Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Ibu hamil menyebalkan


__ADS_3

Begitu mengetahui gadis yang ia cari diam - diam sudah tidak berada di negara yang sama, tuan muda Aeron memutuskan untuk meminta orang kepercayaannya mencari dimana tempat gadisnya pergi.


"Setelah memporak porandakan hatiku, dan kau ingin pergi begitu saja hahahaha maafkan aku, tapi aku tidak akan melepaskanmu." Ujar Aeron sambil menatap tajam foto yang ada di dalam handphonenya.


Di negara lain terlihat seorang gadis cantik yang tengah duduk di kursi kebesarannya, ia menatap dalam foto yang ada di handphonenya.


"Maafkan aku yang pergi tanpa berpamitan, jika kita berjodoh pasti Tuhan akan menyeret kita ke suatu pertemuan yang tidak dibayangkan." Ujar gadis cantik tersebut.


Sarah Lie adalah gadis cantik, ia adalah sahabat dekat Keren selama beberapa waktu belakangan ia memang meninggalkan negara X tanpa berpamitan pada sosok lelaki tampan yang mengisi hatinya.


Sarah Lie berharap ia bisa melupakan pangeran tampan tersebut setelah berpindah negara, tapi sayang seribu sayang apa yang ia inginkan tidaklah sesuai dengan takdir yang ia jalankan.


Bayangan - bayangan tuan muda Aeron Nugraha Wijaya terus melintas di pikirannya, dan disayangkan ia tidak mengetahui jika tuan muda Aeron Nugraha Wijaya sudah menaruh namanya di dalam hati.


Drett drettt terdengar bunyi telepon dari sampingnya, ternyata itu adalah sahabatnya yang tidak lain adalah nyonya muda Adhitama.

__ADS_1


"Hai." Sapa Sarah lembut, ia merindukan sahabatnya.


"Apa kabar Sarah ?" Tanya nyonya muda tersebut.


"Hahaha kau bahkan belum membalas sapaanku, tentu saja gadis cantik ini baik - baik saja, bagaimana dengan kabarmu ?" Tanya Sarah dengan cerewet.


"Kau ini terlalu cerewet." Cibir Keren dari seberang telepon.


"Ayolah, aku hanya sudah lama tidak mendengar suaramu, kau terlalu sibuk dengan suamimu itu." Bantah nona Sarah tampak merajuk.


"Hmmm, apa kau tidak ingin mengunjungi aku." Tanya Keren dengan nada penuh tanda tanya.


"Benarkah, menurutku kau ini sebenarnya hanya pura - pura sibuk." Balas Keren pedas.


"Kau ini, ada apa dengan mulutmu itu, pedas sekali." Rajuk Sarah kesal mendengar jawaban telak dari sahabatnya.

__ADS_1


"Hmm, baiklah kalau memang tidak ingin mengunjungiku, padahal sebentar lagi kau akan menjadi aunty sayang sekali, aku akan memastikan jika anakku nanti tidak akan mengenal dirimu." Ujar Keren tampak merajuk dan membuat tanda tanya besar untuk Sarah.


"Kau hamil, dan aku akan mendapatkan ponakan lucu ?" Tanya Sarah dengan suara yang naik beberapa oktaf.


"Tidak tahu." Ujar Keren sebelum mematikan sambungan telepon.


Di negara seberang tampak Keren yang sedang tertawa kecil, ia tahu sahabatnya di ujung sana sedang menahan kesal sambil mengerutu karena ia langsung mematikan sambungan telepon tanpa memberi jawaban yang memuaskan.


"Hahaha, aku yakin sebentar lagi ia akan segera tiba di negara ini." Ujar Keren penuh dengan keyakinan.


"Hihihi." Lagi lagi Keren tertawa, sungguh orang hamil satu ini begitu aneh dan entahlah ...


Keren segera beranjak dari tempat ia duduk, ia menuju ke taman rumah untuk bersantai sambil memantau bisnis - bisnisnya menggunakan tablet ukuran sedang.


"Lumayan, setidaknya dengan ini aku bisa membeli semua yang aku mau nantinya." Ujar Keren sambil menatap penghasilan bersih yang ia dapatkan setiap minggu.

__ADS_1


"Huftt, semoga kalian cepat lahir yah anak - anak mama, sehat terus di dalam perut dan jangan bandel." Ujar Keren sambil mengusap lembut perutnya yang semakin membuncit.


Jangan lupa untuk meninggalkan Like, Komen, Hadiah, Vote serta masukan novel Nona Muda Incaran Ceo kedalam Favorite yah teman - teman.1


__ADS_2