
Selamat hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan selamat lebaran untuk semua pembaca setia novel Nona Muda Incaran CEO.
Setelah terlibat perang dingin dengan sang adik akhirnya Felix mulai melemah, dan mengucapkan sesuatu yang tidak terduga.
"Maaf." Ujar Felix mengalah.
"Hmmm, baby ayo kenalan sama uncle." Ajak Keren kepada Bella.
"Uncle." Cengo Felix, wajahnya berubah menjadi ketus kembali.
"Antel atu Beyaa, nama atel siapa ?" Tanya Bella takut - takut.
"Hmmm, hei bayi apa aku terlihat seperti om - om ?" Tanya Felix galak, membuat Keren dan Kalvaro menghela nafas pelan.
"Huwaaaa." Tangis balita cantik tersebut pecah akhirnya.
"Eh." Kaget Felix, kenapa balita itu menangis pikirnya.
"Menyebalkan." Batin Felix merutuki Bella.
"Sudah - sudah, cup cup kamu jangan nangis lagi yah cantik nanti jelek lo." Bujuk Keren kepada balita cantik tersebut.
"Hei bayi kenapa kau menangis ?" Tanya Felix heran.
"Kakak." Tekan Keren tampak kesal.
"Sayang, sepertinya kamu sudah cocok menjadi ibu sekarang." Goda Kalvaro keceplosan ia lupa masih ada harimau yang selalu siaga menatap kearahnya.
"Sepertinya kau sudah mulai lancang." Sindir Felix dengan dinginnya.
"Maaf." Cicit Kalvaro.
__ADS_1
"Yah ampun, kenapa susah sekali untuk meluluhkan calon kakak ipar satu ini, sweatie aku tidak akan menyerah." Keluh Kalvaro dalam hatinya.
"Bagaimana kalau kita jalan - jalan saja ?" Usul Felix membuat mereka kaget.
"Setuju, kalau begitu ayo bersiap - siap." Semangat Keren sambil menarik tangan kakaknya.
Felix tersenyum kecil melihat Keren begitu antusias, sejak mereka masih kecil ia adalah seorang kakak siaga yang bisa menjaga dan membuat adiknya bahagia sekaligus membuat adiknya kesal.
"Hati - hati sayang." Ujar Felix kepada adiknya.
"Aishhhh." Keluh Felix melihat adiknya hampir terjungkal kebelakang.
Sementara Kalvaro hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah wanitanya yang selalu menggemaskan dan sedikit ceroboh, Kalvaro mengahlikan pandangannya kepada sang adik yang sedang duduk diam menonton video kartun yang diberikan sebagai hiburan oleh Keren.
"Kakak , kakak ayoo." Teriak Keren dari depan pintu Felix.
"Kakak." Rengek Keren lagi.
"Kenapa lama sekali ?" Tanya Keren menuntut penjelasan.
"Kakak sedang mengambil jam tadi." Jelas Felix pada adiknya.
"Baiklah ayo." Ucap Keren sambil mengandeng lengan Felix, membuat Felix geleng - geleng kepala.
"Hai." Sapa Keren ketika sampai di depan Kalvaro dan balita cantik.
"Sudah siap ?" Tanya Kalvaro basa - basi.
"Sudah, ayo." Ajak Keren kepada mereka sambil mengambil Bella agar berada di pelukannya.
"Dia bisa berjalan sendiri." Ucap Felix agar adiknya tidak perlu mengendong balita tersebut, tapi sayang seribu sayang tampak Keren tidak perduli dan hanya melenggang pergi meninggalkan Felix dan Kalvaro.
__ADS_1
Sesampainya mereka didepan, tampak Kalvaro dan Felix bingung kenapa bisa ada 3 mobil sedangkan mereka hanya akan berangkat menggunakan dua mobil.
"Ayo, aku yang akan menyetir dan disampingku si cantik kalian tinggal duduk dibelakang." Jelas Keren ketika membuka kaca mobilnya.
"Ta .." Belum selesai Felix menjawab, sudah diselah terlebih dahulu oleh Keren.
"Jika keberatan, kalian bisa menggunakan mobil masing - masing." Ketus Keren.
"Hmm, baiklah." Jawab Mereka akhirnya mengalah dan masuk ke jok belakang.
Penampilan cantik Keren.
"Kita ke tempat biasa beli escream dulu yah." Ucap Keren kepada mereka.
"Terserah." Jawab Felix dan Kalvaro bersamaan.
"Baiklah." Ucap Keren melajukan mobil ke arah kedai escream tempat ia dan kakaknya biasa membeli.
"Ayo turun mumpung tidak ada orang disana." Ucap Keren kepada kedua pria tampan tersebut.
Setelahnya mereka berjalan mengikuti kemana Keren pergi, dan ikut memesan escream kesukaan masing - masing, terkecuali Felix yang tidak memesan karena ia memilih makan bersama dengan sang adik. Kalvaro yang bingung akhirnya bertanya.
"Kenapa kakakmu tidak ikut memesan, apa ia tidak suka escream ?" Tanya Kalvaro pelan pada Keren.
"Ia akan makan bersamaku, tidak perlu mengkhawatirkannya." Jawab Keren enteng, dan Kalvaro hanya mengangguk - anggukan kepala sebagai tanggapan.
Sesudah dari kedai escream masih banyak lagi keseruan keempatnya, Keren yang tampak sangat lepas ketika tertawa dan Felix yang merasa senang melihat adik kesayangannya, Kalvaro yang terkadang cemburu melihat Keren lebih perhatian kepada Bella dan Bella yang tampak selalu senang hingga bagaimana ceritanya sampai Bella bisa berteman dengan Felix si datar dan dingin.
Disingkat karena ada beberapa pembaca yang kurang menyukai jika cerita terlalu detail dan menganggap bertele - tele, so jangan lupa buat Like, Komen dan bantu Vote yah teman - teman.
__ADS_1
Salam toleransi.