
Kediaman Naomi, saat ini Naomi sedang bersantai diruang keluarga dengan beberapa cemilan yang menemi ia bersantai.
Tidak lama terdengar suara orang masuk, Naomi hanya melirik sekilas sebelum kembali melanjutkan acara santainya.
Naomi hidup kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan dunia mereka, orangtuanya adalah sepasang suami istri yang gila kerja dengan alasan mereka harus bisa memenuhi semua kebutuhan Naomi.
Mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu tapi berkat kegigihan sepasang suami istri tersebut, Naomi bisa hidup berkecukupan bahkan jauh lebih dari kata cukup.
"Naomi." Panggil ibu Elen kepada putrinya.
"Kalian sudah tiba ternyata." Jawab Naomi tanpa melihat kearah ibunya.
"Sesuai janji kami bukan 2 hari ini kita akan menghabiskan waktu bersama." Jawab ibu Elen lembut.
"Oh, baiklah dimana ayah ?" Tanya Naomi yang tidak menangkap keberadaan ayahnya.
"Dia masih diluar, mengambil oleh - oleh untukmu." Jawab ibu Elen.
__ADS_1
"Mau memasak bersama ibu ?, kita makan dirumah malam ini." Lanjut ibu Elen.
"Baiklah, ayo kita memasak." Jawab Naomi mulai melembut, sekeras apapun hatinya ia tetap akan luluh jika diajak bicara baik - baik seperti ini.
Naomi dan ibu Elen tampak menghabiskan waktu didapur untuk mengolah bahan makanan menjadi santapan lezat, suasanan canggung perlahan mulai mencair mereka bisa berbicara dengan baik dan sesekali terlihat bercanda.
Sedangkan untuk ayah Naomi, beliau adalah Andre ia tampak memasuki kamar dan berbersih terlebih dahulu sembari menunggu istri dan putrinya selesai memasak.
Tidak lama setelahnya bertepatan dengan jam makan malam, makanan olahan ibu Elen dan putrinya Naomi tampak sudah tersaji dan tidak berselang lama terlihat seorang pria paruh baya menuri tangga dan ikut bergabung.
"Hai, kalian sudah selesai memasak ternyata." Sapa ayah Andre kepada putri dan juga istrinya.
Andre dan Elen saling memandang satu sama lain, mereka senang melihat perubahan Naomi yang sudah tidak terlihat dingin lagi kepada mereka.
Makan malam bercampur canda dan tawa begitu hangat, Naomi begitu senang ketika kedua orangtuanya kembali kerumah sesuai perjanjian.
"Naomi, bagaimana dengan kuliahanmu ?" Tanya ayah Andre.
__ADS_1
"Aku sedang menyusun skripsi ayah, sepertinya semester depan aku sudah sidang jika semua sudah terampung dengan sempurna." Jawab Naomi.
"Baguslah sayang, kalau begitu apa yang menjadi rencanamu kedepannya, apa masih ingin melanjutkan S2 ?" Timpal ibu Elen tampak menanyakan sesuatu kepada putrinya.
"Sepertinya aku akan langsung berkerja bu, yah." Jawab Naomi lembut.
"Baiklah, kebetulan diperusahaan ayah sedang membutuhkan pegawai baru, jika kau tidak keberatan untuk bergabung kau boleh mengirim cv dan jika beruntung kau bisa nebeng dengan ayah setiap hari." Canda ayah Andre kepada putrinya, tidak mungkin ia terang - terangan mengajak putrinya bergabung.
"Kau adalah bos besarnya, kenapa tidak langsung memasukan putri kita ?" Tanya ibu Elen tampak memprotes.
"Aku percaya tanpa bantuanku dia bisa melakukan sendiri, putri ini sepertiku yang pintar jadi untuk apa memasukan ia lewat jalur belakang." Jawab ayah Andre, bagaimanapun juga ia harus mempersiapkan putrinya sebagai pewaris kedepannya.
"Ibu, ayah kenapa jadi berantem, aku akan mengirim cv keperusahaan ayah dan aku pastikan berhasil sesuai keinginan ayah, jadi ibu jangan khawatir yah." Lerai Naomi kepada ayah dan juga ibunya.
"Baiklah sayang, tapi jika kau ditolak kau bisa mengeplay cv mu pada perusahaan ibu yah." Jawab ibu Elen lembut.
"Hei - hei, itu tidak cocok untuknya." Bantah ayah Andre.
__ADS_1
sisa makan malam tampak ayah dan ibu Naomi yang terus memperdebatkan masalah kecil, sementara Naomi berada ditengah dan menenangkan keduanya.