
Keren si nyonya muda Adhitama atau yang sekarang dikenal sebagai ibu hamil, tampak jelas raut bahagianya ketika mendapati sebuah motor keluaran terbaru di halaman rumahnya.
"Ah, apa aku tidak salah liat, astagaaa ini benar - benar." Entalah ibu hamil tampak berkaca - kaca, hmm sepertinya prasaan ia sekarang campur aduk.
"Kau suka ?" Tanya tuan muda Adhitama sambil memeluk nyonya muda Adhitama dari samping.
"Yah aku suka, sekarang aku yang akan mencoba lebih dulu jadi menyingkir." Ujar ibu hamil bersemangat sambil melepaskan pelukan sang suami.
"Tidak, kau tidak bisa mengendarinya sendiri." Tegas tuan muda Adhitama sambil melotot tajam.
"Aku ingin mencobanya, kau tidak bisa melarangku dan anakku." Tajam Keren tak kalah tegas.
"Itu berbahaya untuk ibu hamil, jadi tolong mengerti yah baby." Jawab Kalvaro membujuk dengan lembut, berharap ibu hamil mau mendengarkan perkataannya.
"Keputusanku tidak bisa di ganggu gugat, jadi menyingkir atau aku akan pergi dari sini bersama calon bayiku." Ancam bumil yang berhasil membuat tuan muda Adhitama bungkam.
"Saya harap kalian tidak lengah menjaga istriku, jangan sampai istriku jatuh atau tergores jika masih ingin berkerja bersamaku." Ancam Kalvaro sambil memijat pelipis, ternyata keputusannya untuk mengabulkan permintaan sang istri dan cabay mala membuat ia sakit kepala.
"Baik tuan." Jawab semua pengawal dengan tegas, setelahnya mereka langsung saja mengambil tugas masing - masing dengan membuat formasi.
__ADS_1
"Hei, hei kalian kenapa pada berbaris disitu, aku tidak akan meminjamkan kalian motor baruku." Ujar Keren tampak ketus dan tak suka, ia menggangap pengawal - pengawal suaminya ingin meminjam motornya.
"Mohon maaf nyonya, kami hanya ingin menemani anda mencoba motor barunya mungkin dengan begitu anda akan lebih baik begitu pula dengan calon tuan, nona mudanya." Ujar salah seorang pengawal mencari alasan, akan bahaya jika mereka di usir paksa oleh bumil tersebut.
"Oh, aku kira kalian ingin meminjam motor baruku, baiklah kalian di ijinkan untuk ikut denganku tapi pakai motor masing - masing yah." Jawab Keren mengerti ia mengangguk - anggukan kepala.
"Ayoo, cepat pakai pengaman masing - masing, jangan sampai kalian jatuh dan aku yang disalahkan." Lanjut Keren sedikit ketus.
"Baik nyonya." Jawab mereka dengan kompak.
Untuk tuan muda sendiri ia hanya diam dan memilih standby dengan motor yang sudah disediakan, tidak mungkin ia membiarkan istrinya hanya ditemani oleh pengawal - pengawal.
Iring - iringan motor mulai meninggalkan rumah mewah kediaman Keren & Kalvaro, mereka memutuskan untuk berkeliling komplek menggunakan motot sesuai permintaan ibu hamil.
"Tidak, putar balik sekarang." Teriak Kalvaro sambil melotot.
"Tidak mau, kau saja yang putar balik." Jawab Keren kesal, ia merasa sedikit terganggu dengan titah si suami.
Akhirnya rombongan meninggalkan kompleks perumahan elit tersebut, Keren begitu senang bisa menikmati suasana kota jakarta dengan menggunakan motor keren di tambah lagi ia menjadi penumpang membuat dirinya merasa keren seketika.
__ADS_1
Berbeda dengan bumil yang sedang senang, saat ini para pengawal tengah siaga 3 mereka benar - benar memasang pendengaran mereka dengan baik, serta mata tajam mengawasi sekekiling.
Untuk tuan muda sendiri ia merasa begitu tertekan melihat istrinya yang tengah hamil begitu lihai dengan kendaraan roda dua.
"Huft, kedepannya aku harus berhati - hati jika mengabulkan permintaan absurd nyonya itu." Ujar Kalvaro dalam hati.
seperti itulah hari mengidam Keren yang membuat banyak orang tertekan, mereka kembali kerumah dalam keadaan selamat dan tidak kurang suatu apapun, hanya saja mereka butuh istirahat cukup karena beberapa kali dibuat jatungan dengan cara wanita hamil mengendarai kendaraan roda dua tersebut.
Flasback Off.
"Baiklah, sekarang kau ingin apa, hmm ?" Tanya Kalvaro sambil tersenyum berharap tidak ada permintaan menyelena lagi dari bumil tersebut.
"Aku ingin makan mie goreng buatan suamiku." Jawab Keren dengan manja.
"Kau tau bukan, itu tidak baik untuk kesehatan." Jawab Kalvaro tetap lembut, ia rasa perlu memberi pengertian kecil.
"Hmm, kenapa tidak baik, aku kan sedang sehat - sehat saja, kata dokter juga begitu." Ujar Keren tampak berkaca - kaca, kenapa permintaannya di tolak apa suaminya sudah tidak sayang lagi padanya.
"Hei, jangan menangis dong." Ujar Kalvaro sambil mengusap kepala Keren dengan pelan, astaga apa lagi ini pikirnya.
__ADS_1
"Kau tidak sayang lagi padaku, huaa." Akhirnya si sensitif pecah juga ia membuat suaminya kaget.
"Hei - hei jangan menangis, mana mungkin aku tidak menyayangimu lagi, kau adalah separuh dari kehidupanku sayang, baiklah - baiklah aku akan memasak untukmu jadi jangan menangis lagi yah cantik." Akhirnya Kalvaro memilih untuk mengalah ketimbang mencari masalah baru lainnya, bisa kacau pikirnya.