
Jangan lupa meninggalkan jejak Like, Vote dan komen "semangat terus thor."
Sepeninggalan Felix, tuan Kenzo langsung saja meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Maafkan kata sifat putra yang tidak mengenakan." Ucap tuan Kenzo merasa tak enak.
"Tidak apa saya cukup memahaminya, dan bisakah saya bertanya ?" Jawab tuan Elbert memaklumi.
"Tentu, silakan." Jawab tuan Kenzo.
"Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa dengan putri saya, saya rasa anak balita tidak mungkin untuk mencari masalah dengan orang dewasa seperti putra anda bukan." Tanya tuan Elbert.
"Hanya kesalahpahaman, kau tau putraku yang kedua sangat sensitif, putrimu sebenarnya tidak salah, hanya putraku yang memang berlebihan." Jawab Kenzo tak enak hati.
"Hmm, apa ada jawaban lain yang lebih memuaskan? " Tampaknya tuan Elbert masih merasa kurang puas dengan jawaban yang diterima dari rekannya.
"Waktu yang lalu kami tidak sengaja bertemu dengan Putri anda di salah satu restoran bintang 5, tampaknya pada saat itu Putri anda lepas dari pengawasan lalu bertemu dengan putri saya Keyren, Keyren membantu putrimu lalu membawa ke ruangan vvip yang sudah kami pesan, tampaknya saat itu Felix kurang menyukai Bella karena ia tak mengenal putrimu dan menganggap orang asing, orang asing yang merepotkan adiknya tak ingin adiknya lelah." Jawab Kenzo.
Tuan Elbert terbelak, Felix tak menyukai putri kecilnya hanya karena masalah sepela, dan sekarang isu yang ia dengar diluar bisa dibuktikan secara langsung jika isu yang mengatakan seorang Felix Nugraha Wijaya sangatlah sensitif benar adanya.
"Maafkan kakak saya nyonya & tuan." Ucap Keren merasa tak enak hati.
"Hai." Sapa Keren kepada balita yang sejak tadi diam saja menyimak pembicaraan orang dewasa.
"Allo tata antik." Sapa Bella sambil tersenyum kecil ia mengarahkan tangannya minta di gendong.
"Kemari, biar kaka gendong." Ucap Keren sambil tersenyum.
"Apa tidak apa ?" Tanya nyonya Emely merasa tak enak, takut jika Felix melihat dan merasa semakin tak suka.
"Tidak apa." Jawab Keren sambil tersenyum.
Keren yang memang menyukai anak kecil langsung akrab dengan Bella, Sama halnya dengan Keyren Bella tampak nyaman dan senang bisa bercanda dengan Keyren.
Sejak tadi semuanya tidak lepas dari pandangan dua orang pria dewasa yang sama - sama sulit diartikan.
...Tiga Hari Kemudian....
Sudah tiga hari sebelum hijab pesta berlalu hari ini Keren berencana untuk mengunjungi kakaknya yang tampak sibuk dengan pekerjaan.
Aeoron anak ketiga dari Kenzo dan juga Keyren adalah target pertamanya, ia merindukan kakaknya yang sok sibuk padahal sibuk beneran.
"Mom, aku nanti akan mengunjungi kak Aeron, sekaligus mengajaknya makan siang bersama, apa mommy ingin ikut." Tanya Keren kepada sang mommy.
__ADS_1
"Mommy ada meeting bersama rekan kerja mommy, mungkin lain waktu mommy bisa bergabung dengan kalian." Tolak Keyren halus sambil tersenyum ke arah putrinya.
"Baiklah, kalau begitu aku ingin bersiap-siap dulu." Jawab Keren berpamitan menuju kamar.
...Satu Jam Kemudian....
"Mommy, Keren berangkat dulu yah." Pamit Keren kepada sang mommy.
"Yah, berhati - hatilah dijalan." Jawab sang mommy.
Setelah berpamitan dengan mommynya Keren segera meninggalkan pekarangan rumah keluarga Nugraha Wijaya, menuju salah satu perusahaan yang berpengaruh di negaranya.
Mobil Alphard yang dinaiki oleh Keran membela ibukota, membutuhkan waktu sekitar 25 sampai 30 menit untuk sampai ke tempat tujuan.
"Non, sebentar lagi kita sampai." Ucap supir keluarga Nugraha.
"Baik pak, pelan - pelan saja, lagi pula saya tidak terlalu terburu-buru." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.
"Baik non." Jawab supir tersebut.
"Bapak, apa sudah makan siang ?" Tanya Keren kepada sopir yang mengantarnya.
"Kebetulan belum nona, setelah ini saya akan segera makan siang." Jawab sopir tersebut dengan jujur, meskipun merasa tidak enak tetapi kejujuran adalah prioritas untuk bekerja di kediaman Nugraha.
"Terima kasih non, semoga selalu diberkati." Ucap supir tersebut, menolakpun tidak akan bisa karena pasti di adukan kepada tuan besar, ia hanya menerima dan mendoakan nona mudanya sebagai ungkapan syukur.
Keren hanya tersenyum kecil, ia senang jika ada orang-orang baik yang mau mendoakannya dan juga keluarganya, ia percaya jika sesuatu yang baik akan dibalas dengan baik.
Kurang dari 10 menit akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.
"Terima kasih." Ucap keren sopan sebelum meninggalkan mobil yang mengantarnya.
Sopir tidak menjawab ia hanya tersenyum dan juga membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat setelah membukakan pintu untuk nona muda tersebut.
Memasuki gedung tersebut semua orang tampak terhipnotis oleh kecantikan yang dimiliki oleh seorang Keren Nugraha Wijaya.
Para karyawan yang memang sudah mengetahui siapa nona cantik tersebut segera mengarahkan untuk menuju ruangan CEO mereka.
"Terima kasih." Ucap Keren kepada salah satu pegawai yang mengantar nya menuju ruangan sang kakak.
"Terima kasih kembali. " Jawab pegawai tersebut yang menyebabkan dan untuk sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.
Setelah pegawai yang mengantarnya pergi meninggalkannya sendiri ia segera masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
"Berani sekali memasuki ruangan ku tanpa meminta izin." Ucap pemilik ruangan tanpa mengahlikan tatapan dari tumpukan dokumen yang ada di atas meja.
" Apakah kamu tidak memiliki mulut untuk menjawab dan telinga untuk mendengar? " Sambung Aeron sang pemilik ruangan dengan suara yang terdengar dingin.
"Jahat sekali, sekarang aku harus mengetuk pintu terlebih dahulu." Jawab sang gadis yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
Kepala Aeron langsung saja terangkat ketika mendengar suara yang tidak asing ditelingan, salah bukan tidak asing tetapi ia begitu mengenal suara tersebut.
"Astaga." Ucap Aeron sambil memijat pelipisnya.
"Kakak, aku tahu kau begitu bahagia ketika aku datang mengunjungimu bukan." Goda Keren sambil tersenyum.
"Tentu saja aku begitu menyukai kedatanganmu." Jawab Aeron dengan terpaksa, ia tak mungkin untuk mengatakan jika ia tidak menyukai kedatangan adiknya.
"Senangnya, sekarang ayo berikan aku pekerjaan, aku juga ingin bekerja." Jawab Keren ceria ia senang jika kakaknya menyukai kedatangnya.
"Tidak ada lowongan pekerjaan di perusahaanku saat ini, mungkin di tempat Daniel." Jawab Aeron cepat mana mungkin yang menjadikan adiknya karyawan bisa habis ia jika diketahui oleh sang kakak Felix.
"Bohong, aku melihat di website perusahaan jika sekarang perusahaanmu membutuhkan seorang asisten pribadi."Kesal Keren karena kakaknya berbohong.
"Sudah ada, yah benar sudah ada yang datang melamar." Jawab Aeron dengan berbohong lagi.
"Apa buktinya." Tanya Keren ingin memastikan.
"Aku bisa memanggil HRD untuk datang kemari." Jawab sang kakak mencoba menyakinkan adiknya si perusuh.
"Baiklah, apa pekerjaan Kakak masih banyak? " Tanya Keren kepada kakaknya.
"Sebenarnya sudah selesai, kakak hanya memeriksa laporan keuangan saja, memangnya ada apa? " Tanya Aeron curiga jika adiknya menginginkan hal yang tidak-tidak lagi.
"Tidak ada, ayo kita pergi makan siang." Ajak Keren sambil menarik lengan kakaknya.
"Baiklah." Jawab Aeron pasrah, pikirnya percuma saja jika menolak.
Ketika sampai di lobby para karyawan menunduk melihat bos mereka yang tampak diseret oleh nona muda mereka.
"Nona muda tampak begitu menggemaskan." Ucap salah seorang pegawai.
"Benar, cantik dan sederhana sosok nona muda yang jarang ditemukan." Sambung rekannya.
"Tuan muda tampak seperti tikus tak berdaya jika berhadapan dengan nona muda, ia begitu lucu tak seperti biasanya." Ucap rekan lainnya.
Aeron yang mendengar itu hanya menghela nafas yang dikatakan oleh para pegawainya bukanlah hal yang salah, wajar saja ini pertama kali mereka melihat seorang Aeron Nugraha tunduk pada seorang gadis yang tak lain berlian keluarga Nugraha Wijaya yang selama ini disembunyikan.
__ADS_1