
Lain halnya dengan Derrel dan Maxx yang sudah berangkat dan memulai aktifitas mereka, saat ini seorang gadis baru terbangun dari tidur lelapnya.
"Ternyata sudah pagi." Batin gadis tersebut.
Ia segera beranjak dan mulai memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelahnya ia akan turun ke bawa untuk mencari makanan.
Drettt terdengar suara handphone bergetar, gadis itu yang tidak lain adalah Alicia. Alicia dengan cepat menerima panggilan begitu mengetahui siapa yang menelpon dirinya.
"Hallo, bunda ratuku." Jawab Alicia dengan mendramatis.
"Alicia, segera kembali ke Inggris atau bunda yang akan menjemputmu kesana." Teriak seorang wanita dari seberang telepon, ia adalah Medeline orang yang melahirkan Alicia.
"Ah ayolah bunda, aku belum 24 jam di Belanda. Kenapa sudah memintaku kembali." Manja Alicia kepada bundanya.
"Tidak Alicia, bunda tidak akan tertipu lagi oleh suaramu yang dibuat - buat itu. Segera kembali Alicia." Tekan bundanya dengan mode serius.
"Tapi .." Belum sempat Alicia mengajukan permohonan lagi, telepon sudah diputuskan sepihak oleh bundanya.
"Astaga, kenapa bunda begitu kejam." Batin Alicia dengan menggeleng - gelengkan kepala.
Alicia hanya tidak sadar jika dirinya lah yang bandel, ia terbang ke Belanda tanpa persetujuan dari ayah dan bundanya, dan lihat apa yang ia dapatkan di Belanda.
"Sudahlah, sebaiknya aku mencari makan dulu disekitar apartemen pasti sudah ada yang berjualan bukan." Ujar Alicia dengan menatap jam dinding di apartementnya.
Style Alicia.
__ADS_1
Indonesia.
Hari ini kediaman Nugraha Wijaya tampak begitu ramai, dengan kelucuan Alexa, Aurora, Adel suasana terasa semakin hidup.
"Adel, kau tidak ingin digendong paman ?" Tanya Daniel dengan raut wajah dibuat terlihat kecewa.
Adel hanya menanggapi dengan celotehan bayi membuat Daniel merasa gemas sendiri, ia menghampiri keponakannya dan menggelitiki membuat balita itu menggeliat dan tertawa.
"Daniel hentikan, putriku sudah lelah." Teriak Kalvaro dari sudut ruangan.
"Baiklah." Jawab Daniel, ia dengan berat hati mulai menghentikan ulahnya.
Sementara Adel, lihatlah Bayi itu menjulurkan lidah pada pamannya dan itu semakin menggemaskan bukan.
"Thanks Keren." Ucap mereka.
Keren hanya tersenyum dan menghampiri suami yang tampak sibuk dengan Alexa, Alexa gadis itu tampak duduk dengan muka habis menangis membuat Keren kebingungan.
"Tadi dia mencarimu dan menangis." Jelas Kalvaro dengan cepat, ia tidak ingin dituding membuat putrinya menangis.
"Anak bunda kok nangis, sini sayang." Keren memutuskan menggendong putri pertamanya.
Alexa tidak menjawab tapi ia menyandarkan kepalanya dibahu bundanya, tidak lama matanya mulai terpejam mungkin lelah habis menangis.
__ADS_1
Sedangkan Aurora dan Youlbert sedang bersama dengan diawasi Aeron, Aurora dan Youlbert terlihat begitu akrab.
"Daniel, bagaimana dengan persiapan pernikahanmu ?" Tanya Felix yang tampak sedang senderan dipundak Selena.
"Sudah 50% selesai kak." Jawab Daniel yang tampak sibuk bersama baby Adel.
"Jika butuh sesuatu segera beritahu aku." Titah Felix pada adiknya.
"Yah, terima kasih untuk niat baiknya." Ucap Daniel.
"Kau adikku Daniel, tidak perlu berterima kasih." Ketus Felix.
"Kami semua menganggap kau hanya memiliki satu saudara." Sindir Daniel.
"Cih." Decih Daniel.
Daniel dan Aeron tersenyum kecil, mereka tidak pernah merasa cemburu dengan kasih sayang Felix yang selalu terpusat pada adik perempuan mereka Keren, malahan merasa senang.
"Dan, Derrel apa ia tidak akan kembali ke Indonesia, atau jangan - jangan dia belum tahu jika Daniel akan menikah ?" Tanya Felix lagi dengan serius.
"Besok atau lusa kak Derrel akan segera kembali, masih ada beberapa urusan yang tidak bisa ditinggalkan." Jelas Daniel.
"Baiklah, dan sekarang kita semua benar - benar melangkahi Derrel, bagaimana kalau dia sulit menemukan jodoh." Lirih Felix yang masih bisa didengar oleh yang lain.
"Tenang saja, aku yakin sebentar lagi ia akan segera menyusul." Jawab Kalvaro dengan seringai kecilnya.
__ADS_1
"Apa ada yang aku lewatkan." Batin Felix yang tidak sengaja menemukan seringai tajam milik Kalvaro.