Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 31


__ADS_3

Setelah kejadian menuju pantai, Keren dan Kalvaro tampak semakin dekat dan selama satu minggu belakangan ini Kalvaro dan juga Keren jarang memiliki waktu, Kalvaro sedang sibuk dengan tumpukan dokumen miliknya dan Keren sendiri tampak memantau butik dan beberapa bisnis yang ia dirikan tanpa sepengatahuan orang lain.


Keren hari ini ada janji temu dengan Sarah, Sarah juga sama halnya dengan Keren ia tampak sibuk dengan kegiatan - kegiatannya serta mulai mengurus perusahaan milik keluarganya sehingga ia sekarang sudah tidak memiliki waktu untuk bermain-main.


"Hallo Sar, kamu dimana ?" Tanya Keren sambil mengeraskan volume handphone dan menaruh hp di meja kerjanya.


"Sebentar lagi aku akan tiba dibutikmu, ada sedikit kemacetan." Jelas Sarah dari seberang telepon.


"Baiklah,kalau kau sudah sampai segera minta satpam agar bisa mengantar ruanganku." Ucap Keren memberi pesan.


"Baik, sebentar aku matikan dulu." Jawab Sarah sebelum mematikan telepon dan Keren hanya geleng - geleng kepala serta tetap melanjutkan perkerjaannya.


Sementara saat ini Kalvaro tengah disibukan dengan beberapa tumpukan dokumen, ia tampak bekerja keras karena dalam beberapa minggu ini ia akan segera menikah dan akan mengajukan cuti selama beberapa pekan.


"Huftt, sabar - sabar." Ucap Kalvaro pada dirinya sendiri.


"Kenapa kau tidak bersantai sedikit son, sebentar lagi kau akan segera menikah dan jangan sampai malah kau jatuh sakit." Ucap seorang paruh baya yang tampak sedang duduk di sofa.


"Aku harus melakukan ini setelah pernikahan aku akan cuti selama beberapa pekan dan berfokus pada istriku, dengan begini aku bisa kembali tanpa memikirkan tumpukan dokumen ini." Jawab Kalvaro datar, yah itulah yang ada dalam pikirannya.


"Hahaha itu juga tidak buruk." Ejek daddynya.


Kalvaro tidak menghiraukan ejekan dari sang daddy, ia tetap fokus dalam tumpukan dokumen hingga akhirnya waktu makan siang tiba, tadinya ia ingin berkujung untuk makan siang bersama tunangannya tapi begitu mendengar tunangannya sedang bersama teman lain ia memutuskan membatalkan niatnya.


Balik lagi ke butik KN'W butik.

__ADS_1


"Nona muda anda terlalu banyak berkerja, cobalah untuk bersenang - senang sendiri."Sambil terkekeh gadis cantik memasuki ruangan ceo.


"HAHAHA sepertinya saat ini ada lupa berkaca pada diri sendiri." Sambil tertawa jahat lawannya menjawab.


"Cih, Keren Keren, untuk apa kamu masih berkerja keras seperti ini, harta keluargamu tidak akan habis tujuh turunan dan lagi sekarang calon suamimu adalah pewaris tahta kerjaan bisnis, apa itu masih kurang bagimu." Dengan mecibir Sarah melontarkan kata - kata menyelenah.


"Harta keluargamu juga tidak akan habis, kenapa kau masih harus berkerja bahkan kesusahan mencari waktu untuk sekedar minum kopi bersama teman." Dengan menyeringai Keren menjawab ledekan Sarah, Sarah yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas jika ia akan kalah lagi.


"Sudahlah aku datang kemari tidak ingin buang-buang waktu hanya untuk berdebat, tetapi mengajakmu bersenang - senang." Ujar Sarah malas.


"Baiklah, tapi sebaiknya kita makan dulu disini karena aku sudah memesan makanan untukmu." Jawab Keren sambil tersenyum.


"Setuju, kalau ada yang gratis kenapa harus yang bayar." Jawab Sarah sambil menyengir.


"Hiyaaa aku tidak pelit tapi hemat." Teriak Sarah kesal.


"Terserah kau saja nona Sarah." Jawab Keren sambil mengedikan bahu.


Keren tidak lupa meminta parah bawahannya untuk bertukar shif yang sudah makan bisa kembali berjaga sedangkan yang belum makan bisa langsung mengambil waktu untuk makan.


Sesudah menghabiskan makan siang tidak lama setelahnya Keren dan Sarah beranjak pergi menaiki mobil Sarah, yah keduanya memutuskan untuk menggunakan satu mombil saja dan beberapa meter dibelakang mereka ada tiga mobil pengawal pribadi Keren, Keren hanya tidak ingin terlalu mencolok dan beruntung mobil yang dikendarai Sarah untuk menemui dirinya tidak terlalu mencolok tapi harga membuat segelintir orang terngaga.


"Kita mau kemana ?" Tanya Sarah kepada temannya.


"Kita akan coba untuk melihat - lihat ruko yang dijual di tengah kota, aku ingin melihatnya." Jawab Keren kepada Sarah.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya dekat universitas X ada lahan kosong yang dijual kita mungkin bisa melihat kesana dulu." Ucap Keren lagi.


"Baiklah, berangkat." Jawab Sarah dan membawa mobil menuju tempat yang dimaksud Keren.


Sesampainya disana mereka melihat lahan kosong yang cukup besar, tempat ini cocok untuk dijadikan cafe dengan lokasi strategis dekat kampus.


"Harganya 780 juta dengan luas 400 meter kali 600 meter, harganya lumayan." Ucap Keren sambil menatap sekeliling.


"Apa kau tertarik ?" Tanya Sarah mengeritkan alisnya.


"Yah, ini akan lumayan untuk investasi masa depan." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.


"Sepertinya aku harus mendapatkan lahan ini dan mengelolahnya menjadi sebuah villa dengan 50 kamar didalamnya, aku juga akan menyediakan tempat fitness dan dapur memasak, sepertinya kolam renang juga tidak buruk." Ucap Keren sambil menatap Sarah sekilas.


"Kau memang darah pebisnis." Ujar Sarah lirih.


"Sepertinya dengan adanya Caffe Indoor akan menambah harga pasar, tidak usah terlalu besar mungkin dengan ukuran 15 × 20 sudah cukup sebagai tempat menerima tamu." Jelas Keren lagi.


"Wah - wah kau benar - benar luar biasa. " Timpal Sarah.


"Tidak juga, sebentar aku harus menghubungi pemilik lahan ini." Jelas Keren.


Tidak sampai disitu saja, Keren dan Sarah juga tampak membeli beberapa lahan untuk menjadi investasi mereka dimasa depan.


Gunakan uang dengan bijak sana maka kau akan menghasilkan uang sepuluh kali lipat, tidak akan habis begitu saja pikir Keren.

__ADS_1


__ADS_2