Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Perjalanan Baru


__ADS_3

Sudah 6 bulan usia pernikahan antara Kalvaro dan Keren, selama tiga bulan pertama pasangan baru tersebut menghabiskan waktu untuk keliling Indonesia, pulau ke pulau mereka jelajahi untuk menikmati honeymoon mereka. Sedangkan bulan ke empat sampai lima mereka fokuskan untuk beristirahat sejenak.


"Huek, huek." Tiba - tiba saja terdengar sesuatu yang menganggu telingan tuan Adhitama, ia segera bangun begitu menyadari jika istrinya sudah tidak berada di tempat tidur.


"Babe, kamu kenapa ?" Tanya Kalvaro di depan kamar mandi, ia begitu terkejut melihat keadaan istri kesayangannya.


"Tidak apa - ..." Belum selesai Keren menjawab tubuhnya sudah ambruk terlebih dahulu.


Kalvaro segera tersadar dari kebingungannya, ia segera mengangkat tubuh istrinya yang terlihat sedikit pucat dan sesudah meletakan di atas ranjang ia dengan panik segera menelpon dokter Ar yaitu dokter pribadi keluarga kecilnya.


"Sayang, hai kamu kenapa, tolong bangunlah jangan membuat aku semakin khawatir." Ucap Kalvaro sambil menatap istrinya yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Hikss, bangun jangan buat aku takut." Kegelisahannya membuat ia menjadi lemah, istrinya terbaring lemah dengan wajah yang terlihat memucat membuat ia kehilangan kendali.


Tok tok, terdengar suara ketukan pintu terlihat yang mana muncul satu wanita paruhbaya dengan seorang pria berpakaian dokter.


"Tuan, doket Ar sudah datang." Ucap bibi Ana.


"Masuklah, dan tolong untuk segera memeriksa istriku." Jawab Kalvaro tanpa mengahlikan pandangan dari sang istri.


"Baik tuan." Jawab dokter Ar, dan bergegas masuk untuk memeriksa kondisi dari nyonya Adhitama tersebut.


"Ehm, ini masih prediksi saya, sepertinya saat ini nyonya Keren sedang mengandung buah hati kalian, yang menjadi penyebab ia pingsan adalah kelelahan dan mungkin terkena lambung, untuk saat ini anda harus berpuasa terlebih dahulu karena usia kandungan baru memasuki 9 bulan. Selamat tuan Adhitama anda akan segera menjadi seorang ayah." Ucap dokter Ar, ia menjelaskan keseluruhan dan mengenai prediksinya.

__ADS_1


"Aku akan menjadi ayah." Tanya Kalvaro sambil berkaca - kaca, sungguh ia tidak menyangka doa pagi siang malamnya dijawab dengan begitu cepat oleh maha kuasa.


"Iya tuan, untuk selanjutnya anda bisa langsung konsultasi dengan dokter kandungan." Jawab dokter Ar sambil tersenyum kecil, ia tahu rasanya pertama kali diprediksi akan menjadi seorang ayah, sungguh ia turut berbahagia untuk saat ini.


"Aku akan memberimu bonus untuk tiga bulan kedepan, anggaplah sebagai hadiah karena sudah memberi kabar bahagia." Ujar Kalvaro sambil tersenyum cerah, sedangkan dokter Ar hanya mengangguk bersyukur tentunya.


"Baiklah tuan, saya harus segera kembali kerumah sakit, dan mohon di ingat jika saat ini kondisi nyonya sendang lemah sehingga anda harus berpuasa terlebih dahulu." Ucap dokter Ar berpamitan sekaligus memberi patuah.


"Baik dok, saya akan mengingatnya." Jawab Kalvaro sambil mengangguk - anggukan kepala.


Setelahnya kamar kembali hening, Kalvaro menemani sang istri yang belum sadarkan diri sedangkan bibi ia pergi membuat makanan sehat untuk nyonya dan calon bayi tersebut.

__ADS_1


"Sayang, terima kasih sudah mau mengandung buah cinta kita, kamu harus sehat terus yah." Ucap Kalvaro sambil menatap penuh cinta pada istrinya yang masih setia memejamkan mata tersebut.


Jangan lupa untuk memberikan Like, Komen dan Vote dan Hadiah yah sebagai bentuk apresiasi kalian untuk penulis, terima kasih.


__ADS_2