
"Selamat datang kembali tuan muda." Sapa Jhon yang kebetulan berpas - pasan dengan Felix.
"Terima kasih paman, bagaimana kabar paman ?" Jawab Felix dengan sopan meski raut wajahnya tetap tanpa ekspresi.
"Saya baik - baik saja tuan muda, hanya ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan sekarang." Ujar paman Jhon memberi tahu.
"Ehm, dan yang disamping ini apakah calon nyonya yang akan mendampingi anda tuan ?" Tanya paman Jhon sambil menatap seorang gadis yang berdiri disamping tuan mudanya.
"Yah, aku hampir saja lupa, kenalkan ini Selena, bagaimana menurut paman." Jawab Felix dan sekilas menatap gadis disampingnya.
"Saya senang jika tuan muda sudah memiliki calon pendamping hidup, saya berharap yang terbaik untuk tuan dan juga calon nyonya muda." Ucap paman Jhon.
"Terima kasih untuk doanya paman, sepertinya kita akan mengobrol lebih banyak dilain waktu, paman juga tampaknya begitu sibuk sekarang." Ujar Felix sambil melirik sekilas kearah jam tangannya.
"Baiklah, saya permisi dulu." Ujar paman Jhon sebelum meninggalkan Felix dan juga Selena.
"Paman Jhon adalah orang kepercayaan keluarga kami, ia dipercayakan untuk mendampingi adik perempuanku, sampai sekarang ia masih mengikuti adikku." Jelas Felix kepada Selana.
"Aku paham." Jawab Selena singkat.
"Baiklah, sekarang mari kita masuk." Ujar Felix sambil memeluk pinggang Selena.
Begitu memasuki rumah mewah milik keluarga Nugraha Wijaya, Felix dan juga Selena disambut dengan suara tawa banyak orang dan juga terdengar suara tangis bayi.
"Sepertinya mereka sedang berkumpul." Lirih Felix yang masih bisa didengar oleh Selena.
"Ehmm, ehmm."Dheman Felix membuat ia dan juga Selena menjadi pusat perhatian.
Ruang keluarga terlihat begitu ramai, ada Keren dan juga Kalvaro yang sedang menonton beserta ketiga anak kembar mereka yang tampak begitu aktif berceloteh, Derrel dengan tab yang melekat di tangannya, Daniel dengan ponselnya.
__ADS_1
"Kenapa menatapku seperti itu ?" Sembur Felix pada mereka, mereka yang sedang kagetpun akhirnya kembali sadar.
Felix berjalan menuju kearah adik perempuannya untuk sekedar mencium dan juga mengelus puncak kepala ibu muda tersebut.
"Bagaimana hari - harimu, hmm ?" Tanya Felix kepada adik perempuannya.
"Baik, dan lihatlah kakak membawa seorang gadis apa ia calon iparku ?" Bisik Keren yang masih bisa didengar oleh Felix dan juga Kalvaro, tidak lupa Keren melirik kearah Selena yang diam merasa canggung tepatnya.
Selena hanya diam saja sepertinya ia juga tampak merasa canggung ditatap oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Keren, ia juga sepertinya merasa bingung harus melakukan apa, dan yang lebih parah ia baru sadar jika datang bertamu tanpa buah tangan, dalam hati Selena mengumpati Felix yang membuatnya melupakan hal - hal penting lainnya.
"Selana, kemarilah." Ujar Felix lembut.
"Ehmm, hallo." Sapa Selena dengan sopan kepada yang lain, tidak lupa kakinya yang tetap berjalan menuju tuan mudanya.
"Kenalkan ini Selena, Selena ini adik perempuanku satu - satunya namanya Keren." Ujar Felix lembut.
"Hai, kenalkan namaku Selena, senang bertemu denganmu." Ujar Selena sopan.
"Yang disampingnya adalah adik iparku, namanya Kalvaro ia suami adikku." Lanjut Felix sambil menatap sekilas pada adik iparnya.
"Hai, senang bertemu denganmu." Sapa Kalvaro sopan, yah gadis dihadapannya sepertinya adalah calon kakak ipar jadi tidak apa bersikap sopan.
"Ya, senang juga bisa bertemu." Ujar Selena sopan.
"Sekarang, lihatlah tiga bayi itu adalah keponakanku mereka kembar tiga Alexa, Aurora, Adel itu nama panggilan mereka." Lanjut Felix sambil menunjuk tiga batita yang tampak sibuk dengan mainan masing - masing.
"Baik." Jawab Selena dengan menganggukan kepala.
"Dan yang sedang memegang tablet ia adalah kakakku, namanya Derrel." Ujar Felix lagi.
__ADS_1
"Hallo, saya Selena." Ucap Selena sopan.
Derrel tidak menjawab tetapi ia menganggukan kepalanya.
"Dan yang terakhir namanya Daniel, ia anak keempat." Lanjut Felix.
"Hallo Daniel." Sapa Selena.
Setelah selesai memperkenalkan Selena dengan setiap anggota keluarga yang ada, Felix segera menuju ke ruangannya untuk sekedar istirahat sebentar sebelum makan siang tiba dan untuk Selena, gadis cantik itu tampak sibuk berbaur dengan para bidadari kecil yah ia tampak sedang menemani ketiga bayi kembar.
Selena tampak juga terlibat percakapan ringan dengan Keren, yah Selena lebih cepat untuk berbaur dengan sesama jenisnya meski masih terasa begitu canggung.
"Kamu mengenal kakakku dari mana dan sejak kapan kalian bersama ?" Tanya Keren penasaran, lantas kakak posesifnya sama sekali tidak bercerita padanya.
"Ehm, sebenarnya saya sekertaris tuan muda Aeron, dan untuk pertemuan pertama kami tidak sengaja bertabrakan di salah satu rumah sakit Paris." Jelas Selena.
"Oh, jadi menurutmu selama mengenal kakakku bagaimana orangnya ?" Tanya Keren lagi.
"Menurutku ia orang yang aneh sekaligus menyebalkan, setelah berkerja dengannya aku melihat jika ia begitu dingin dan juga tidak tersentuh, begitu tegas lebih tepatnya, dan juga sedikit sinting." Jawab Selena meski dikalimat terakhir suaranya terdengar begitu lirih.
"Sinting." Beo Daniel yang tidak sengaja mendengar jawaban dari Selena.
"Eh tidak - tidak maksudku." Ah sekarang rasanya Selena ingin tenggelam kedasar lumpur.
"Hahaha, sebenarnya kakakku adalah pria yang baik dan juga penyayang, ia juga begitu hangat terhadap kami hanya caranya yang sedikit berbeda." Ujar Keren dengan lembut.
"Dan begitu posesif terhadap adik perempuannya." Lanjut Kalvaro menimpali.
"Hei." Ujar Keren sambil melotot.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Kalvaro kembali diam, ia tidak ingin ada masalah dengan istrinya yang bisa menggangu tidurnya malam nanti.
Masih banyak percakapan ringan antara Selena dan juga saudara/i Felix, jangan lupa like, Komen dan juga Vote yah.