iya anak yatim piatu yang ditemukan oleh keluarga Nugraha Wijaya, di didik dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang membuat ia bersumpah akan selalu memberikan hasil terbaik.


Tok tok tok tok tok terdengar suara ketukan pintu da ri luar, ya saat ini Kenzo sedang berada di ruangan kerjanya.


"Masuk." Ucap Kenzo mengijinkan setalah ia memeriksa di layar monitor siapa yang berada di balik pintu.


"Ehm, maaf menggangu dad." Ucap Derrel, yah orang yang mengetuk pintu tersebut adalah Derrel putra pertamanya.


"Yah tak apa, apa ada yang bisa dibantu? "Tanya sang daddy sambil mengalihkan tatapan pada Kenzo dengan serius.


"sebenarnya aku hanya ingin menanyakan, apakah Daddy benar-benar yakin ingin memperkenalkan Keren kepada public, berbahaya untuk keselamatannya dan juga kenyamanannya?" Tanya Derrel to the point ia tidak ingin berbasa-basi.


"Sudah saatnya, sejak dulu memang Daddy jadi dan juga Mommy sudah merencanakan untuk memperkenalkan Keren ketika ia sudah memasuki 20 tahun, kamu tidak usah khawatir." Jawab sang Daddy dengan yakin, untuk memperkenalkan putrinya kepada publik memang sudah di rencanakan dari jauh-jauh hari.


"Baiklah, aku hanya tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi lagi tentu saja Daddy tidak lupakan dengan Felix." Derrel hanya tidak ingin sesuatu yang tidak diharapkan terjadi dan membuat adiknya yang satu lagi kenapa - kenapa.

__ADS_1


Sifat Felix yang posesif itu bukan hanya menurun dari orang tua akan tetapi karena suatu insiden yang membuat seorang Felix menjadi berubah sangat posesif dan juga sensitif apalagi jika sudah menyangkut dengan sang adik perempuan.


"Hmm." Bingung harus menanggapi apa lagi akhirnya sang kepala keluarga hanya berdehem.


"Coba saja kejadian itu tidak terjadi pasti semua tidak akan seperti ini, biarkan masalalu menjadi pembelajaran." Batin Kenzo dalam hati.


"Baiklah, kalau begitu aku harus kembali ke kamar, terima kasih atas waktunya maaf jika menggangu." Pamit Derrel tanpa menunggu jawaban dari sang Daddy ia segera beranjak dari tempat duduk meninggalkan ruangan kerja sang ayah.


Sementara itu di kamar Keren ada Felix yang sedang rebahan, ia tampak sedang memainkan handphone nya tapi sekali-kali ia memperhatikan adiknya yang sedang membereskan barang-barang.


"Kakak." Panggil Keren pada kakaknya.


"Yah." Jawab Felix tanpa mengalihkan pandangan dari handphone-nya.


"Sedang apa ?" Tanya Keren yang tetap fokus membereskan barang-barangnya.


"Tidak sedang apa - apa, kenapa memangnya, apa kamu butuh bantuan? " Tanya Felix kepada adiknya.


"kemarilah." Ucap Keren meminta sang kakak untuk mendekat.


"Apa itu ?" Tanya Felix penasaran sekaligus antusias, adiknya memang sering memberikan ia hadiah kecil - kecilan.


"Gelang, ini buat kakak yang ada bulannya dan buat ade yang ada matari." Jawab Keren sambil tersenyum.


"Terima kasih." Ucap sang kakak setelah memberikan kecupan singkat di alis sang adik.


"Yah sama - sama." Jawab sang adik tak lupa senyum manisnya juga.


Setelah menerima pemberian dari sang adik, langsung saja Felix berpamitan untuk kembali ke kamarnya Karena bagaimanapun sekarang sudah menunjukkan pukul 22.00 atau lebih tepatnya pukul 10 malam.


"Keren, kakak kembali ke kamar dulu yah, nanti kalau sampai yang lain tau kakak masih disini, bisa - bisa kakak kena marah." Ucap Felix sebelum meninggalkan kamar sang adik.

__ADS_1


"Hahaha baiklah, sampai berjumpa besok, selamat malam." Jawab Keren sambil melambaikan tangan ke kanan dan ke kiri.


Sepeninggalan Felix bertepatan pada selesainya Keren membereskan barang-barangnya, ia langsung saja bersiap untuk tidur.


Lain halnya dengan keluarga Nugraha Wijaya yang saat ini tengah tertidur karena besok adalah hari yang spesial untuk keluarga tersebut, saat ini tampak di kediaman Adhitama Kusuma tampak ada perbincangan ringan antara orang dewasa.


"Kalvaro, besok kamu jangan sampai lupa kita ada acara yang harus dihadiri dengan anggota keluarga lengkap." Ucap sang mommy Emely.


"Hmm yah, mommy sudah mengatakan itu beberapa kali aku ini masih muda belum pikun." Jawab Kalvaro malas, mommnya sudah mengingatkan lebi dari tiga kali dalam satu hari yang sama.


"Hmmm, yah kamu memang masih muda tapi kamu sudah dewasa sudah seharusnya kamu mencari pendamping hidup." Jawab sang mommy dengan sedikit ketus.


"Huft ayolah mom, teman - teman Kalvaro juga belum menikah." Lagi dan lagi alasan yang sama, sering Kalvaro berikan kepada sang mommy jika sudah menyangkut hal tersebut.


"Ya yah tapi kamu jangan pura-pura pikun kalau teman-teman kamu kebanyakan sudah menikah dan juga memiliki buntut, teman kamu yang belum membina rumah tangga hanya tinggal beberapa orang saja." Tak mau kalah dari sang anak mommynya pun merasa serba tau.


"Sudahlah, kenapa kalian suka sekali berdebat, dan Varo kamu memang sudah seharusnya membina rumah tangga di umur segini, apa jangan - jangan ... " Ucap sang daddy terpotong oleh anaknya.


"Jangan berpikir macam - macam, tentu saja aku menyukai wanita." Kesal Kalvaro pada sang daddy.


"Kalau memang benar kamu menyukai wanita kenapa sampai saat ini kamu tidak pernah membawa 1 wanita pun kepada Mommy dan juga Daddy." Ketus sang mommy lagi.


"Apa perlu mommy jodohkan dengan anak teman mommy ?" Tanya sang mommy lagi..


"Tidak perlu, aku bisa mencari sendiri mom, mommy jangan repot - repot, mommy hanya perlu memikirkan kesehatan mommy dan daddy saja, dan mengurus Bella." Jawab Kalvaro tegas, ia anti dengan yang namanya perjodohan.


"Baiklah, kalau begitu silakan istirahat, besok acaranya akan dimulai jam 18. 45 jangan sampai terlambat." Ucap sang daddy sebelum meninggalkan Kalvaro sendiri, tentu saja sang mommy juga di bawa ke kamar untuk istirahat.


...***Terima kasih atas waktu dan kesempatannya, tak lupa untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Esa, semoga kita selalu di jaga dan di lindungi oleh maha kuasa dimanapun dan kapanpun kita berada....


Terima kasih atas waktu dan partisipasi di novel baru ini, semoga kedepannya kita bisa lebih dan lebih baik lagi, mohon dukung dengan like , komen " ayo pasti bisa, semangat author 2021", dan juga Vote yang tentunya tidak kalah berarti, salam hangat untuk kita semua***

__ADS_1


__ADS_2