
Minggu berganti minggu begitupun hari, jam , menit dan detik yang terus berjalan, seminggu ini calon pengantin tampak semakin sibuk dengan segala persiapan pernikahan yang akan berlangsung mewah.
"Dek sebaiknya sekarang kamu istirahat, tidak perlu terlalu banyak berpikir." Ucap Derrel sambil membelai kepala adik perempuannya.
"Hmm, maaf yah kak, aku jadi melangkahi kakak." Jelas Keren sambil menatap sayang kepada kakaknya.
"Kau ini bicara apa, selama adik kesayangan kakak bahagia maka kakak tidak akan mempermasalahkan itu." Jawab Derrel sambil menatap senduh adik perempuannya, adik yang ia jaga sejak kecil sekarang sudah akan berpindah tempat menjadi istri dari lelaki yang baru ia kenal beberapa tahun belakangan ini.
"Aku menyayangimu kak, aku beruntung memiliki kakak - kakak hebat seperti kalian." Ucap Keren tampak merasa sedih.
"Dan kita berempat beruntung memiliki adik secantik dan sehebat Keren Nugraha Wijaya." Jawab seseorang yang baru memasuki ruang keluarga bersama dengan dua orang lainnya.
"Kak." Lirih Keren tampak berkaca - kaca, sudah sangat lama mereka tidak berkumpul seperti ini semua sibuk dengan kegiatan masing - masing, Keren perasaannya bercampur aduk antara sedih senang dan bahagia ia tidak bisa mengungkapkannya.
"Kau sekarang sudah besar, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri ." Ucap seorang laki - laki tampan dan tinggi tidak lain adalah Felix.
"Dan kamu akan tetap menjadi princes kita." Sambung Felix sambil tersenyum.
Belakangan ini Felix memang sudah bisa memahami dan menempatkan posisinya, ia sadar jika adiknya tetap akan menjadi seorang istri dan ia merasa bersyukur orang yang akan memperistri adiknya adalah orang yang tepat, dan ia hanya bisa berdoa untuk kebahagian adiknya.
"Aku menyanyangi kalian semua." Jawab Keren sambil berhampur ke pelukan kakaknya Felix.
"Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini, aku merindukan saat - saat seperti ini." Lirih Keren sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Derrel.
"Yah, maafkan kakak karena sudah jarang memperhatikan kalian." Timpal Derrel merasa bersalah, semejak ia mengurus anak perusahaan daddynya ia menjadi jarang memiliki waktu bersama dengan adik - adiknya.
"Kau tidak salah kak, keadaan yang memaksa kita untuk jarang memiliki waktu bersama." Jelas Keren sambil tersenyum menghibur kakaknya agar tidak merasa sedih lagi.
"Apa kau hanya akan memeluk mereka." Tiba - tiba saja terdengar suara khas merajuk dari seorang Daniel yang tampak melipat tangan di depan dadanya.
__ADS_1
"Hahaha kak kau selalu saja seperti itu, apa susahnya mengatakan jika kau juga ingin aku peluk hahaha." Sambil terkekeh Keren menggoda kakaknya yang tampak cemberut, ia segera berahli ke tengah - tengah Aeron dan Daniel memeluk kedua kakaknya secara bergantian.
"Kau itu memiliki empat kakak, seharusnya kamu memperlakukan sama rata." Ucap Daniel tampaknya ia merasa cemburu dan menganggap Keren lebih memperhatikan kedua kakak tertua.
"Aishhh, aku selalu menyayangi kalian berempat sama ratanya kakak, jadi jangan salah paham." Jelas Keren sambil memeluk erat pada sosok kakak Danielnya.
"Sudah kemarilah." Ucap seorang di samping Keren tidak lain adalah Aeron.
"Bagaimana dengan aktifitas - aktifitasmu sekarang ?" Tanya Aeron sambil merangkul adik kesayangannya.
"Tidak buruk, hanya sedikit lelah saja." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.
"Lelah ?" Tanya keempat kakaknya, Keren segera menutup mulutnya.
"Bukann bukan lelah maksudku .." Revisi Keren dengan cepat tapi sudah terlebih dahulu di potong oleh kakak keduanya.
"Kalau begitu mulai besok kamu tidak usah pergi berkunjung ke butik biarkan John dan anak buahnya yang memantau butik dan usaha lain yang kau punya." Final Felix dengan tegas dan tak terbantahkan, beginilah Felix sejak kecil ia tidak pernah membiarkan adiknya kelelahan.
"Tidak ada bantahan pokoknya selama beberapa hari kedepan kamu harus istirahat atau mau kakak undurin pernikahan kamu ?" Tajam Felix pada adiknya.
"Ish kakak mah nyebelin." Rajuk Keren tampak kesal.
"Sudahlah, apa yang dikatakan oleh kak Felix memang benar adanya, kamu juga harus memikirkan kesehatan jangan terlalu bekerja keras." Ujar Aeron tampak setuju dengan apa yang dikatakan oleh kakanya Felix.
"Kalian mulai kompak." Acuh Keren, meski tampannya yang cemberut tidak menutup hatinya yang bahagia, bersyukur ia mendaparkan kakak - kakak yang tulus menyayangi ia dan selalu menjadi pelindungnya.
"Bagaimana kalau sekarang kita jalan - jalan, Bali sepertinya cocok untuk melihat sunset sebentar ?" Usul Daniel bersemangat.
"Setuju." Jawab Derrel dan Aeron bersamaan, selanjutnya Keren dan Felix saling berpandangan.
__ADS_1
"Kita juga setuju." Kompak Keren dan Felix sambil tersenyum kecil.
"Bagaimana kalau kita menggunakan helipkopter, sudah cukup lama aku tidak mengendarainya ?" Usul Felix kepada saudara - saudarinya.
"Baiklah kalau begitu aku setuju, Keren akan pergi bersamaku dengan heli milikku dan Felix bersama dengan Aeron dan Daniel." Putus Derrel dan keempatnya mengangguk setuju.
"Kita tidak akan membawah pengawal, hanya menempatkan pengawal bayangan jadi kalian harus siaga dengan segala kondisi, sekarang bersiaplah pukul 11 kita akan berangkat." Sambung Derrel sambil menatap keempat adiknya secara bergantian.
"Okay." Jawab mereka sambil beranjak dari tempat duduk menuju ke kamar masing - masing untuk bersiap.
Setelah memastikan adik perempuannya sudah tiba di kamar, Derrel segera menghubungi orang - orangnya untuk standby terlebih dahulu di pulau bali, ia menempatkan beberapa orang di sekilingnya dengan berpakaian seperti turis agar tidak mencolok dan mencuri perhatian banyak orang.
"Sudah lama rasanya kita tidak seperti ini." Ucap Derrel sambil memejamkan mata.
Setengah jam berlalu akhirnya satu persatu mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, tinggal menunggu adik tercinta mereka untuk bergabung.
Ootd tuan muda Daniel Nugraha Wijaya, tidak terlalu mencolok tetapi jam tangannya yang seharga 17 M cukup menyita perhatian, ia memakai jam tersebut bukan bermaksud untuk pamer, jam tersebut selalu melekat di tangannya karena itu merupakan pemberian hadiah ulangtahunnya dari sang adik perempuan Keren Nugraha Wijaya.
"Kemana Keren ?" Tanya Aeron yang baru bergabung kembali.
"Mungkin masih bersiap - siap, bersabarlah." UjarFelix yang tampak sedang duduk dengan memejamkan mata.
"Oh baiklah." Jawab Aeron.
Ootd tuan muda Aeron dengan topi seharga 3jt dan sneakers yang dibandrol sekitar 18juta, ia tampak tidak menggunakan hal - hal yang mencolok.
__ADS_1
Yah para tuan muda Nugraha Wijaya tampak berpenampilan casual karena hari ini mereka akan jalan - jalan ke pantai, berpenampilan casual juga membuat adik perempuan mereka bahagia karena menurut Keren kakak - kakaknya lebih tampan seribu persen jika berpenampilan seperti ini.
Dan Keren tampak masih sibuk di atas, ia mencari gelangnya yang tidak kunjung ditemukan, hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk segera turun untuk bergabung dengan keempat kakaknya, sebelum mereka berangkat menuju halaman belakang tempag lepas landas heli milik keluarga.